KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahUsulan Pembentukan Wartawan Unit DPRD Tidak Dijawab Pemkab Serdang Bedagai oleh : Agus Suriadi
21-Nov-2017, 20:36 WIB


 
 
Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sergai terkait pembahasan R-APBD Sergai TA 2018, Kamis (16/11)  di gedung DPRD Sergai, Dusun II Desa Firdaus, Sei Rampah.Sambil menyampaikan pandangan umum Fraksi, tiga fraksi antara lain
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

Kontemplasi (تفكر) 23 Nov 2017 09:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nilai Lalu Lintas Mutiara Lingkup BKIPM Bima Meningkat Tembus Rp98,2 Milyar

 
EKONOMI

Nilai Lalu Lintas Mutiara Lingkup BKIPM Bima Meningkat Tembus Rp98,2 Milyar
Oleh : Fatoni Rahman | 23-Okt-2017, 04:11:15 WIB

KabarIndonesia - Salah satu unit pelaksana teknis Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berlokasi di Kabupaten Bima. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bima memiliki wilayah kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 3 (tiga) Kabupaten/Kota dan di Provinsi NTT sebanyak 6 (enam) Kabupaten. 

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya UPT BKIPM Bima terus memperketat pengawasan pengiriman biji mutiara di beberapa wilayah kerjanya, baik melalui udara, laut maupun darat.  

Selain melakukan pengawasan yang ketat, BKIPM Bima juga gencar melakukan sosialisasi ke eksportir untuk terus melaporkan kegiatan budidaya dan pengeluaran mutiara dari Bima maupun Labuan bajo. Selain itu dalam melakukan tugasnya BKIPM Bima juga melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak terkait seperti bandar udara, pelabuhan laut, dinas perikanan setempat, WWF, Kepolisian dan  TNI AL.   

Menurut Kepala BKIPM Perwakilan Bima Arsal, S.St.Pi, M.P,  ada tiga perusahaan yang melakukan kegiatan budidaya mutiara di Labuan Bajo (NTT) yaitu PT. Cendana Indo Pearl, PT. NTT Kuri Pearl, PT. Tiara Indo Pearl dan 2 (dua) perusahaan di kabupaten Bima yaitu PT. Tirta Mas Mutiara dan PT. Bima Sakti Mutiara.  "Para eksportir melakukan pengiriman biji mutiara ke beberapa daerah untuk selanjutnya diekspor ke negara Australia dan Jepang," tuturnya.    

Lebih lanjut Arsal mengatakan bahwa kegiatan lalulintas ekspor komoditas mutiara sangat menjanjikan di pasaran karena Indonesia berpotensi menghasilkan 70% sampai 90% South Sea Pearl. Untuk itu perlu sosialisasi secara terus menerus dan melakukan pengawasan yang ketat karena masih adanya kerawanan pengeluaran yang illegal, tidak dilaporkan atau tidak tercatat. Ini membuat nilai perdagangan mutiara menjadi kecil bila dibandingkan dengan luas laut yang ada karena di ekspor langsung tanpa adanya pelaporan.


Setelah dilakukan pengawasan dan sosialisasi pada perusahaan pembudidaya mutiara pada tahun 2016, frekuensi pelaporan pengeluaran biji mutiara terus mengalami peningkatan. Sampai September 2017 peningkatan penjualan sebesar 27,73 % dengan 280,5 Kg dengan total nilai 98,2 miliar rupiah, sebelumnya pada tahun 2016 hanya 219,3 Kg dengan nilai 76,9 miliar rupiah. Kemungkinan nilai biji mutiara ini akan terus mengalami peningkatan sampai pada akhir tahun 2017.  

Kepala BKIPM Bima menyatakan bahwa terjadinya peningkatan pelaporan lalulintas komoditas biji mutiara ini terjadi setelah dilakukan sosialisasi secara intensif dan membangun komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha pembudidaya mutiara. Demikian juga adanya kunjungan secara langsung dan peningkatan koordinasi, serta kerjasama dengan pihak terkait. Kita menyadari dengan tidak adanya pelaporan hasil produksi biji mutiara selama tahun 2015 yang dikeluarkan secara illegal sehingga merugikan negara dari sisi penerimaan pajak.
"Diharapkan dengan upaya yang dilakukan,  maka tidak ada lagi pengeluaran biji mutiara yang illegal karena tidak dilaporkan sehingga akan meningkatkan pelaporan frekuensi pengeluaran mutiara dan meningkatkan devisa daerah maupun negara dari penerimaan pajak atas hasil produksi biji mutiara tersebut yang nilainya cukup besar," ujarnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia