KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top Reporter oleh : Admin
17-Aug-2019, 16:50 WIB


 
 
" width="" height="" border="0" align="left" />
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

KMP BRR Aceh Kini Memasuki Satu Dasawarsa

 
IPTEK

KMP BRR Aceh Kini Memasuki Satu Dasawarsa
Oleh : Bang Rachmad | 19-Mar-2019, 20:44:28 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Salah satu hikmah dari peristiwa gempa bumi dan tsunami Aceh yang terjadi pada hari Minggu, 26 Desember 2004 adalah lahirnya badan yang bernama BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi). Yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya nama kapal ferry untuk wilayah Balohan-Sabang dengan Ulee Lhee-Banda Aceh. Pada tanggal 23 Februari 2009 telah diresmikan kapal ferry KMP BRR oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan nilai kapal seharga Rp 26,4 Milyar.

Nahkoda Kapal KMP BRR yang pertama adalah kapten Sugianto selanjutnya pada bulan November 2010, KMP BRR dinahkodai oleh putra asli Sabang yaitu Kapten Muhammad Noer. Kapten Muhammad Noer mulai bergabung di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) sejak bulan Februari 2009, pertama menjadi mualim I dan menjadi nakhoda KMP BRR pada tanggal 30 November 2010.

Ada peristiwa penting masuknya satu dasawarsa (10 tahun) pengoperasian kapal fery KMP BRR yakni sejak 23 Februari 2009 hingga 23 Februari 2019. Pemerintah pusat Jakarta dalam hal ini Kementerian Perhubungan menyerahkan atau menghibahkan kapal fery KMP BRR kepada Pemerintah Aceh pada tanggal 11 Januari 2019.  
Pemerintah dan rakyat Aceh bersyukur karena aset yang diterima sebagai hibah dari pemerintah adalah aset yang vital yang manfaatnya langsung dirasakan oleh rakyat Aceh dalam konteks konektifitas ke pulau-pulau terluar. Untuk lebih mengoptimalkan pelayanan KMP BRR masyarakat maka aset kapal KMP BRR menjadi milik Pemerintah Aceh.

Proses hibah asset dengan nilai perolehan Rp. 26.426.603.700,- ini berlangsung beberapa lama dan dengan terbitnya surat persetujuan Menteri Keuangan Nomor S-500/MK.6/2018 Tanggal 12 Nopember 2018 perihal Persetujuan Hibah Barang Milik Negara kepada Pemerintah Daerah.
 
Penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima barang pada tanggal 11 Januari 2019 antara Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Dr. Ir. Djoko Sasono, M. Sc (Eng) dengan Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT di Kementerian Perhubungan Jakarta.

Sekjen Kemenhub Djoko Sasono menyampaikan bahwa dengan dihibahkannya kapal KMP BRR kepada Pemerintah Aceh, dapat menambah semangat untuk membangun masyarakat di wilayah kepulauan di Aceh.

Data PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) KMP BRR sendiri berkapasitas 375 penumpang, 911 GRT dan 27 unit kendaraan. Data yang tertera pada ruang nahkoda KMP BRR yaitu jumlah penumpang total 377 orang dengan 68 orang kelas ekslusif, 78 orang kelas bisnis dan 231 orang kelas bisnis, 911 GRT, 241 NRT. Ramp Door panjang 6 meter, lebar 4 meter. Panjang kapal (LOA) 61,3 meter, lebar 13,2 meter, dalam 3,9 meter, sarat air 2,8 meter. Mesin mitsubishi 2 X 809/1100 kw/ps dengan 2100 rpm. Tahun pembuatan 2008, bahan bakar diesel/solar. Untuk kendaraan (campuran) kendaraan kecil 17 unit, bis & truck sedang 4 unit, bis & truck besar 4 unit total 25 unit. Beroperasi dengan kecepatan 12 knot.
 
Untuk mengenang peristiwa tragis tenggelamnya kapal fery KMP Gurita pada 19 Januari 1996 maka sejak 19 Januari 2011 diatas kapal feri KMP BRR dilaksanakan doa bersama, yang berangkat dari pelabuhan Balohan Sabang dengan trip I jam 07:30 WIB.

Saat ini kapal fery KMP BRR melayari pelabuhan Balohan-Sabang dengan Ulee Lhee-Banda Aceh sebanyak 3 trip yaitu jam 07:30 WIB, 10:30 WIB dan 14:30 WIB. Bila musim libur anak sekolah dan libur lebaran dan akhir tahun biasanya rute pelayaran menjadi 4 trip atau tergantung situasi dilapangan.

Kapten atau nahkoda kapal fery KMP BRR Muhammad Noer mengharapkan dalam suasana sepi sebaiknya KMP BRR berjalan dua trip saja yaitu pada jam 07:30 WIB dan jam 14:30 WIB, untuk akhir pekan bisa diubah menjadi 3 trip pelayaran. Pesan lainnya dari Kapten KMP BRR adalah, jangan menyalakan mesin mobil didalam kapal, jangan merokok bisa berbahaya, jangan duduk-duduk di teralis besi pagar kapal karena ini kapal laut bukan bus kota. Kalau terjatuh dari kapal, langsung ke laut bisa mati, kalau jatuh dari bus paling luka lecet.
"Utamakan keselamatan dan jangan lupa selalu berdoa sebelum berangkat. Semoga selamat sampai ditempat tujuan masing-masing." pesan akhir sang Nakhoda.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia