KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDI ATAS LANGIT ADA LANGIT oleh : Tonny Djayalaksana
23-Aug-2019, 14:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pengacara 02 dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Bambang Widjojanto seperti menyimpan agenda tersendiri. Hal itu terlihat dari kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan sebelumnya.

Sidang pun berlanjut dengan acara mendengarkan saksi dan ahli dari
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Deklarasi Kerukunan Puak Batak Bersaudara (KPBB) di Sumatera Utara
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Aug-2019, 11:47:49 WIB

KabarIndonesia - Medan, Masyarakat Batak yang terdiri dari enam puak yakni Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Mandailing, Batak Angkola, dan Batak Pakpak yang diketahui tanah leluhurnya di Sumatera Utara sangat berkeinginan membentuk satu wadah untuk menjalin persatuan dan kesatuan yang menjadi gambaran dan penuntun persatuan di Sumatera Utara.

Sebagaimana berita yang dilansir DNT News, atas dasar keinginan untuk bersatu-bersama itulah dibentuk Kerukunan Puak Batak Bersaudara (KPBB) yang dideklarasikan dihadapan ratusan orang peserta, pada hari Rabu 07 Agustus 2019, di Hotel Grand Antares, Jln Sisingamangaraja No 328, Medan.

Kepengurusan KPBB ini dipimpin Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan PhD DMS (Ketua Umum), CP Nainggolan SE MAP (Ketua Harian), Dr Ir Rustam Efendi Siregar MSi (Sekretaris Jenderal), Paraduan Pakpahan SH (Sekretaris Harian), Ir Anggiat Simanjuntak (Bendahara Umum), Lindung Pandiangan SE SH MH (Bendahara Harian), dan lainnya.

Pantauan media, KPBB memiliki visi: "Kebersamaan Adalah Kekuatan Mencapai Tujuan" dan misi: "Menghimpun Persaudaraan Puak Batak Yang Dilandasi Rasa Solidaritas Untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Puak Batak."

Ketua Umum KPBB Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan PhD DMS mengatakan bahwa terbentuknya wadah tersebut adalah keinginan semua masyarakat Batak ke-6 puak. “Sehingga nantinya kita dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Batak yang selama ini belum ada wadahnya. Memang selama ini banyak perkumpulan Batak tapi perkumpulan puak belum ada,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa di era saat ini sudah saatnya puak Batak memberi saran, masukan, bahkan kritik kepada pemerintah terkait pembangunan khususnya pembangunan di tanah Batak. “Inilah yang menjadi motivasi sehingga kita membentuk dan mendeklarasikan KPBB ini,” ujar Sumiharjo.

Menurutnya selaku deklarator, setelah administrasi KPBB lengkap dari Kemenkum dan HAM akan dilakukan pelantikan pengurus. Selanjutnya menyusun program kerja dan mengunjungi seluruh daerah-wilayah "Tanah Batak" dengan menghubungi tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh agama (pengurus mesjid, gereja, dan lainnya) untuk mendapat masukan.

“Tujuan kita mengunjungi seluruh wilayah Batak untuk mengetahui sudah bagaimana sebenarnya pembangunan di segala bidang dilakukan. Setelah itu kita komunikasikan kepada pemerintah. Juga memperhatikan lingkungan di kawasan pariwisata Danau Toba dan otoritas Danau Toba,” katanya.

Pada deklarasi tersebut hadir Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara), Tuan Syech Ali Akbar Marbun (Pimpinan Pondok Pesantren Al Kautsar), Pdt WTP Simarmata MA (Anggota DPD terpilih dari Sumatera Utara), para tokoh mewakili 6 puak, dan lainnya.

Acara deklarasi itu berlangsung sukses dan meriah berkat kehadiran dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan itu juga ditampilkan berbagai tarian yang berasal dari Sumatera Utara dan lainnya. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia