KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung Melambat
Oleh : Rahma Nurhamidah | 15-Nov-2017, 07:17:03 WIB

KabarIndonesia - Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan di Pulau Sumatera yang mempunyai potensi alam yang melimpah ruah. Apabila dilihat dari sisi pertambangannya, Bangka Belitung merupakan daerah yang potensial dengan kekayaan alam seperti timah, kaolin, granit dan pasir laut. Selain komoditas bahan galian logam dan energi, daerah ini juga mempunyai potensi sumber daya bahan galian industri yang cukup potensial dikembangkan secara komersial. Kekayaan bahan alam ini cukup beragam baik jenis, potensi maupun sebarannya di daratan dan perairan. 

Potensi lainnya juga terdapat pada sektor pertaniannya. Hutan Bangka Belitung menghasilkan berbagai jenis kayu berkualitas yang diperdagangkan keluar daerah seperti meranti, mandaru, ramin, membalong, dan kerengas. Hasil hutan ikutan lainnya adalah madu Bangka Belitung yang terkenal dengan madu pahit. Bangka Belitung juga memiliki potensi lahan perkebunan yang luas meliputi perkebunan lada, karet, kelap sawit, cengkeh dan coklat. Kegiatan usaha sektor perkebunan merupakan salah satu kegiatan usaha unggulan yang dikembangkan oleh pemerintah provinsi ini. Sesuai dengan arkeologi wilayah, komoditas perkebunan juga berpotensi untuk dikembangkan, seperi karet, kelapa sawit dan lada yang merupakan komoditas  paling dominan.
Namun, meskipun memiliki potensi alam yang berlimpah, pertumbuhan Ekonomi Kep. Bangka Belitung yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) pada triwulan III 2017 sebesar 3,69 persen justru melambat bila dibandingkan triwulan II 2017 sebesar 5,29 persen.  Dari sisi produksi, perlambatan kinerja perekonomian disebabkan karena lapangan usaha perkebunan dan perikanan mengalami kontraksi. Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung triwulan III-2017 mengalami pertumbuhan negatif (terkontraksi) sebesar 0,11 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, penurunan kinerja perekonomian disebabkan oleh penurunan produksi beberapa komoditas strategis seperti kelapa sawit, perikanan, pertambangan timah dan Crude Palm Oil (CPO) (Berita Resmi Statistik BPS Prov. Kep. Babel, 6 November 2017).

PDRB Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi patokan perekonomian disumbangkan oleh 5 sektor atau lapangan usaha yang mayoritas diantaranya didominasi oleh pertanian, kehutanan dan perikanan serta pertambangan dan penggalian. Meskipun memiliki kontribusi yang cukup besar, lapangan usaha tersebut justru memiliki pertumbuhan yang negative. Cuaca ekstrem menyebabkan produktivitas tanaman kelapa sawit menurun sehingga produksinya menjadi berkurang. 
Penurunan produksi tanaman kelapa sawit menurunkan suplai bagi Industri Crude Palm Oil (CPO) yang juga merupakan penyumbang terbesar Industri Pengolahan. Lapangan usaha Perikanan juga mengalami pertumbuhan negatif. Faktor cuaca yang tidak begitu baik menyebabkan para nelayan enggan untuk melaut. Di lain sisi, kontradiksi pertumbuhan terjadi pada pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan sebesar 1,13 persen, yang disebabkan oleh menurunnya harga pasir timah. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi produksi logam timah (Berita Resmi Statistik BPS Prov. Kep. Babel, 6 November 2017).  

Berkaitan dengan hal tersebut, produksi CPO yang berkurang serta penurunan poduksi logam timah menyebabkan penurunan drastic kontribusi sector industri pengolahan terhadap PDRB Kepulauan Babel. Padahal, sector tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kepulauan Babel yaitu sebesar 19,77 persen (Berita Resmi Statistik BPS Prov. Kep. Babel, 6 November 2017).  
Pertumbuhan ekonomi yang melambat karena melemahnya sector dengan kontribusi perekonomian terbesar perlu menjadi perhatian serius pemerintah.  Hal ini perlu disikapi lebih lanjut, terlebih lagi harga beberapa komoditi unggulan di pasaran juga menurun drastis, terlebih lagi untuk lada. Berdasarkan survey harga perdagangan besar oleh BPS Kota Pangkalpinang, Provinsi Kep. Babel, harga lada tidak pernah menginjak angka Rp 100.000,00 pada tahun 2017, setelah satu tahun sebelumnya hanya bertahan dengan angka terbesar Rp 120.000,00. Sama halnya dengan lada, karet juga mengalami pergeakan harga yang berfluktuatif selama tahun 2017. Padahal kedua komoditi tersebut merupakan sumber pendapatan utama untuk sebagian besar rumah tangga di Kep. Babel, terutama daerah kabupaten yang salah satu sector potensialnya adalah pertanian dan perkebunan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat yaitu petani, pedagang dan semua stake holder yang terkait untuk memecahkan masalah tersebut, karena solusi yang dihasilkan tidak dapat berjalan dengan sempurna tanpa adanya kerja sama. Meskipun sudah ada bantuan dari pemerintah, untuk selanjutnya pelu digalakkan untuk semua lini sector agar dapat terdorong lebih baik sehingga nantinya dapat berdampak baik terhadap  perekonomian Kep. Bangka Belitung.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia