KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Baru Covid-19 Terutama di Pilkada 2020 oleh : Danny Melani Butarbutar
21-Sep-2020, 15:35 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

"Jadi
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

MEMAHAMI THE POWER OF "OJO DUMEH”
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 25-Jun-2020, 01:03:23 WIB

KabarIndonesia - Saya sebenarnya sudah menulis filsafat Barat The Power of Love, ataupun Wu Wei filsafat Tiongkok, namun di sisi lain belum pernah menulis mengenai filsafat Jawa "The Power of OJO DUMEH".

Walaupun saya menyadari sepenuhnya bahwa pengetahuan mengenai filsafat Jawa sangat cetek-dangkal sekali, karena 'abdi mah urang' Sunda jadi mohon maaf, kalau banyak kesalahannya.

Pada saat Pademi Corona ini; pesan yang paling cocok untuk disampaikan kepada para petinggi sekarang ini ialah falsafaf “OJOH DUMEH” sebagai nilai Etika.

“Ojo Dumeh” adalah falsafah lama yang berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti: “Ojo”= jangan; dan “Dumeh”= mentang-mentang

Misalnya OJO DUMEH KUWASA (jangan mentang-mentang berkuasa), sehingga ingin menarik keuntungan semaksimal mungkin bagi dompet sendiri dengan cara membuat berbagai macam peraturan yang menyengsarakan rakyat

Rakyat yang sudah MISKIN kok tega-teganya mau lebih dimelaratkan lagi. Dimanakah rasa hati nurani maupun rasa belas kesihan mereka?

Sosok pemimpin yang sejatinya dirindukan rakyat adalah mereka yang bisa seperti Padi, makin tua, makin merunduk. Makin berkuasa seseorang idealnya makin merendah dan bijaksana dan melihat keadaan bawahannya.

Maka siapapun yang sedang punya kuasa dan kesaktian harap Ojo Dumeh. Jangan mentang-mentang punya kuasa lantas digunakan untuk mematikan yang lain (lamun sira sekti, aja mateni).

Ungkapan ini pulalah yang diungkapkan oleh Pakde Jokowi terhadap para PNS. Namun sayangnya kebanyakan para pejabatnya BUDEG BIN TOREK

Bahkan rasanya sekarang inilah saat kekuasaan yang mereka miliki semakin DIGEBER ALL OUT ABIS dengan membuat berbagai macam peraturan baru berdasar prinsip AJI MUNGPUNG

Maklum tidak lama lagi masa CORONA akan habis, jadi harus harus buruan pintar-pintar bikin peraturan baru lagi untuk "memeras" rakyatnya.

Seharusnya mereka itu sadar OJO DUMEH !

Kog bisa-bisanya pada saat rakyat sedang menderita para pejabat bukannya turut prihatin dgn cara OJO DUMEH. Bahkan hal kebalikannya yang mereka lakukan dengan pamer beli TAS HERMES bernilai Miliaran rupiah.

Seharusnya mereka memberikan teladan dgn cara OJO DUMEH SUGIH (jangan mentang2 kaya).

The Power of Ojo Dumeh dimana kita bisa belajar bukan hanya sekedar untuk merendahkan diri saja, bahkan membantu rakyat yang sedang tertindas bahkan kelaparan. Misalnya: Cobalah buatkan peraturan-peraturan baru yang bisa membantu maupun meringankan beban rakyat.

The Power of Ojo Dumeh akan mendorong kita untuk semakin memanusiakan manusia (dalam istilah Jawa disebut nguwongake). Ojo Dumeh tidak akan mengerdilkan diri sendiri; bahkan akan membuat kita menjadi besar
karena berjiwa besar.

Pada saat Pandemi Corona ini seharusnya kita melakukan OJO DUMEH dengan mempraktekkan TAPA BRATA (Durung wenanga memuja lamun durung tapa brata),yg terdiri dari lima prilaku yakni:

1. mengurangi makan dan minum (anerima),
2. mengurangi keinginan hati (eling),
3. mengurangi nafsu birahi (tata susila),
4. mengurangi nafsu amarah (sabar),
5. mengurangi berkata–kata atau bercakap-cakap yang sia-sia (sumarah)

Maklum puncaknya dari semua filsafat Jawa adalah pengetahuan mengenai kesatuan yang disebut dengan persatuan manusia dan Tuhan (manunggaling kawula Ian Gusti) hal ini bisa diraih dgn cara antara lain OJO DUMEH.

Sekian dulum mohon "petromak' maupun koreksiannya. Maturnuwun sanget berkah dalem Gusti.(MU)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia