KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiPernyataan "Orang Tua yang Terlalu Over-Protektif Hasilkan Anak Pandai Berbohong" oleh : Felita Budiman
18-Jan-2017, 15:23 WIB


 
 
Pernyataan
KabarIndonesia - Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Maka, wajar saja bila orangtua memberikan perlindungan yang maksimal kepada anaknya. Untuk memberikan perlindungan kepada anak adalah hal yang sah- sah saja, mengingat banyaknya pelaku kejahatan di luar sana. 
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Yang Maha Mendengar 17 Jan 2017 15:26 WIB

Senyuman Sedu Dibalik Hujan 16 Jan 2017 19:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Resep Bakso Ikan Tenggiri 27 Des 2016 13:53 WIB

 

Mitigasi Ala Masyarakat: Bencana Besar Tetap Potensial

 
IPTEK

Mitigasi Ala Masyarakat: Bencana Besar Tetap Potensial
Oleh : Berthy B Rahawarin | 14-Nov-2011, 15:28:57 WIB

KabarIndonesia - Menyusul gempa 6,4 SR di kepulauan Maluku Utara pagi ini, rangkaian kegempaan di sejumlah patahan aktif di wilayah Indonesia terjadi sebaiknya diinformasikan secara standar. Melakukan antisipasi  dengan kecemasan adalah sikap berlebihan. Tetapi, menyampaikannya secara bombastis seperti disampaikan Andi Arif, stafsus Presiden untuk Mitigasi bencana, juga malah menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Tetapi, suka tidak suka, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) tetap perlu menyampaikannya. Mungkin masyarakat tidak mengetahui antisipasi dan persiapan Tim Mitigasi bencana gempa.  Karena itu, informasi media perihal kegempaan tetap perlu mendapat sikap dan komentar dalam rangka tugas mitigasi bencana. Karena, masyarakat secara luas telah menyadari wilayah Nusantara sebagai "cincin api".

Masyarakat mudah berspekulasi soal Gempa dan tsunami Aceh tgl. 26 Desember 2004 berkekuatan 9 SR, dapat dikatakan berantai dengan bencana gempa di Manokwari, Minggu 4 Januari 2004 (02.43 WIT). Pada bencana dinihari waktu setempat itu, tercatat empat orang tewas dan delapan luka parah, dan puluhan luka ringan. Kekuatan gempa berkisar 7,6 SR dan gempa susulan 5,2 SR.   
Para ahli kegempaan atau letusan gunung cenderung menghindari spekulasi rangkaian kegempaan dalam hubungan sebab akibat. Toh, pada kenyataan rangkaian kegempaan atau letusan gunung mudah dan lumrah dispekulasikan masyrakat.   

Dalam bulan Novemberi telah terjadi gempa di beberapa tempat. Di Nusa Dua, Bali, terdapat Gempa 5,2 SR di kedalaman, 4/11/2011, 21.59 waktu setempat, di kedalam 70 Km. Penduduk Nusa Dua sempat dibuat panik. Keesokan harinya, tgl 5 November, terjadi gempa dengan kekuatan 5,4 SR di Ujung Kulon, Banten, pkl 04.31 di kedalaman 10 Km.  Kembali gempa terjadi keesokan harinya Minggu lalu (tgl 6/11), di Merak Banten, pada 5,2 SR, kedalaman 159 Km, pkl 11.41.     

Gempa di Maluku Utara hari ini (14/11), pkl 11.05 WIB, mencapai 6,4 SR di kepulauan Sanan dan Labuha, di kedalaman 10 Km, di perairan perbatasan Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Informasi rantai kegempaan dan perhatian publik secara wajar, diperlukan tanpa panik. Tapi, juga tidak dengan sikap apatis dan pandang remeh. Sikap wajar perlu, yaitu antisipatisi secara wajar. Itu tugas Tim Mitigasi Bencana.   
Jangan terlalu banyak berharap pada Tim Mitigasi Bencana di bawah Andi Arif. Masyarakat luas perlu melakukan swa-mitigasi, persiapan lingkungan dan kearifan lokal.

BMKG dan Tsunami Mentawai   

Kita bahkan punya pengalaman buruk, bahwa ketika gempa dan tsunami Mentawai, Sumatera Barat, tahun 2010. Awal mula terjadinya sunami mentawai berawal dari gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (7,7 SR versi USGS) mengguncang kawasan Mentawai, Sumatera Barat, pada pukul 21.42 WIB, dimana gempa tersebut dinyatakan berpotensi tsunami, kemudian pada sekitar pukul 22.38 WIB, peringatan tsunami dicabut dan dinyatakan nihil. 

Seorang warga Australia Rick Hallet melaporkan hal sebaliknya dan menjadi saksi peristiwa tsunami yang diperkirakan setinggi tiga meter yang terjadi setelah gempa Mentawai.

Pengakuan yang dimuat SkyNews Australia, Selasa 26 Oktober 2010, mencengangkan dunia. Hallet mengisahkan tragedi yang dialaminya, saat warga negara Indonesia tertidur lelap ketika itu. Tentu, kita tidak sekedar berulah seperti komentar ketua DPR RI dari Fraksi Demokrat Marzuki Ali, yang menuai kecaman itu.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016oleh : Eliyah Acantha Manapa
08-Jan-2017, 13:46 WIB


 
  Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016 Seekor Kerbau yang badannya dilukis pada Toraja National Art Festival 2016. Kegiatan Toraja National Art Festival ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Tantangan Persatuan dan Kesatuan 18 Jan 2017 16:14 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
 

 
 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia