KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Nilai Lalu Lintas Mutiara Lingkup BKIPM Bima Meningkat Tembus Rp98,2 Milyar

 
EKONOMI

Nilai Lalu Lintas Mutiara Lingkup BKIPM Bima Meningkat Tembus Rp98,2 Milyar
Oleh : Fatoni Rahman | 23-Okt-2017, 04:11:15 WIB

KabarIndonesia - Salah satu unit pelaksana teknis Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berlokasi di Kabupaten Bima. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bima memiliki wilayah kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 3 (tiga) Kabupaten/Kota dan di Provinsi NTT sebanyak 6 (enam) Kabupaten. 

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya UPT BKIPM Bima terus memperketat pengawasan pengiriman biji mutiara di beberapa wilayah kerjanya, baik melalui udara, laut maupun darat.  

Selain melakukan pengawasan yang ketat, BKIPM Bima juga gencar melakukan sosialisasi ke eksportir untuk terus melaporkan kegiatan budidaya dan pengeluaran mutiara dari Bima maupun Labuan bajo. Selain itu dalam melakukan tugasnya BKIPM Bima juga melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak terkait seperti bandar udara, pelabuhan laut, dinas perikanan setempat, WWF, Kepolisian dan  TNI AL.   

Menurut Kepala BKIPM Perwakilan Bima Arsal, S.St.Pi, M.P,  ada tiga perusahaan yang melakukan kegiatan budidaya mutiara di Labuan Bajo (NTT) yaitu PT. Cendana Indo Pearl, PT. NTT Kuri Pearl, PT. Tiara Indo Pearl dan 2 (dua) perusahaan di kabupaten Bima yaitu PT. Tirta Mas Mutiara dan PT. Bima Sakti Mutiara.  "Para eksportir melakukan pengiriman biji mutiara ke beberapa daerah untuk selanjutnya diekspor ke negara Australia dan Jepang," tuturnya.    

Lebih lanjut Arsal mengatakan bahwa kegiatan lalulintas ekspor komoditas mutiara sangat menjanjikan di pasaran karena Indonesia berpotensi menghasilkan 70% sampai 90% South Sea Pearl. Untuk itu perlu sosialisasi secara terus menerus dan melakukan pengawasan yang ketat karena masih adanya kerawanan pengeluaran yang illegal, tidak dilaporkan atau tidak tercatat. Ini membuat nilai perdagangan mutiara menjadi kecil bila dibandingkan dengan luas laut yang ada karena di ekspor langsung tanpa adanya pelaporan.


Setelah dilakukan pengawasan dan sosialisasi pada perusahaan pembudidaya mutiara pada tahun 2016, frekuensi pelaporan pengeluaran biji mutiara terus mengalami peningkatan. Sampai September 2017 peningkatan penjualan sebesar 27,73 % dengan 280,5 Kg dengan total nilai 98,2 miliar rupiah, sebelumnya pada tahun 2016 hanya 219,3 Kg dengan nilai 76,9 miliar rupiah. Kemungkinan nilai biji mutiara ini akan terus mengalami peningkatan sampai pada akhir tahun 2017.  

Kepala BKIPM Bima menyatakan bahwa terjadinya peningkatan pelaporan lalulintas komoditas biji mutiara ini terjadi setelah dilakukan sosialisasi secara intensif dan membangun komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha pembudidaya mutiara. Demikian juga adanya kunjungan secara langsung dan peningkatan koordinasi, serta kerjasama dengan pihak terkait. Kita menyadari dengan tidak adanya pelaporan hasil produksi biji mutiara selama tahun 2015 yang dikeluarkan secara illegal sehingga merugikan negara dari sisi penerimaan pajak.
"Diharapkan dengan upaya yang dilakukan,  maka tidak ada lagi pengeluaran biji mutiara yang illegal karena tidak dilaporkan sehingga akan meningkatkan pelaporan frekuensi pengeluaran mutiara dan meningkatkan devisa daerah maupun negara dari penerimaan pajak atas hasil produksi biji mutiara tersebut yang nilainya cukup besar," ujarnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia