KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiPerpanjangan Masa Pendaftaran PMOH oleh : Redaksi-kabarindonesia
23-Feb-2018, 06:20 WIB


 
 
KabarIndonesia - Untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang baru saja mengetahui mengenai pendaftaran PMOH Tahun Ajaran X, 2018, maka manajemen PMOH akan memperpanjang masa pendaftaran hingga 26 Februari 2018. Harapan manajemen PMOH agar mereka memiliki waktu cukup untuk melengkapi persyaratan pendaftaran.
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penghianat 22 Feb 2018 12:07 WIB

Dengarkan Kami 22 Feb 2018 12:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mencegah Paham Radikal dengan Seni Budaya

 
BUDAYA

Mencegah Paham Radikal dengan Seni Budaya
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 06-Okt-2017, 02:06:32 WIB

KabarIndonesia, Jakarta - Seni adalat alat yang efektif untuk menyampaikan sebuah pesan. Dengan seni, pesan yang disampaikan terasa menghibur dan tidak terkesan menggurui. Demikian ungkap praktisi seni budaya Betawi Nasir Mupid disela-sela acara dialog Pelibatan Komunitas  Seni Budaya dalam Pencegahan Teroris, Rabu (4/10), di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat.  

Nasir Mupid yang menjadi salah seorang nara sumber dari acara dialog tersebut menambahkan, pada dasarnya seni adalah sesuatu yang menghibur. Sebab itu memberikan pesan lewat seni merupakan nasihat yang menghiburan. Baik itu seni sastra, seni pertunjukan, seni musik, dan seni-seni yang lainnya.  

Acara dialog yang digagas  Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Provinsi DKI Jakarta itu mengangkat tema "Sastra Cinta Damai, Cegah Paham Radikal". Nara sumber lainnya di samping Nasir Mupid adalah budayawan dan sejarawan Betawi Ridwan Saidi, sastrawan Eka Budianta, dan penyair Fikar W. Eda.  

"Banyaknya muncul teroris yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara memang merisaukan kita semua. Kejadian demi kejadian terorisme di Jakarta dan sekitarnya menyadarkan kita bahwa kita harus berbuat sesuatu untuk menangkal itu semua. Salah satunya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, akan bahaya terorisme dan paham radikal yang dipropagandakannya," urai Nasir Mupid panjang lebar.  

Seni budaya, tambah Nasir Mupid, menjadi bagian penting untuk meminimalisir berkembangnya terorisme dan paham radikal di kalangan masyarakat luas. Caranya, fasilitasi dan beri kesempatan kepada para pelaku seni budaya untuk tampil menyampaikan pesan lewat bidang kesenian yang digelutinya.  

"Kami dari Sanggar Fajar Ibnu Sina yang aktif melestarikan dan mengembangkan seni pertujukan Topeng Blantek, misalnya, siap melakukan pentas keliling untuk menyampaikan pesan lewat lakon yang kami pertunjukkan. Pesan-pesan yang menghibur itu akan menjadi mudah diserap oleh masyarakat luas," beber Nasir Mupid.  

Ditambahkannya, pertunjukan di sekolah-sekolah sepertinya menjadi hal yang penting. Setidaknya, agar generasi muda dapat sejak dini memahami akan bahaya dari paham radikal dan teroris. "Bila mereka memahami, tentu itu akan menjadi benteng yang kuat bagi generasi muda kita. Sehingga mereka tidak mudah terkena bujuk rayu dari paham-paham radikal yang sengaja dikembangkan oleh para pelaku teror," pungkasnya. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia