KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniTeologi Inklusif Sebagai Alternatif oleh : Gunoto Saparie
18-Des-2017, 07:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mendengar istilah "teologi inklusif", saya langsung teringat kepada Nurcholish Madjid. Nurcholish adalah salah seorang cendekiawan muslim yang concern cukup mendalam terhadap persoalan hubungan agama-agama dan dialog antaragama. Ia secara teoritis mengedepankan pencarian dan konsep titik temu agama-agama secara eksplisit
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mencegah Paham Radikal dengan Seni Budaya

 
BUDAYA

Mencegah Paham Radikal dengan Seni Budaya
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 06-Okt-2017, 02:06:32 WIB

KabarIndonesia, Jakarta - Seni adalat alat yang efektif untuk menyampaikan sebuah pesan. Dengan seni, pesan yang disampaikan terasa menghibur dan tidak terkesan menggurui. Demikian ungkap praktisi seni budaya Betawi Nasir Mupid disela-sela acara dialog Pelibatan Komunitas  Seni Budaya dalam Pencegahan Teroris, Rabu (4/10), di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat.  

Nasir Mupid yang menjadi salah seorang nara sumber dari acara dialog tersebut menambahkan, pada dasarnya seni adalah sesuatu yang menghibur. Sebab itu memberikan pesan lewat seni merupakan nasihat yang menghiburan. Baik itu seni sastra, seni pertunjukan, seni musik, dan seni-seni yang lainnya.  

Acara dialog yang digagas  Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Provinsi DKI Jakarta itu mengangkat tema "Sastra Cinta Damai, Cegah Paham Radikal". Nara sumber lainnya di samping Nasir Mupid adalah budayawan dan sejarawan Betawi Ridwan Saidi, sastrawan Eka Budianta, dan penyair Fikar W. Eda.  

"Banyaknya muncul teroris yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara memang merisaukan kita semua. Kejadian demi kejadian terorisme di Jakarta dan sekitarnya menyadarkan kita bahwa kita harus berbuat sesuatu untuk menangkal itu semua. Salah satunya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, akan bahaya terorisme dan paham radikal yang dipropagandakannya," urai Nasir Mupid panjang lebar.  

Seni budaya, tambah Nasir Mupid, menjadi bagian penting untuk meminimalisir berkembangnya terorisme dan paham radikal di kalangan masyarakat luas. Caranya, fasilitasi dan beri kesempatan kepada para pelaku seni budaya untuk tampil menyampaikan pesan lewat bidang kesenian yang digelutinya.  

"Kami dari Sanggar Fajar Ibnu Sina yang aktif melestarikan dan mengembangkan seni pertujukan Topeng Blantek, misalnya, siap melakukan pentas keliling untuk menyampaikan pesan lewat lakon yang kami pertunjukkan. Pesan-pesan yang menghibur itu akan menjadi mudah diserap oleh masyarakat luas," beber Nasir Mupid.  

Ditambahkannya, pertunjukan di sekolah-sekolah sepertinya menjadi hal yang penting. Setidaknya, agar generasi muda dapat sejak dini memahami akan bahaya dari paham radikal dan teroris. "Bila mereka memahami, tentu itu akan menjadi benteng yang kuat bagi generasi muda kita. Sehingga mereka tidak mudah terkena bujuk rayu dari paham-paham radikal yang sengaja dikembangkan oleh para pelaku teror," pungkasnya. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia