KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Tepat 45 tahun lalu, Argopandoyo Tri Hanggono dilahirkan di Kota Jakarta, sebagai anak ketiga dari pasangan W. Sudaryo dan Martha Beetje.

Ayah dua anak ini memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik sejak mengikuti kegiatan penerbitan Warta Yohanes
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Masyarakat Betawi Berada di Persimpangan Jalan

 
BUDAYA

Masyarakat Betawi Berada di Persimpangan Jalan
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 08-Aug-2017, 16:31:22 WIB

KabarIndonesia -  Jakarta, Dalam upaya menyosialisasikan Perda dan Pergub yang bersinggungan langsung dengan kepentingan kaum Betawi, seperti Perda No. 4 Tahun 2005 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi dan Pergub No. 11 tahun 2007 tentang Ikon Betawi, Yayasan Tunas Kelape (YTK) meluncurkan film Betawi Reborn. Tujuannya, agar film tersebut bisa menjadi lumbung informasi soal ke-Betawi-an, cara edutainment yakni penyampaian dengan cara yang mendidik sekaligus menghibur. Demikian ungkap Ketua Umum YTK Imron Husein kepada Pewarta KabarIndonesia. 

Ketika disinggung Film Betawi Reborn yang dimaksudkan sebagai lumbung informasi soal ke-Betawi-an serta Perda dan Pergub itu sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum, dengan santai Imron Husein mengemukakan bahwa saat ini posisi film Betawi Reborn sebagai lumbung informasi sedang berada di persimpangan jalan. Sama halnya dengan masyarakat Betawi yang saat ini juga tengah berada di persimpangan jalan.  

"Posisi film Betawi Reborn berada di persimpangan jalan. Pasalnya, masih banyak elemen-elemen Betawi yang belum terbuka, belum mau tahu banyak hal. Insya Allah dari apa yang telah kita tayangkan dalam film Betawi Reborn bisa memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat Betawi pada khususnya dan masyarakat Jakarta pada umumnya," bebernya. 

Imron Husein juga menjelaskan bahwa berkaitan dengan masyarakat Betawi yang berada di persimpangan jalan, karena Betawi itu terdiri dari banyak warna, oleh banyak hal, di antaranya soal latar belakang pendidikan. 

"Latar belakang pendidikan itu sangat berpengaruh. Bagaimana mungkin seseorang yang memang dalam kesehariannya itu terjebak pada rutinitas karena dia harus bekerja, harus menghidupi keluarga. Akibat kesibukan itu membuatnya memiliki keterbatasan waktu untuk memahami banyak hal yang terkait dengan kepentingan dirinya maupun kepentingan kaumnya," imbuhnya.  

"Yang kedua,' masih kata Imron Husein, 'lingkup pergaulan. Apabila dalam kesehariannya dia kurang berinteraksi dengan sesama, tentu  pada akhirnya memberikan keterbatasan dalam soal daya serap informasi dan wawasannya."

"Sehingga walaupun dia orang Betawi, bisa saja dia kurang memahami Betawi dan apa yang tengah diperjuangkan kaum Betawi. Semakin orang kurang bergaul, semakin kurang informasi atau pengetahuan yang orang tersebut dapatkan," ujarnya bijak. 

Ditambahkan Imron Husein, banyaknya orang Betawi yang kurang menyadari akan pentingnya berorganisasi juga membuat posisi masyarakat Betawi saat ini ada di persimpangan jalan.

"Makanya dulu saya bilang di awal era reformasi, agar Betawi itu bisa bergerak sederap dalam komunitas atau organisasi. Dengan berorganisasi kita lebih mudah menata gerakan untuk maju bersama. Sebab, untuk menggapai kemajuan perlu keterlibatan siapa pun yang ada untuk bisa berkolaborasi dengan kita," pungkas Imron Husein. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Danau Toba Bukan Danau Tuba 14 Okt 2017 05:14 WIB


 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia