KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Asal Mula Sembahyang Cheng Beng
Oleh : Nurulita Rachma Budi Utami | 13-Des-2011, 20:21:19 WIB

KabarIndonesia - Dalam masyarakat Tionghoa sembahyang Cheng Beng adalah ibadah yang paling baik dari semua sembahyang adat-istiadat Tionghoa. Sembahyang Cheng Beng, di lakukan untuk menghormati leluhur dan keluarga yang telah meninggal serta mendoakan mereka yang meninggal meskipun bukan keluarganya sendiri.

Pada hari sembahyang cheng Beng, warga Tionghoa selalu berusaha mendatangi makam leluhurnya untuk sembahyang. Prosesi sembahyang yaitu membakar dupa, duduk bersila sambil berdoa. Dalam berdoa tidak di tentukan bacaannya, tetapi tergantung permintaannya. Pada umumnya dalam berdoa, minta diberi keselamatan dan rejeki bagus dalam hidupnya.

Adapun asal mula sembahyang Cheng Beng ini, memiliki sebuah kisah dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Di kisahkan pada jaman dinasti Ming, ada seorang anak bernama Cu Guan Ciong (Zhu Yuan Zhang, pendiri dinasti Ming). Cu Guan Ciong berasal dari keluarga yang miskin. Dalam membesarkan dan mendidik Cu Guan Ciong, orang tuanya meminta bantuan pada sebuah kuil.

Semakin dewasa Cu Guan Ciong semakin menjadi baik, hingga pada akhirnya menjadi seorang kaisar. Setelah Cu Guan Ciong menjadi kaisar, beliau pilang ke desa untuk bertemu dengan orang tuanya. Namun orang tuanya telah meninggal dan tidak di ketahui makamnya.

Untuk mengetahui keberadaan makam orang tuanya, kaisar menitahkan agar rakyatnya berziarah dan membersihkan makam leluhurnya masing-masing pada hari yang telah di tentukan (tanggal 5 April).

Kaisar juga menitahkan agar di atas makam di beri tanda kertas berwarna kuning. Setelah rakyatnya selesai berziarah, kaisar menemukan makam-makam yang belum di bersihkan dan di beri tanda. Lalu kaisar menziarahinya dan menganggap salah satu dari makam tersebut adalah makam orang tuanya.

Sejak saat itu masyarakat Tionghoa senantiasa melakukan adat-istiadat sembahyang Cheng Beng hingga kini. Dimana inti atau makna sembahyang Cheng Beng adalah menghormati serta berbakti kepada orang tua adalah budi pekerti yang paling utama, yang harus di lakukan seorang anak terhadap orang tuanya. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 
Memahami Inflasi Lebih Dalam 21 Nov 2017 03:39 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia