KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Maret 2017 oleh : Redaksi-kabarindonesia
29-Mar-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Eliyah Acantha Manapa Sampetoding atau sering dipanggil Antha, lahir di Ujung Pandang (Kota Makassar), Sulawesi Selatan, 19 November 1991. Antha berdarah Toraja.
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Batas Realitas di Kaki Langit

 
BUDAYA

Batas Realitas di Kaki Langit
Oleh : Stanley Teguh | 06-Nov-2016, 18:13:07 WIB

KabarIndonesia - Bandung, Batas Realitas di Kaki Langit, itulah tema yang diangkat pada pameran tunggal lukisan karya Bunawijaya di Bale Tonggoh Selasar Sunaryo Art Space, Jl Dago Pakar Timur, kota Bandung. 


Seniman kelahiran Bandung 83 tahun lalu ini menampilkan lukisan-lukisan terbaru yang memunculkan pokok soal horizon. Secara visual lukisan-lukisan Bunawijaya menonjolkan pertemuan titik tengah langit dan laut. Untuk mengembangkan seni lukisan ini Bunawijaya tidak membatasi diri dengan mengamati horizon secara langsung. Ia kembali menggali potret horizon langit dan laut yang pernah dibuatnya. Ketika mengangkat kembali pemandangan pada potret- potret ini, Bunawijaya tidak terikat pada perasaan waktu itu. Bunawijaya melakukan perubahan atau menggabungkan beberapa potret menjadi sebuah lukisan. Gejala ini menunjukan bahwa lukisan-lukisan ini lebih berkaitan dengan suatu renungan tentang alam. Pada lukisan-lukisan ini Bunawijaya juga ingin menampilkan keseimbangan yang mendasari kehidupan: Yin dan Yang. Keseimbangan Yin dan Yang menunjukan dua kekuatan berlawanan dalam semua kenyataan yang selalu berada pada tegangan yang seimbang. Melalui lukisannya Bunawijaya juga hendak membicarakan perihal ketidakterbatasan (infinity) yang mencerminkan hubungan fenomenologis manusia saat menangkap getaran-getaran alam. 
"Silakan untuk bisa menilai lukisan saya. Saya ingin ada yang menjelaskan  apa yang sekiranya perlu saya ketahui untuk kemajuan lukisan saya," ucap Bunawijaya di saat pembukaan pameran tunggalnya di Bale Tonggoh, Minggu (30/10). 


Pada kesempatan yang sama Sunaryo dalam sambutannya menuturkan, "Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi pada kehadiran dan karya pak Bunawijaya. Pak Buna orangnya nothing to loose, mengutip dari buku Power of Thinking yang di tulis oleh Norman Vincent Peale pada satu kalimatnya yang bagus: Change your thought and you change your world. Kegiatan yang tidak diubah maka akan begitu-begitu saja. Jadi ada yang lain dari kesenian kita yang akan berpengaruh dengan apa yang kita lakukan. Pak Buna sudah bekerja keras dan tentunya saya sangat senang." 


Alfath (26) mahasiswa ISBI yang ikut melihat karya Bunawijaya mengatakan kepada pewarta KabarIndonesia, "Saya kagum dengan semangat yang ditunjukkan oleh Pak Buna. Usia bukan hambatan untuk beliau berkreatifitas dalam lukisannya, terlebih saat ini pak Buna menampilkan sesuatu yang baru dengan teknik eagle eyes yang baru pertama kali saya lihat." 


Kurator pada pameran tunggal lukisan Bunawijaya ini adalah Jim Supangkat dan pameran digelar dari tanggal 31 Oktober - 13 November 2016. (*)





    Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini. Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//
   
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

 
Presiden Kagumi Dalihan Natolu 28 Mar 2017 12:23 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia