KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
EKONOMI

Sumatera Utara Mencatat Deflasi pada bulan Mei 2018
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Jun-2018, 04:54:19 WIB

KabarIndonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara merilis bahwa pada bulan Mei 2018 terjadi inflasi sebesar minus 0,74 sementara di tahun kalender tercatat sebesar minus 0.31. Adapun secara kumulatif dari tahunan Januari sampai Mei, laju inflasi Sumatera Utara tercatat sebelas 3,59 persen (y on y).

Pemerintah dan BI terus menjaga agar inflasi setiap tahunnya sesuai dengan target yakni plus minus satu persen, sehingga pada bulan Mei 2018 tingkat inflasi tercatat 0.21, inflasi tahun kalender 1,30 dan inflasi tahun ke tahun (y o y) sebesar 3,23.

Dengan informasi seperti ini yang selalu dirilis oleh BPS, alangkah baiknya j8ka warga masyarakat mengerti dan memahami apa inflasi dan deflasi itu, dan apa pengaruhnya bagi masyarakat.

Sebagaimana dilansir laman BI secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus dalam periode satu bulan atau satu tahun. Kenaikan dari harga satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Inflasi adalah suatu kondisi ekonomi suatu daerah/wilayah atau negara dengan harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus dan terjadi penurunan nilai uang dalam negeri.

Deflasi, adalah kebalikan dari inflasi, yakni harga-harga barang secara umum dan terus menerus mengalami penurunan atau terjadi peningkatan nilai uang.
Secara lebih jelas disebutkan bahwa deflasi adalah suatu periode perekonomian dengan harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah.

Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Berbagai sumber menyebutkan bahwa salah satu cara menanggulangi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga.

Indikator yg dipakai untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.

Penentuan barang dan jasa yang masuk kategori IHK dilakukan atas dasar survey biaya hidup (SBH) yang dilakukan BPS. Kemudian BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota yakni di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang di setiap kota.

Kota Sibolga, Pematangsiantar, Medan dan Padangsidempuan adalah 4 kota di Sumatera Utara yang menjadi lokus BPS untuk melakukan survey biaya hidup (SBH) baik di pasar modern maupun di pasar tradisionalnya.

Kondisi inflasi/deflasi di Sumatera Utara pada bulan Mei 2018 yang diterima dari Rudi Harianja, kepala BPS Samosir, dari hasil survey di empat kota tersebut secara berturut dicatat daftar: nama kota, inflasi/deflasi Mei, inflasi tahun kalender dan inflasi y on y, sebagai berikut:
Sibolga: - 0,07; 0,85; 4,82. Pematang Siantar: - 0,01; 0,68; 3,23. Medan: - 0,86; - 0,51; 3,59. Padangsidempuan: - 0,55; 0,23; 3,34. Sumatera Utara: - 0,74; - 0,31; 3,59. Indonesia: 0,21; 1,30; 3,23.

Saat media ini mengonfirmasi tentang dampak inflasi bagi masyarakat khususnya buat petani, Rudi Harianja mengatakan bahwa deflasi menggambarkan penurunan harga komoditi barang dan jasa secara umum. Deflasi dan atau inflasi yang tinggi dan berkelanjutan kurang bagus bagi produsen dan konsumen.

Pantauan media ini, bahwa selama bulan Mei di kawasan danau toba khususnya di kabupaten Samosir memang terjadi penurunan harga, saat itu petani menghadapi musim panen. Akibatnya sebagian besar petani komoditi hortikultura misalnya cabe, kentang dibiarkan/tidak dipanen.

"Idealnya stabilitas harga terjamin, disinilah peran pemerintah daerah" sebut Rudi Harianja kepada pewarta kabarindonesia.com.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia