KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalGaruda Indonesia Menerima "Passenger Airline of the Year Award - Antarbenua" oleh : Kabarindonesia
29-Mar-2015, 18:41 WIB


 
 
Garuda Indonesia Menerima
KabarIndonesia - Schiphol (Belanda), Pada tanggal 26 Maret 2015 yang lampau Schiphol (Belanda) telah memberikan berbagai macam Aviation
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kerja di Bawah Panas 24 Mar 2015 00:41 WIB

Kepada Machfud Azhari SE 23 Mar 2015 05:23 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Sepenggal Kisah Menuju Ambarawa 20 Mar 2015 14:38 WIB

 
 
EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2012 Diprediksi 6,3 - 6,7 Persen
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 21-Des-2011, 09:13:19 WIB

KabarIndonesia - Walaupun dunia terus mengalami krisis, apalagi negara-negara panik menghadapi krisis ekonomi yang menimpa negara mereka. Indonesia di perkirarakan tidak kena imbas krisis ekonomi dari negara-negara eropa tetapi harus tetap waspada. Ada sejumlah tantangan dan risiko di tingkat domestik dan global yang tetap perlu diantisipasi. Optimisme terjadi tapi ada tantangan-tantangan baik domestik maupun global.

Bila menghadapi awal tahun 2011 yang lalu tercatat sembilan tantangan dan resiko domestik yang perlu diantisipasi, yaitu tantangan atas kemungkinan terjadinya gelembung nilai aset (asset bubble) dan inflasi karena kurangnya daya serap ekonomi nasional terhadap masuknya modal asing, termasuk yang jangka pendek. Risiko terhentinya arus modal masuk dan bahkan terjadinya penarikan kembali modal masuk dalam jumlah besar. Tantangan lain adalah subsidi energi dan alokasi yang tidak efisien, risiko inflasi oleh komponen makanan, pendidikan dan ekspektasi, serta tantangan infrastruktur dan transportasi yang kurang memadai.

Empat tantangan domestik lainnya adalah peningkatan daya saing dan kualitas tenaga terdidik, daya serap atau belanja pemerintah, risiko terkait politik dah hukum serta terkait perubahan iklim, bencana alam dan krisis keuangan. Ada lima tantangan dan risiko global yang dicatat KEN (Komite Ekonomi Nasional), yaitu pemulihan ekonomi negara maju yang masih akan lama karena persoalan struktural serta persoalan geopolitik dan geoekonomi G-20, seperti penyelesaian persoalan ketidakseimbangan ekonomi dunia, perang kurs dan potensi perang Korea. Tantangan dan risiko global lainnya adalah kebijakan banjir likuiditas Amerika Serikat Quantitative Easing yang diambil dalam rangka menyelamatkan diri sendiri, dilema perang kurs dan risiko gagal bayar hutang negara-negara Eropa.

Untuk menghadapi tahun 2012 ini Presiden instruksikan jajaran pemerintah untuk menjaga sektor riil di tengah situasi krisis global dan melemahnya volume ekspor Indonesia ke luar negeri. Sektor riil dikatakan dapat menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Sektor riil yang bagus mencegah dampak pemutusan hubungan kerja. Belanja modal dan belanja barang pada tahun anggaran 2011 harus lebih dioptimalkan, belanja pemerintah dapat turut membuat perekonomian di Indonesia berjalan.Saat ini, realisasi belanja pemerintah hingga 30 November ini mencapai 71 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan akan melaju pada kisaran 6,3 persen - 6,7 persen. Namun bila tiga penyakit bangsa bisa diatasi seperti korupsi, inefisiensi birokrasi dan soal infrastruktur, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi lagi," kata Ketua Komite Ekonomi Indonesia (KEN) Chairul Tanjung.

Selama ini pertumbuhan ekonomi nasional banyak ditopang oleh hasil sumber daya alam dan konsumsi domestik. Sementara pembangunan infrastruktur di Indonesia masih jauh tertinggal. Sebaliknya ekonomi China bisa tumbuh tinggi karena pembangunan infrastrukturnya berlangsung massif.

Gejolak di pasar keuangan dunia dan resesi di kawasan Eropa berpotensi mengganggu perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekspor diperkirakan akan menurun akibat pelemahan permintaan barang dari negara maju seperti Eropa dan Amerika. Akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global, ujar Chairul, pertumbuhan ekspor akan melambat dari sekitar 15 persen menjadi 10 persen. Untuk memacu pertumbuhan domestik, pemerintah harus dapat meningkatkan penyerapan anggaran belanjanya. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ngampar Boekoeoleh : Johanes Krisnomo
22-Mar-2015, 21:44 WIB


 
  Ngampar Boekoe Sepintas, gelaran buku di Taman Pemkot Cimahi nampak seperti jualan buku bacaan, Minggu (22/03/15). Nyatanya berbeda, buku gratis dibaca, di antara lalu-lalang orang-orang yang bersantai menikmati segarnya udara pagi. Dengan jumlah buku yang sangat terbatas, beberapa anak-anak muda, mendirikan sebuah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Kritik Pendidikan Gaya Bank 24 Mar 2015 00:37 WIB

Game dan Masa Depan 22 Mar 2015 01:25 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Ginjal Sehat Untuk Semua 19 Mar 2015 11:52 WIB

 
Rambu Car Free Day Di Bogor 06 Mar 2015 21:06 WIB

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia