KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
IPTEK

Kemenristekdikti Selenggarakan Rakor Klaster Inovasi Berbasi Produk Unggulan Daerah
Oleh : Bahran Andang | 10-Sep-2017, 08:45:37 WIB

KabarIndonesia - Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti melaksanakan Rapat Koordinasi Klaster Sistem Inovasi, 8-9 September 2017 di Hotel Santika Bandung. Rapat Koordinasi dipimpin oleh Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe yang dihadiri oleh Direktur Sistem Inovasi Ophirtus Sumule dan Direktur Inovasi Industri Santoso Yudo Warsono.
Turut hadir 8 LPPM Perguruan Tinggi penerima insentif program perumusan dan pendampingan klaster sistem inovasi berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD), yaitu: ITB (Smartphone/Elektronika), Universitas Hasanuddin (Komoditas Garam dan Gula Merah), Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (Minyak Atsiri/Nilam), Universitas Tompotika Banggai (Komoditas Padi), Universitas Negeri Semarang (Mobil Desa), Universitas Samratulangi Manado (Komoditas Kelapa) dan UKI Toraja (Komoditas Kopi).
Rapat koordinasi dilaksanakan untuk mempertajam substansi dan memantau progres hasil perancangan model pengembangan klaster sistem inovasi oleh setiap lokus berbasis PUD. Pendekatan model klaster sistem inovasi dilakukan melalui peningkatan peran perguruan tinggi (university) sebagai salah satu elemen yang mempunyai peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang mampu menciptakan invensi dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal. Mendorong peran perguruan tinggi sebagai pusat unggulan yang menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri di daerah tempat perguruan tinggi tersebut berada, sehingga harapan masyarakat yang menginginkan perguruan tinggi menjadi agent of region economic development dapat terwujud.  

Peran pemerintah (government) yang optimal dalam merangsang pertumbuhan investasi bisnis, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif, dunia usaha/industri (business) yang mampu menciptakan iklim bisnis yang sehat sesuai etika bisnis, sedangkan komunitas (communities) sebagai pihak pemakai barang dan jasa atau output ekonomi lebih menyadari pentingnya memakai produk dalam negeri. 
Dirjen Penguatan Inovasi Jumaian Appe dalam sambutannnya mengatakan bahwa, "Model Pengembangan Klaster Sistem Inovasi Berbasis PUD ini adalah upaya mendorong kolaborasi dan sinergi peran serta fungsi para aktor inovasi di daerah yang dikenal sebagai ABGC (Academic, Business, Government plus Community), dalam upaya mengembangkan produk unggulan daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat." 


Dalam keterangannya, Direktur Sistem Inovasi Ophirtus Sumule menjelaskan bahwa, "Model Pengembangan Klaster Sistem Inovasi Berbasis PUD yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti ini lebih holistik dan implementatif karena tidak hanya memetakan peran dan fungsi perguruan tinggi, industri/dunia usaha, pemerintah, dan komunitas (ABGC) sebagai aktor penggerak inovasi, tetapi lebih komprehensif mengaktualisasikan komitmen antar ABGC guna terwujudnya ekosistem inovasi di daerah sebagai upaya meningkatkan prekonomian dan daya saing daerah."  
Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Dr. Kamsol, seusai menutup Rakor Klaster mengatakan bahwa model klaster sistem inovasi berbasis PUD ini dapat direplikasi untuk komoditas yang sama di  daerah lain karena pengembangan produknya dilengkapi rancangan model bisnis sesuai dengan analisis rantai nilai (value chain), rantai pasok (supply chain) dan adopsi teknologi dari hulu ke hilir. (*).                           

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia