KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Tarif Akan Disamakan, Konsumen Tetap Pilih Angkutan Online
Oleh : Chairil Makmun | 29-Mar-2017, 23:44:25 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Tarif angkutan umum berbasis aplikasi online bakal disamakan dengan angkutan konvensional. Sebab, akan ada tarif batas bawah dan atas. Regulasinya sedang disiapkan Kementerian Perhubungan.  Direncanakan, tarif baru mulai diberlakukan pada 1 April 2017.

Berapa pun tarifnya, konsumen akan tetap diuntungkan. Sebab, mereka punya banyak pilihan dalam menggunakan angutan.  Dalam praktinya nanti, besaran tarif akan ditentukan sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Sebab, kondisi antara Pemda yang satu dan yang lain tidak sama. Jadi, nantinya, tarif angkutan online bisa berbeda di tiap daerah. Misalnya, tariff di Jakarta tidak sama dengan Depok, Bekasi, dan Tangerang, walaupun lokasi ketiga daerah ini berbatasan.

Kementerian Perhubungan sebagai representasi pemerintah pusat hanya menyiapkan regulasi yang dapat diterapkan di semua wilayah di seluruh Indonesia. "Pemerintah sedang menyiapkan semua aturannya secara rinci sehingga memudahkan Pemda dalam menerapkannya," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (24/3/17) pekan lalu.

Selama ini asosiasi pengusaha angkutan umum konvensional memang mengeluhkan perihal regulasi yang belum mencakup angkutan online. Mereka merasa diperlakukan tidak adil. Misalnya, untuk bus dan taksi, pengusaha konvensional wajib menyediakan pul (pool) kendaraan, angkutan online tidak. Peraturan lain, seperti uji kir kendaraan, angkutan konvensional wajib melakukannya, online tidak.  

Akhirnya, angkutan berbasis online dapat menekan tarif menjadi sangat murah. Kondisi ini dinilai sangat tidak sehat yang lama-lama akan mematikan angkutan konvensional. Jika terjadi demikian, jumlah pengangguran bakal membengkak. Dikhawatirkan implikasinya meluas ke masalah sosial dan kriminal. 
 
Ketidakadilan ini pula yang memicu konflik horizontal di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Juga kota lain seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Konflik terjadi mulai dari skala kecil sampai besar, bahkan sudah ada korban jiwa. 

Pengusaha angkutan berbasis aplikasi harus mematuhi semua aturan yang tercantum dalam regulasi baru tersebut. Kalau tidak, pemerintah akan mengambil tindakan tegas. "Kami akan memberikan sanksi tegas bagi pengusaha aplikasi online yang melanggar ketentuan. Misalnya, sistem aplikasi online mereka akan diblokir," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/3/17).  

Konsumen Untung
Konsumen menyambut baik langkah pemerintah ini. "Demi keamanan konsumen, regulasi pemerintah itu sangat diperlukan," kata Nyoya Yanti, warga Pasar Minggu, Sabtu (25/3/17). Sebab, menurut dia, pernah ada kejadian, konsumen yang tidak tahu apa-apa menjadi sasaran kekerasan pengemudi angkutan konvensional yang melakukan unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu.           

"Walaupun tarif online disamakan dengan konvensional, saya tetap pilih online," kata Nyoya Nike, karyawati BUMN di Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/17).  Apa alasannya? "Keamanan lebih terjamin. Sebab, ketika kita pesan, kantor pusat perusahaan online itu tahu, dan nama kita terdaftar di sana," tuturnya.

Hanya itu? Ternyata masih ada lagi. "Pengemudi online lebih mengedepankan tata krama, etika, sopan, dan santun," kata Nyonya Anis, PNS di Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/17). "Kalau pengemudi konvensional, mereka memperlakukan kita seperti barang. Kita sering diturunin di tengah jalan, belum sampai tujuan," dia melanjutkan.

"Pengemudi konvensional sering ugal-ugalan, membahayakan penumpang," ujar Ramdan, pegawai BUMN di Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/17). "Berbeda dengan pengemudi online yang lebih berhati-hati," ujarnya lagi.

Keempat konsumen ini mengatakan memiliki kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat. Mereka sering menggunakan angkutan umum, biasanya untuk mengejar waktu atau dalam rombongan.

"Kalau ngejar waktu, saya gunakan ojek online. Kalau pergi rombongan dan harus pakai beberapa mobil, yah cari taksi online. Kan bisa pilih jenis kendaraan, mau sedan atau minibus. Kalau pake taksi konvensional, gak ada pilihan, hanya sedan," kata Ramdan.

Keempat warga ini pun merasa diuntungkan dengan hadirnya angkutan berbasis aplikasi online. "Konsumen jadi punya banyak pilihan. Makin banyak yang gunakan aplikasi online, konsumen makin senang. Sebab, tarifnya gak bisa dimaenin pengemudi, misalnya ‘spidometer kuda' yang disetel sopir," kata Nyonya Yanti.   
Konsumen lain, kemungkinan berpendapat lain, mungkin memilih angkutan konvensional atas alasan subjektif masing-masing. Yang pasti, ada keuntungan sangat penting bagi semua pihak. Jika semua angkutan diperlakukan sama atas dasar asas keadilan, keadaan akan lebih tertib, bentrok horizontal di lapangan dapat ditekan. Korban jiwa yang tak perlu pun dapat dihindarkan. (*) *)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 
Memahami Inflasi Lebih Dalam 21 Nov 2017 03:39 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia