KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID INDONESIA 2017: Pemilihan Dua Tim Debat Bahasa Inggris untuk Mewakili Indonesia di WUPID Global oleh : Redaksi-kabarindonesia
18-Okt-2017, 01:37 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 18 Oktober 2017 – Ruang kuliah 7-6 dan 7-7 Sampoerna University Jakarta seketika berubah hening dan suasana menegang sebab Muqriz Mustafa Kamal selaku Chair Adjudicator Final round akan mengumumkan
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Perilaku Konsumen Beras Berimplikasi Terhadap Kebijakan Beras Nasional

 
EKONOMI

Perilaku Konsumen Beras Berimplikasi Terhadap Kebijakan Beras Nasional
Oleh : Heru Kismato | 06-Jun-2016, 10:18:10 WIB

KabarIndonesia - Ternyata perilaku konsumen beras di tiap daerah variatif, cenderung mempunyai selera beras lokal masing-masing. Demikian hasil riset PERHEPI (Perhimpunan Pertanian Indonesia) dalam seminar "perilaku konsumen beras" di Balai Kartini, Jakarta31/5/2016.

Menurut Perhepi, banyak daerah mempunyai tanaman padi (beras) lokal yang tak ada di daerah lain, seperti beras anak daro dan beras solok adanya hanya di Padang, juga beras bintang timur hanya ada di Malang. Dalam riset itu juga dipaparkan perlaku konsumsi pangan masyarakat yang cenderung lebih variatif dan tidak terlalu tergantung dengan beras, khususnya di tingkat sosial kelas menengah ke atas. Sedang di tingkat sosial bawah, ketergantungan akan beras masih sangat tinggi.

Seorang peserta seminar, Bp.Gestana, menguatirkan adanya perubahan perilaku masyarakat akan konsumsi beras. Beliau menyatakan bahwa masyarakat yang biasanya makan nasi kemudian memilih makan roti justru akan merugikan petani, sebab petani kita umumnya tidak  memproduksi gandum. "Alih-alih malah akan menguntungkan petani asing" sebut Bp.Gestana.

Sebenarnya untuk sekarang ini, yang perlu digalakkan lagi adalah mengembangkan budaya pangan local dan membudidayakan keanekaragaman makanan pokok daerah, bukan penyeragaman makanan pokok beras. Kita ketahui di negeri kita ada beberapa daerah yang makan pokoknya bukan beras. Jika pengembangan pangan lokal ini dilakukan maka tuntutan persediaan pangan beras yang cukup besar menurun secara nasional dapat diantisipasi dan harga pad/beraspun bisa lebih stabil.

Seminar yang di motori Bp.Dr. Bayu Krisnamurthi sebagai Ketua Perhepi, kelihatannya lebih sebagai ajang reuni para ahli pertanian juga ajang reuni alumni IPB. Namun demikian hadir juga Dr. Denni Puspa Purbasari sebagai staf ahli kepresidenan.*)

Sumber Foto: ekonomi.metrotvnews.com


Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini..!!!.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Skenario Menjatuhkan TNI 19 Okt 2017 00:54 WIB

Danau Toba Bukan Danau Tuba 14 Okt 2017 05:14 WIB

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia