KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniJokowi Korban Hoaks Lebih Beruntung Dibanding Korban Hoaks Lain oleh : Kabarindonesia
21-Jan-2019, 11:43 WIB


 
 
KabarIndonesia - Apa yang dialami Presiden Joko Widodo sebagai korban hoaks masih belum ada apa-apanya. Bandingkan dengan korban-korban hoaks lainnya, yang sendirian. Hoaks tak butuh masuk akal. Kurang masuk akal apa lagi, katakanlah, hoaks Jokowi ada di depan D.N. Aidit
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Filosofi Kopi 20 Jan 2019 01:57 WIB

Senja Kan Berlalu 19 Jan 2019 14:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Menaker: BUMN Harus Jadi Contoh Hubungan Industrial Harmonis

 
EKONOMI

Menaker: BUMN Harus Jadi Contoh Hubungan Industrial Harmonis
Oleh : Rohmah S | 28-Mar-2018, 12:38:50 WIB

KabarIndonesia - Bandung, Serikat pekerja/serikat buruh dan manajemen perusahaan-perusahaan BUMN harus bisa menjadi contoh bagi perusahaan swasta dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja, begitu himbau Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri ketika menjadi  Keynote Speech pada acara Kongres II Federasi Serikat Pekerja Sinergi BUMN yang diselenggarakan di Bandung pada Hari Rabu (28/3/2018).
 
"Saya mendorong perusahaan-perusahaan BUMN ini bisa menerapkan norma ketenagakerjaan dengan baik, sehingga bisa menjadi contoh perusahaan-perusahaan swasta yang ada di luar sana," ujar Menteri Hanif.
 
Menaker juga mengingatkan bahwa di saat ini perkembangan zaman yang memasuki era teknologi digital yang canggih telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal hubungan industrial. Untuk itu, baik SP/SB dan manajemen perusahaan harus solid. Sehingga, dampak perubahan yang terjadi dapat diantisipasi bersama-sama tanpa merugikan salah satu pihak. Soliditas bipartit yang dijalin juga akan memperkuat SP/SB dalam memperjuangkan gerakannya.

"Agar memastikan gerakan buruh semakin kokoh, kuat, dan solid," ujar Menaker penuh harap. Menurut Hanif sendiri, ada dua hal yang bisa dijadikan indikator peningkatan gerakan SP/SB.
 
Pertama, jumlah keikutsertaan pekerja dalam organisasi SP/SB terus meningkat dari waktu ke waktu.
 
Sayangnya, hal inilah yang menurut Menaker perlu menjadi perhatian bersama oleh seluruh stakeholder. Karena keikutsertaan pekerja ke dalam organisasi SP/SB justru cenderung menurun.
 
"Karena di awal reformasi ada sekitar 9 juta buruh yang ikut Serikat Pekerja. Hari ini tinggal tersisa sekitar 2,7 juta," jelas Menaker.
 
Kedua, sejalan dengan perkembangan jumlah perusahaan di Indonesia, maka jumlah SP/SB pun selayaknya meningkat. Hal ini yang bisa dijadikan modal untuk membangun perjuangan SP/SB kedepan
 
Menaker Hanif memaparkan, saat ini, jumlah perusahaan di Indonesia terus meningkat hingga kurang lebih 230 ribu perusahaan. Namun justru sebaliknya, jumlah SP/SB malah menurun. Dari sekitar 14 ribu SP/SB di Indonesia, kini tercatat hanya ada sekitar 7 ribu SP/SB saja. Oleh karenanya, ia mendorong perusahaan BUMN untuk meningkatkan keikutsertaan pekerjanya ke dalam organisasi SP/SB.

"Jadi pastikan untuk mendorong semua pekerja di BUMN itu dapat masuk ke Serikat Pekerja," ujar Menaker.
 
Di luar kepesertaan SP/SB, Menaker juga mendorong agar SP/SB dan manajemen BUMN membudayakan dialog sosial. Dialog sosial ini, ujarnya, tidak hanya sebagai sarana untuk menyusun Perjanjian Kerja Bersama atau peraturan perusahaan saja. Dialog sosial juga dijadikan sebagai sarana untuk membicarakan persoalan ketenagakerjaan lainnya. Termasuk, membicarakan perkembangan industri yang memiliki implikasi terhadap hubungan industrial.
 
"Saya percaya dialog sosial itu menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan hubungan industrial yang harmonis di perusahaan," harapnya menutup sambutan. (*)
 
Sumber berita/foto: Biro Humas Kemnaker

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia