KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiBerkat di Balik Wabah Corona oleh : Fida Abbott
09-Apr-2020, 01:17 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tahun 2020 ini merupakan tahun bersejarah bagi dunia. Siapa yang tak kenal Covid-19? Makhluk kasat mata ini menjadi populer di mana-mana saat ini. Dia bukan pahlawan dunia yang umumnya dikenang sepanjang masa melainkan sebuah musuh yang dikenal oleh masyarakat
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemunafik 05 Apr 2020 16:00 WIB

Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Menguak Keajaiban Dunia Sejati (2): Benarkah Kita Melihat Semesta Melalui Mata?

 
IPTEK

Menguak Keajaiban Dunia Sejati (2): Benarkah Kita Melihat Semesta Melalui Mata?
Oleh : Tonny Djayalaksana | 28-Des-2019, 17:50:04 WIB

KabarIndonesia - Jika pada tulisan "Menguak Keajaiban Dunia Sejati (1)" saya telah mengungkapkan adanya 100 keajaiban yang ada dalam tubuh seorang manusia, yang mana sesungguhnya tentu tidak terhitung jumlahnya.

Dengan demikian, kalau tidak ada keajaiban yang ada dalam tubuh manusia, lalu manusia tersebut dengan apa bisa menyaksikan keajaiban-keajaiban yang berada di luar tubuh manusia itu sendiri?   Berikut ini ada artikel dari penulis Pesan Semesta yang sangat bagus dengan judul: BENARKAH KITA MELIHAT SEMESTA MELALUI MATA KITA?   

Sahabatku... Kita tidak melihat menggunakan kedua mata kita. jutaan sel syaraf di dalam mata bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan ke otak, bagaikan kabel yang mentransfer data tanpa henti. Cahaya yang dipantulkan dari sebuah benda melewati lensa di dalam mata dan menimbulkan citra bayangan dengan posisi terbalik pada retina yang terletak di belakang bola mata. Setelah terjadi proses kimiawi yang ditimbulkan oleh sel-sel kerucut dan batang di retina, penglihatan ini pun berubah menjadi impuls listrik.   

Impuls listrik ini dikirimkan melalui sambungan-sambung di dalam sistem syaraf ke belakang otak. Otak lalu mengonversi aliran ini menjadi sebuah penglihatan tiga dimensi yang penuh makna.  Nyatanya fisiologi penglihatan adalah sebuah proses kerja jasad yang luar biasa. Tanpa pernah gagal, cahaya dikonversikan menjadi sinyal-sinyal listrik.   Kita hanya menyaksikan berkat adanya aliran listrik, menakjubkan bukan? Langit biru yang sama-sama kita saksikan, buku yang kita baca ini, kekasih yang kita kagumi bisa terlihat hanya karena jasad ini mampu menterjemahkan aliran-aliran listrik super cepat ini.   

Kita bersama-sama memandang semangkok besar buah-buahan di bawah ini dengan warna yang berlainan. Begitu juga dengan satu vas bunga-bungaan disampingnya. Kita melihat warna-warni semesta yang berlainan. Kita juga meniru warna-warni semesta dan membuat pewarna kimiawinya, ratusan pigmen untuk pewarna industry telah kita buat.   

Tapi lagi-lagi apa itu warna? Warna-warna terbentuk di dalam otak kita. Otak kita menterjemahkan gelombang-gelombang elektromagnetik yang memiliki berbagai amplitude (panjang gelombang) dan frekuensi. Yang sampai dan dikelola oleh otak kita adalah energy dari berbagai gelombang elektromagnetik.   

Selama ini kita menyebutnya cahaya, tapi lagi-lagi cahaya itu adalah energy. Apa yang kita sebut cahaya terdiri dari gelombang-gelombang elektromagnetik dan partikel-partikel energy yang disebut atau photon.  Ketika photon ini mencapai retina, maka kita mulai bisa menangkap apa itu yang disebut cahaya.   Jadi cahaya adalah suatu bentuk energi yang diinputkan mata seseorang. Ketika energi itu sampai kedalam visual cortex, maka kita pun melihat dunia yang berawarna. Saat cahaya memenuhi retina, proses penglihatan dimulai.   

Sekitar 60 tahun yang lalu, para ilmuwan menemukan bahwa bidang reseptif setiap sel penglihatan diaktifkan ketika cahaya mengenai daerah kecil di tengah lapangan dan terhambat ketika cahaya mengenai daerah di sekitar pusat. Jika cahaya menutupi seluruh bidang reseptif, sel merespons dengan lemah.   

Penglihatan dimulai dengan cahaya yang melewati kornea dan lensa, yang bergabung untuk menghasilkan gambar yang jelas dari dunia visual pada selembar fotoreseptor yang disebut retina. Seperti dalam kamera, gambar pada retina terbalik: Objek di atas proyek tengah ke bagian bawah dan sebaliknya. Informasi dari retina - dalam bentuk sinyal listrik - dikirim melalui saraf optik ke bagian otak yang lain, yang pada akhirnya memproses gambar dan memungkinkan kita untuk melihatnya. 

Dengan demikian, proses visual dimulai dengan membandingkan jumlah cahaya yang menyerang daerah kecil retina dengan jumlah cahaya di sekitarnya. Informasi visual dari retina diteruskan melalui nukleus geniculate lateral thalamus ke korteks visual primer - selembar jaringan tipis (kurang dari sepersepuluh inci tebal).   

Korteks visual adalah daerah kortikal utama otak yang menerima, mengintegrasikan, dan memproses informasi visual yang disampaikan dari retina. Letaknya di lobus oksipital korteks serebral primer, yang berada di wilayah paling posterior otak.   Otak mengekstrak informasi yang relevan secara biologis pada setiap tahap dan mengaitkan pola penembakan populasi neuron dengan pengalaman masa lalu.   

Bagaimana jasad ini memahami dan menterjemahkan energy memang masih terlalu canggih untuk dipahami. Bagaimana jutaan sel-sel yang terlalu kecil ini menyatu dan membuat seperangkat organ canggih ini. Sekumpulan organ yang bekerja seperti sihir yang mampu menyulap semua energy semesta menjadi makna yang sungguh memang sangat bermakna.   

Tapi lagi-lagi kalau kita mampu mengakui kalau seperangkat organ penglihatan terbentuk dari jutaan sel, berarti kita juga sudah siap mengakui kalau sel-sel itu hanyalah energy. Kita adalah energy yang melihat dengan menggunakan energy. Sungguh segalanya hanyalah energy SANG PENCIPTA.   

Bagaimana tidak sahabatku.... Pertanyaan pembukanya: Dari manakah asalnya semua blok-blok molekul ini???   Setelah keadaan muncul dari ketiadaan yang mana memunculkan energi dan waktu yang terus berfluktuasi dalam ruang, maka energi terus berfluktuasi, bergerak tanpa henti sampai memunculkan molekul-molekul berlainan dan beraneka rupa. Molekul-molekul yang diciptakan oleh gerakan energi inilah yang nantinya membuat dan membentuk seluruh materi semesta.   

Jadi singkatnya semesta ini adalah molekul-molekul hasil bentukan energi. Setiap bentukan pasti harus ada yang membentuk atau membuatnya terbentuk bukan? Harus ada SANG PEMBUAT. Kalau segalanya adalah energy, lalu dari energy ini bermunculan molekul-molekul primordial berarti memang harus ada yang merancang segala molekul-molekul itu agar membentuk kehidupan yang bermakna.   

Secara canggih molekul membentuk materi yang beragam bentuk dengan beragam campuran. Ini menunjukkan kepada kita seni yang paling agung mengagumkan yang ajaib. Kenapa ajaib karena molekul adalah atom. Semua molekul dibangun dari blok atom. Apel yang kita lihat apel hanyalah tersusun dari atom. Kenapa kita tidak melihat apel sebagai atom hanya karena atom sangat-sangat kecil.   

Kita adalah susunan molekul, jasad ini dan apa yang diinput - proses dan outputkan adalah juga molekul. Secara canggih molekul membentuk materi yang beragam bentuk dengan beragam campuran. Ini menunjukkan kepada kita seni yang paling agung mengagumkan yang ajaib. Kenapa ajaib karena molekul adalah atom. Semua molekul dibangun dari blok atom. Atom tersusun dari subatomic partikel. Dan partikel terbentuk dari energi. Inilah semesta yang kita lihat.   

Lalu benarkah kita melihat semesta melalui mata kita? atau kita hanyalah semesta yang melihatNYA. Bukankah yang kita lihat adalah energi dan dengan energi?   Selama ini kita percaya dengan penglihatan kita. Detik ini juga kita sedang membaca dengan melihat. Tidak ada yang salah dengan penglihatan kita, yang ada mungkin kita tidak menyadari bagaimana kita melihat, dengan apa kita melihat dan atas SIAPA kita melihat.   

Akhir kata sahabatku... Mulailah menyadari apa , bagaimana dan siapa dibalik penglihatan ini. Tidakkah itu adalah kesempurnaan yang indah.   Salam Semesta.    

Membaca uraian yang dipaparkan tulisan di atas, jadi sangatlah tepat kalau ada hadits Qudsy yang menerangkan bahwa:   
1. Barang siapa yang kenal dirinya, maka sungguh dia kenal Tuhannya. (Man Arrofa Nafsahu, Faqod Aroffa Robbahu).   
2. Manusia itu rahasiaKu dan Aku adalah rahasianya. (Alinsanu Sirri Wa Anna Siruhu).   
3. Allah Itu Gaibnya Manusia, Dan Manusia Adalah Manifestasinya Allah. (Allahu Batinul Insan, Al Insanu Dhohirullah).   
4. Aku Mengenal Tuhan Dengan Tuhan (Aroftu Robbi Bi Robbi)     

Selain  itu, ada juga beberapa ayat dalam Al-Quran yang mengungkapkan Allah telah berfirman sebagai berikut:    
1. Aku dekat lebih dekat dari urat lehermu.   
2. Allah adalah Tuhan yang meliputi segala manusia.   
3. Kemana saja kamu memalingkan wajahmu akan menjumpai Aku...     

Tentunya dari semua ulasan di atas tadi, yang paling Ajaib adalah Sang Keberadaan sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas... dan sterusnya.   Setiap insan manusia yang berada di muka bumi ini, dengan berbekal percikan kecerdasan dari Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, saling terkait satu sama lainnya. 

Baik sadar maupun tidak sadar semuanya saling bahu membahu membangun peradaban demi peradaban guna memakmurkan Alam Semesta berikut seisinya. Itu semua hanya dengan satu tujuan yaitu mengenali Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas. Karena semua keajaiban yang ada di semesta ini semuanya adalah manifestasi dari Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas itu sendiri.   

Jadi semuanya seperti apa yang sering saya tulis dalam beberapa artikel saya melalui sebuah pertanyaan, "Yang mana di Semesta ini yang bukan DIA?"  (*)                   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia