KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiTiga Rahasia Harmonis SBY dan Ani Yudhoyono oleh : Rohmah S
24-Apr-2018, 05:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan rahasia keharmonisan rumah tangga bersama Ani Yudhoyono, kala berdialog dengan warga Kota Tangerang dalam lawatan Tour de Banten, Senin (23/4/2018) malam.

Rahasia tersebut diungkapkan SBY menjawab pertanyaan seorang warga
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemimpin 01 Mar 2018 12:42 WIB

Penghianat 22 Feb 2018 12:07 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Asal Mula Sembahyang Cheng Beng
Oleh : Nurulita Rachma Budi Utami | 13-Des-2011, 20:21:19 WIB

KabarIndonesia - Dalam masyarakat Tionghoa sembahyang Cheng Beng adalah ibadah yang paling baik dari semua sembahyang adat-istiadat Tionghoa. Sembahyang Cheng Beng, di lakukan untuk menghormati leluhur dan keluarga yang telah meninggal serta mendoakan mereka yang meninggal meskipun bukan keluarganya sendiri.

Pada hari sembahyang cheng Beng, warga Tionghoa selalu berusaha mendatangi makam leluhurnya untuk sembahyang. Prosesi sembahyang yaitu membakar dupa, duduk bersila sambil berdoa. Dalam berdoa tidak di tentukan bacaannya, tetapi tergantung permintaannya. Pada umumnya dalam berdoa, minta diberi keselamatan dan rejeki bagus dalam hidupnya.

Adapun asal mula sembahyang Cheng Beng ini, memiliki sebuah kisah dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Di kisahkan pada jaman dinasti Ming, ada seorang anak bernama Cu Guan Ciong (Zhu Yuan Zhang, pendiri dinasti Ming). Cu Guan Ciong berasal dari keluarga yang miskin. Dalam membesarkan dan mendidik Cu Guan Ciong, orang tuanya meminta bantuan pada sebuah kuil.

Semakin dewasa Cu Guan Ciong semakin menjadi baik, hingga pada akhirnya menjadi seorang kaisar. Setelah Cu Guan Ciong menjadi kaisar, beliau pilang ke desa untuk bertemu dengan orang tuanya. Namun orang tuanya telah meninggal dan tidak di ketahui makamnya.

Untuk mengetahui keberadaan makam orang tuanya, kaisar menitahkan agar rakyatnya berziarah dan membersihkan makam leluhurnya masing-masing pada hari yang telah di tentukan (tanggal 5 April).

Kaisar juga menitahkan agar di atas makam di beri tanda kertas berwarna kuning. Setelah rakyatnya selesai berziarah, kaisar menemukan makam-makam yang belum di bersihkan dan di beri tanda. Lalu kaisar menziarahinya dan menganggap salah satu dari makam tersebut adalah makam orang tuanya.

Sejak saat itu masyarakat Tionghoa senantiasa melakukan adat-istiadat sembahyang Cheng Beng hingga kini. Dimana inti atau makna sembahyang Cheng Beng adalah menghormati serta berbakti kepada orang tua adalah budi pekerti yang paling utama, yang harus di lakukan seorang anak terhadap orang tuanya. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Pelari Indonesia Pertama di FWD North Pole Marathon 2018 Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani (kiri) sedang memberikan jaket FWD Life kepada Pelari Maraton Indonesia, Fedi Fianto (kanan) sebagai simbol FWD Life resmi melepas Fedi sebelum keberangkatannya ke Kutub Utara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pengabdian Tentara di Pojok Desa 10 Apr 2018 14:27 WIB

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia