KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Percepatan Ekonomi Aceh Dengan Kehadiran KEK Arun

 
EKONOMI

Percepatan Ekonomi Aceh Dengan Kehadiran KEK Arun
Oleh : Bang Rachmad | 27-Jan-2018, 11:50:26 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Salah satu roda percepatan ekonomi Aceh adalah dengan mega proyek yang bernama KEK Arun. Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe luas wilayah kawasan itu mencapai 2.622,48 hektar dengan rincian dalam Kawasan Kilang Arun Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh seluas 1.840,8 hektar, dan Kawasan Jamuan Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh seluas 199,6 hektar. Berpotensi menjadi salah satu ekosistem perairan yang kaya dan produktif dan memungkinkan menjadi basis pengembangan industri perikanan tangkap.

Dengan potensi yang dimiliki, Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe juga akan menjadi kawasan basis industri pertanian dengan dukungan komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, karet, kelapa, minyak atsiri dan lain-lain. Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun ini dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 yang ditandatangani oleh Presiden Indonesia pada 17 Februari 2017.
 
Terlihat dari lokasi geografis Aceh yang dilintasi oleh Sea Lane of Communication (SloC), yaitu Selat Malaka dan mempunyai keunggulan komparatif untuk menjadi bagian dari jaringan produksi global atau rantai nilai global. KEK yang terbentuk dari konsorsium beberapa perusahaan eksisting, yaitu PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), PT Pelindo 1, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) terdiri atas 3 (tiga) kawasan, yaitu kompleks kilang Arun, Kecamatan Dewantara serta Desa Jamuan yang merupakan lokasi pabrik PT KKA.

 KEK Arun berfokus pada beberapa sektor yaitu energi, petrokimia, agro industri pendukung ketahanan pangan, logistik serta industri penghasil kertas kraft. Dari sektor energi (minyak dan gas) akan dikembangkan regasifikasi LNG, LNG Hub/ Trading, LPG Hub/ Trading, Mini LNG Plant PLTG dengan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan atau clean energy solution provider. Infrastruktur logistik juga dikembangkan untuk mendukung input dan output dari industri minyak dan gas, petrokimia dan agro industri, melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar Internasional. Dengan potensi dan peluang yang dimiliki, KEK Arun diproyeksikan akan mencapai nilai investasi sebesar Rp 3,8 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang pada tahun 2021.
 
Hal ini dapat dilihat setelah terbit Kepres bulan september 2017. Infrastruktur dalam kawasan KEK Arun terdiri atas PT Pupuk iskandar Muda, PT Kertas Kraft Aceh, PT Asean Aceh Fertilizer, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pelabuhan Krueng Geukeuh, Pelabuhan Arun serta Ex Arun Area. Infrastruktur dalam wilayah kawasan KEK Arun terdiri atas PT Arun Port, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pelabuhan Krueng Geukeuh dan Bandara Malikussaleh. 

KEK Arun diharapkan dapat menarik investasi baru sebesar USD 3,8 miliar atau sekitar Rp 50,5 triliun hingga 10 tahun ke depan. Dengan nilai investasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan hingga 40.000 orang. Konsorsium tersebut terdiri dari PT. Pertamina, PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh. 

Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun merupakan perkembangan sangat penting bagi perekonomian di Provinsi Aceh. Di Indonesia, Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus sudah lama digagas. Tetapi dalam pelaksanaan di lapangan masih ada ditemukan kendala. Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang sedang dibentuk oleh pemerintah merupakan solusi bagi kemudahan investasi, termasuk di daerah. Karena di dalamnya melibatkan unsur Pemda yang dipimpin langsung oleh Sekda.

Investor dan pengelola kawasan industri mengeluhkan sulitnya proses perizinan di sebagian daerah. Bukan hanya sulit mendapatkan izin, tetapi juga cenderung tidak ada kepastian. Ini tidak sejalan dengan semangat pemerintah pusat yang menghendaki perizinan berusaha dipermudah.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Berusaha di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota. Tugasnya adalah mengawal dan memecahkan masalah apabila ada investor yang mengalami masalah dalam mengurus perizinan. Semua itu tertuang dalam Perpres No. 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Pengoperasian kawasan menunggu penyelesaian kelengkapan administratif, seperti penetapan badan pengelola dan pembentukan sistem pelayanan perizinan. Ketersediaan infrastruktur dan lahan tersertifikasi pada kawasan itu sudah memadai. Kunci utama kesuksesan program KEK Arun terletak pada Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP).

Dimana BUPP mempunyai tanggung jawab untuk mencari pembiayaan untuk program pembangunan serta mengelola infrastruktur yang ada di dalam kawasan seperti, penyediaan listrik, air, gas, sampah, dan lain-lain demi kelancaran operasional. Untuk menjamin kemudahan berusaha, administrator melakukan tata cara pemberian izin, perizinan, fasilitas, dan kemudahan lainnya dengan asas penyederhanaan tanpa mengurangi faktor keselamatan, keamanan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan dari kegiatan penanaman modal, mengacu kepada standar yang ditetapkan oleh lembaga/ instansi yang berwenang.
 
 Dalam acara Bisnis Forum Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe beberapa waktu yang lalu disalah satu hotel di Banda Aceh, juga terlihat banyak masukan dari segenap hadirin. Bambang Wijanarko selaku Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus memberikan paparannya tentang konsep kesiapan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe Sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Aceh.
  
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Ir.Iskandar, Msc; mengharapkan agar BUPP PT. Patriot Nusantara, Dewan Kawasan, Sekretariat dan Administrator serta institusi lainnya yang terlibat dalam pembangunan KEK Arun Lhokseumawe agar dapat memberikan perhatian khusus sehingga langkah percepatan pengoperasian kawasan KEK Arun Lhokseumawe dapat dilaksanakan dengan segera. Konsep dasar KEK adalah pemberian fasilitas pada penyiapan kawasan yang lokasinya mempunyai aksebilitas ke pasar global.
 
Kawasan tersebut diberikan insentif tertentu untuk meningkatkan daya saing dengan negara-negara disekitarnya. Dengan meningkatkan daya saing diharapkan dapat menarik investor untuk berinvestasi dikawasan tersebut.

Disini hadir juga Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko, Direktur Utama PT Patriot Nusantara Aceh, Birman Prabowo. Perusahaan ini yang berperan sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP) dan Representatif PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), T Suhatsyah. Setelah itu juga dilaksanakan kegiatan pelatihan Sekretariat Dewan Kawasan KEK Arun.

Untuk melayani izin investasi para investor mulai Januari 2018 dengan dibukanya Kantor Administrator KEK Arun di Blang Lancang, Muara Baru Lhokseumawe dan Kantor Perwakilan Administator KEK Arun di Bangka Raya, Jakarta. Kepada seluruh anggota dewan kawasan KEK Aceh yang telah ditetapkan untuk segera berperan sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah diberikan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjanaoleh : Rohmah S
17-Aug-2018, 22:49 WIB


 
  Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjana Amilia Agustin menjadi salah satu narasumber Adiwiyata Learning Center (ALC) Goes to School 2017 yang digelar oleh PT Astra International Tbk dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Oktober 2017. Ami sering kali dipercaya menjadi narasumber suatu acara, baik oleh perusahaan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia