KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (2): Menemukan Resonansi Ilahi oleh : Tonny Djayalaksana
10-Des-2018, 15:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pada tulisan "Dualitas Ghaib-Nyata Bagian 1" telah dipaparkan tentang adanya fenomena manusia yang bisa berbicara dengan flora dan fauna. Temuan kenyataan tersebut serupa dengan yang diceritakan dalam Al Quran tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman yang diberi keutamaan
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

APISI Samosir Selenggarakan Seminar dan Lomba Aksara Batak bagi Pelajar
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 01-Jun-2018, 13:26:38 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Aksara Batak merupakan kekayaan budaya Batak yang patut dibanggakan. Sejak dahulu kala nenek moyang suku Batak sudah menggunakan bahasa sendiri dan huruf sendiri untuk berkomunikasi, diantaranya menuliskan silsilah, bahan obat obatan, sejarah tempat, korespondensi dan lainnya. Suku (bangsa) Batak dan Aksaranya, adalah karya Ilahi bagi kita. Kita harus menggali lebih dalam lagi 'habatahon' (red: sejarah dan kehidupan, nilai adat seni budaya Batak) itu, sehingga bermanfaat dan berbuah bagi orang lain.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga saat membuka lomba aksara Batak Toba bagi siswa tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan seminar aksara Batak Toba bagi tenaga pendidik/guru, Kamis, 31 Mei 2018 di gedung SMA N 1 Pangururan.

Seminar dan lomba Aksara Batak ini digelar Asosiasi Pekerja Profesional Informasi Sekolah Indonesia (APISI) kabupaten Samosir bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah kabupaten Samosir.

"Lomba baca tulis aksara Batak ini bertujuan untuk mendekatkan pengetahuan aksara Batak secara dini kepada pelajar SD, SMP, SMA/SMK. Pembiayaan kegiatan ini terlaksana atas dana dari iuran anggota APISI dana sumbangan donatur." sebut Mahondang Sitanggang, Ketua panitia lomba melaporkan.

Lebih lanjut Wakil Bupati Juang Sinaga mengatakan bahwa saat ini tidak banyak lagi yang memahami aksara Batak, baik menulis maupun membaca. Untuk itu, Pemkab Samosir menyambut baik pelaksanaan sosialisasi dan lomba penulisan aksara Batak antar Pelajar se kabupaten Samosir.

“Kami berharap agar kegiatan seperti ini senantiasa diadakan tiap tahun agar generasi muda bisa mempelajari aksara Batak. Dan sebagai rasa syukur, dan dukungan kami pemerintah kabupaten Samosir memberikan sumbangan sebesar Rp 10 juta. Yakni 5 juta dari Bupati dan Wakil Bupati Samosir serta 5 juta dari Pemerintah Kabupaten Samosir,” kata Juang Sinaga.

Menyambut kegiatan lomba dan seminar ini, Ketua Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat (FKTM) Samosir Obin Naibaho, mengharapkan agar sejak awal kepada anak-anak perlu ditanamkan nilai-nilai kearifan adat budaya leluhurnya (Batak) sehingga dalam diri siswa tumbuh rasa cinta habatakon. Hal tersebut dikatakannya melihat kenyataan bahwa akhir-akhir ini banyak orang Batak tidak memahami adat, aksara dan bahasa nenekmoyangnya malah ada yang "malu" mengaku sebagai orang Batak.

“Orang Batak mampu berbicara lancar dalam adat selancar pikirannya, namun masih sedikit yang menulis tentang habatakon, kemampuan menulis ini ditumbuhkan dalam diri para anak, remaja, dewasa, dan orang tua pada masa yang akan datang,” ungkap Obin Naibaho yang digelari pak Siska.

Sementara itu, Batakolog dan Kepala Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Batak, Manguji Nababan yang turut hadir sekaligus menjadi narasumber, lewat sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini, karena merupakan salah satu cara dalam pelestarian budaya Batak. “Aksara Batak adalah warisan leluhur Bangsa Batak. Ini merupakan harta yang sangat berharga, peninggalan nenek moyang suku Batak dan harus dilestarikan,” katanya.

Dijelaskannya, ada ribuan naskah Batak Kuno yang masih dapat dilihat sekarang ini, seperti di museum, dan di kalangan masyarakat yang masih ada menyimpan dan menjaganya, juga ada di luar negeri seperti di Jerman dan Belanda.

Manguji Nababan, yang baru saja kembali dari Jerman mengunjungi beberapa museum yang memajangkan "Laklak Pustaha Batak," (Buku pustaka Batak yang terbuat dari kulit kayu).

“Ada kekayaan yang tersirat dalam buku pustaka Batak yang jika dipahami secara mendalam, memiliki nilai orisinalitas yang tinggi. Didalamnya ada cerita (turiturian), ilmu hitam dan putih, obat, nujum, dan ilmu-ilmu lainnya. Tetapi kita jangan melihat sisi gelap dari 'laklak' itu, yang penting sisi ilmu pengetahuan yang dikandung di dalamnya. Nilai keilmuan ini yang membuat laklak tersebut mahal jika dirupiahkan,” ungkapnya.

Diakhir paparannya, Manguji Nababan menghimbau para orangtua dan para guru untuk mengajak generasi muda khususnya para pelajar dapat menghargai dan melestarikan aksara Batak dengan mempelajari penulisannya dan cara membacanya.

“Untuk itu, para orang tua utamanya para guru harus menjadi virus menularkan aksara Batak kepada generasi muda agar tetap lestari,” katanya, seraya berharap, sosialisasi dan lomba penulisan Aksara Batak ini semakin menarik minat generasi muda untuk mengetahui dan memahaminya.

Disela-sela kegiatan acara pembukaan, Ketua umum APISI, Hanna Chaterina George yang sangat mengapresiasi kegiatan ini melalui Wakil Bupati Samosir menyematkan ulos kepada ketua APISI kabupaten Samosir Lastuana Simbolon, SPd, MM, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Samosir.

Usai pembukaan, panitia melanjutkan acara lomba membaca dan menulis aksara Batak yang diterjemahkan ke dalam huruf Latin. Antusiasme para peserta yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA/SMK ini, menjawab seluruh soal yang dipersiapkan oleh Dosen Universitas Sumatera Utara.

“Hasil lomba aksara Batak membuat para pembuat soal bangga, siswa dapat menjawab soal aksara Batak dengan aksara Batak dan bahkan dengan huruf Latin,” ujar Sumurung Simorangkir, salah seorang pembuat soal Aksara Batak dari USU Medan, seraya menambahkan bahwa siswa peserta memiliki potensi untuk menguasai aksara lebih baik lagi.

Secara keseluruhan, acara lomba berlangsung dengan baik dan lancar, hingga Panitia mengumumkan hasil lomba aksara sebagai berikut:

Lomba Aksara Batak tingkat SD, berturut-turut dari juara pertama hingga juara harapan ketiga yakni, Israel Sinurat, asal SD Negeri 9 Sijambur; Firstman A.M. Simanjorang, asal SD Negeri 29 Pardomuan,; Melia Alda Simalango, asal SD Negeri 12 Ronggurnihuta,; Ribka Sinaga, asal SD Negeri 5 Partungko Naginjang,; Missa Celina, asal SD Negeri 10 Salaon Tongatonga dan Louis Malau, asal SD Negeri 24 Tanjung Bunga.

Para Juara Aksara Batak tingkat SMP, juara 1 diraih oleh Dormauli Sitanggang, SMP Budi Mulia Pangururan. Juara 2, Era Yosefin Situmorang, SMP 1 Palipi, juara 3, Jersa Mayori Siboro, SMP Budi Mulia Pangururan. Juara harapan 1, Rischa Sitanggang, SMP 4; harapan 2, Paska Siallagan, SMP 1 Pangururan, dan juara harapan 3 diraih oleh Natalia V Situmorang, SMP 1 Palipi.

Selanjutnya untuk tingkat SMA/SMK yakni, juara harapan 3 diraih oleh Rohot Manurung, SMA N 1 Palipi;, juara harapan 2 Ossi Naibaho, SMA N 1 Pangururan; dan harapan 1 Nurchaya Nainggolan, SMA 2 Pangururan. Juara 3 Krisna Sitanggang, SMA N 1 Ronggur Nihuta;, juara 2 Elda Sihole, SMAK ST Rasul Palipi, dan juara pertama diraih Amran Sihaloho, SMA N 2 Pangururan.Diinformasikan bahwa para juara lomba, mendapat hadiah uang pembinaan dan piagam. Berturut dari juara I hingga juara harapan III mendapat hadiah uang yang bervariasi sebesar Rp1.000.000 hingga Rp300.000.

Di akhir acara lomba, Ketua APISI Samosir, Lastuana Simbolon, kepada penyelenggara dan pihak terkait menyampaikan terima kasih dan ungkapan kegembiraannya atas antusiasme peserta dalam kegiatan lomba dan seminar ini.

“Kepada panitia yang sudah memberikan waktu, pikiran dan tenaga, tidak luput saya ucapkan terima kasih atas suksesnya lomba aksara Batak Toba yang pertama kali kita adakan di kabupaten Samosir ini. Kepada para pemenang saya ucapkan selamat, dan yang belum juara agar jangan berkecil hati, karena masih ada kesempatan di lain waktu." ucapnya

“Kita akan terus berupaya agar kegiatan ini lebih besar lagi pada masa yang akan datang, kita bisa kembali menjadikannya menjadi agenda rutin,” kata Lastuana Simbolon, mantan guru dan Sekretaris Dinas Pendidikan Samosir ini mengakhiri sambutannya sekaligus menutup acara.

Catatan media, turut hadir mendampingi Wabup Samosir mengikuti acara, kepala SKPD antara lain Kadis Budpora Gomgom Naibaho, Camat Pangururan Dumosch Pandiangan, Ketua FKTM Pak Siska Naibaho dan Ketua FKDM Samosir Jabarang Simbolon, pimpinan Bank Mandiri cabang Samosir, Pembuat Soal dan Narasumber dari USU Medan, insan pers, dan para undangan lainnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia