KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Asal Mula Sembahyang Cheng Beng
Oleh : Nurulita Rachma Budi Utami | 13-Des-2011, 20:21:19 WIB

KabarIndonesia - Dalam masyarakat Tionghoa sembahyang Cheng Beng adalah ibadah yang paling baik dari semua sembahyang adat-istiadat Tionghoa. Sembahyang Cheng Beng, di lakukan untuk menghormati leluhur dan keluarga yang telah meninggal serta mendoakan mereka yang meninggal meskipun bukan keluarganya sendiri.

Pada hari sembahyang cheng Beng, warga Tionghoa selalu berusaha mendatangi makam leluhurnya untuk sembahyang. Prosesi sembahyang yaitu membakar dupa, duduk bersila sambil berdoa. Dalam berdoa tidak di tentukan bacaannya, tetapi tergantung permintaannya. Pada umumnya dalam berdoa, minta diberi keselamatan dan rejeki bagus dalam hidupnya.

Adapun asal mula sembahyang Cheng Beng ini, memiliki sebuah kisah dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Di kisahkan pada jaman dinasti Ming, ada seorang anak bernama Cu Guan Ciong (Zhu Yuan Zhang, pendiri dinasti Ming). Cu Guan Ciong berasal dari keluarga yang miskin. Dalam membesarkan dan mendidik Cu Guan Ciong, orang tuanya meminta bantuan pada sebuah kuil.

Semakin dewasa Cu Guan Ciong semakin menjadi baik, hingga pada akhirnya menjadi seorang kaisar. Setelah Cu Guan Ciong menjadi kaisar, beliau pilang ke desa untuk bertemu dengan orang tuanya. Namun orang tuanya telah meninggal dan tidak di ketahui makamnya.

Untuk mengetahui keberadaan makam orang tuanya, kaisar menitahkan agar rakyatnya berziarah dan membersihkan makam leluhurnya masing-masing pada hari yang telah di tentukan (tanggal 5 April).

Kaisar juga menitahkan agar di atas makam di beri tanda kertas berwarna kuning. Setelah rakyatnya selesai berziarah, kaisar menemukan makam-makam yang belum di bersihkan dan di beri tanda. Lalu kaisar menziarahinya dan menganggap salah satu dari makam tersebut adalah makam orang tuanya.

Sejak saat itu masyarakat Tionghoa senantiasa melakukan adat-istiadat sembahyang Cheng Beng hingga kini. Dimana inti atau makna sembahyang Cheng Beng adalah menghormati serta berbakti kepada orang tua adalah budi pekerti yang paling utama, yang harus di lakukan seorang anak terhadap orang tuanya. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia