KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Filsafat Di Balik Kisah SUN GO KONG
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 18-Jun-2020, 11:23:55 WIB

KabarIndonesia - Ketika anda bertanya apakah kisah Su Go Kong bisa disamakan dengan kisah HANUMAN – Ramayana dari India? Tidak, sebab Hanuman itu adalah Raja Monyet sedang Sun Go Kong itu Raja KERA yang jauh lebih besar daripada monyet dan juga lebih menyerupai manusia. Disamping itu kisah Hanuman itu ajaran Hindu sedangkan Su Go Kong ajaran Buddha.

Dengan demikian, saya ingin mematahkan teori HOAX bahwa Suhu Tong Sam Cong itu seorang Ulama Islam seperti yang saya ceritakan ( http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=12&jd=Filsafat+Di+Balik+Kisah+SUN+GO+KONG&dn=20200618112355)

Suhu ini adalah seorang penganut ajaran Buddha tulen, sebabApabila ia seorang ULAMA maka it is VERY HARAM gaul bareng terus-menerus selama ber-tahun2 dgn siluman BABI.

Namun apakah anda tahu bahwa banyak orang menyembah CU PA KAY (siluman Babi) itu sebagai DEWA bahkan ada Klentengnya.? Ia disembah terutama oleh para Germo dan para PSK sebagai Dewa yang bisa membawa rezeki dan pelanggan hidung belang yang brah-breh seperti Cu Pa Kay

Hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa Cu Pa Kay itu sebenarnya bukanlah Babi melainkan seorang PANGLIMA besar Khayangan dengan nama Tian Feng. Dan ia dihukum jadi BABI karena KESETIAANNYA terhadap wanita idamannya, jadi sangat bertolak belakang dengan sifat siluman Babi yang playboy. (sumber: Google)

Apabila kita baca secara seksama “Catatan Perjalanan Ke Barat” (Ta-T’ang Hsi-yu-chi) hasil karya dari Wu Ch’eng-en (1500 – 1582) yang diterbitkan pada tahun 1592 dan terdiri dari 100 bab, dapat dibagi atas tiga bagian utama. Sehingga banyak sekali Hikmah Filsafat yang bisa diambil dari buku tersebut.

Perjalanan Suci yang dilakukan oleh Suhu Tong San Cong ke BARAT ini adalah ibarat manusia yang sudah “mengerti” tentang baik/buruk, benar/salah dan halal/haram. Setelah manusia berilmu maka langkah selanjutnya adalah mengabdi kepada Tuhan.

Dikiaskan dengan perjalanan ke barat yaitu arah Tenggelamnya Matahari (KEMATIAN) dalam istilah jawa sering disebut manusia harus selalu ingat “sangkan paraning dumadi”. Tokoh yang diperankan dalam kisah tersebut merupakan simbol dari jiwa manusia. Mengenai sedulur papat limo pancer, kisah punokawan dalam pewayangan dan beberapa tafsir jiwa yang menyelimuti manusia. Tokoh seperti Tong San Cong, Sun Go Kong, Chu Pa Kay, Sha Wu Jing, dan Kuda putih.

Untuk memahami karakter simbol tersebut mari kita bahas satu persatu.

TONG SAN CONG, merupakan simbol nurani manusia (pancer). Berkepribadian halus namun tidak meninggalkan sifat kemanusiaannya.
Dia biksu yang sangat dihormati ke empat muridnya.
Dalam jiwa manusia merupakan PENGENDALI dari berbagai sifat yang dimiliki manusia.

SUN GO KONG, dalam zodiak China, Kera merupakan binatang yang memiliki keunggulan dibanding binatang lain. Dia mewarisi sifat kecerdasan dan kesanggupannya untuk menipu. Shio kera mempunyai karakter yang mudah bergaul dengan siapapun. Kemudian kecakapan memecahkan masalah membuatnya mempunyai nilai lebih untuk menarik perhatian lawan jenis.

Dalam permasalahan shio ini mempunyai kemampuan memecahkan segala masalah yang ruwet sekalipun. Dia mempunyai keahlian membujuk orang yang mudah dikenalnya untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan.

Namun kekurangannya adalah dia sering terkena superiority complex (mengagungakan diri sendiri - NARSIS). Sehingga muncul sifat egois, angkuh dan sombong. Karena kemudahan mendapatkan sesuatu yang diinginkan, tak jarang shio ini jadi mudah bosan.

Wujud ke-AKU-an Sun Go Kong kemudian diikat dengan ikat kepala yang digunakan untuk mengontrol sifat tersebut yang dikendalikan oleh Tong San Cong (nurani manusia).

CHU PA KAY, menjelma dari siluman BABI. Dalam zodiak China shio babi memiliki sifat cita rasa yang baik. Terobsesi dengan kemewahan dan kekayaan, termasuk percintaan.

Jiwa shio Babi memiliki sifat yang penuh kasih. Berusaha membuat orang disekelilingnya merasa nyaman. Karena kebaikannya, tak banyak orang dekat atau temannya mengambil keuntungan darinya. Shio ini merupakan simbol dari orang yang malas dan sangat senang menghabiskan waktu untuk bercinta, tidur maupun penampilan jasmani.

SHA WU JING
Siluman Air sesuai dengan air maka mudah menyesuaikan diri. Sedangkan karakteristik dari air adalah kemampuan besar untuk berkomunikasi dan melaksanakan ide-ide yang ada dengan cara mempengaruhi orang lain.

Mereka mempunyai ide dengan memanfaatkan kemampuan orang lain.Namun disisi lain karakter Air itu lemah, mempunyai sikap labil dan pasif atau menggantungkan diri pada orang lain.

KUDA. Shio ini mempunyai semangat dan tekad yang kuat.
Meski tidak memiliki aura kecantikan atau ketampanan namun kuda mempunyai daya pikat dari semangat hidupnya.
Shio ini lebih pandai mengendalikan diri sendiri.
Namun wataknya yang berubah-ubah kadang membuatnya suka naik darah, bertindak gegabah, dan bersikap semaunya.

Kuda memiliki sifat yang setia kepada apapun, termasuk percintaan. Hatinya mudah terbakar, namun juga cepat melupakan amarahnya. Ia lebih condong mengajak orang bertindak buru-buru.

KITAB SUCI
Kitab Suci simbul Nibbana yaitu Kebahagiaan Tertinggi (abadi) hasil dari tujuan Umat Buddha. Andai telah sampai ke barat dan Kitab Suci sdh diambil ini artinya Nibbana sdh di peroleh atau sdh mencapai Nibbana.

KESIMPULAN
Guru Tong diibaratkan KESADARAN, Sun Go Kong ialah PIKIRAN, Cu Pat Kai ialah PERASAAN, Wu Cing ialah PENCERAPAN, sedangkan Kuda Putih ialah Tubuh Manusia yg digunakan oleh kita sebagai KENDARAAN.

Pesan yang dapat diambil mengenai manusia yang seharusnya mampu mengendalikan ke empat sifat tersebut untuk menuju Tuhan dalam keadaan yang terbaik. Perjalanan ke Barat adalah tujuan bagi setiap umat Buddha untuk meraih Kebahagiaan Tertinggi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia