KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Olah RagaJadwal Piala Dunia 2018 oleh : Badiyo
13-Jun-2018, 04:50 WIB


 
 
KabarIndonesia – Pesta sepak bola terakbar di dunia akan segera dimulai. Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan di Russia mulai tanggal 14 Juni hingga 15 Juli 2018.

Sebanyak 32 tim nasional akan berlaga di putaran final Piala Dunia 2018.
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

Surat Untuk Wakil Rakyat 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Laju Inflasi Diakhir Tahun
Oleh : Gunoto Saparie | 23-Des-2017, 05:06:40 WIB

KabarIndonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan kondisi ekonomi Indonesia sepanjang Desember 2017 tidak menciptakan dorongan terhadap inflasi yang tinggi. Bahkan, inflasi Desember 2017 diperkirakan tak lebih dari 0,42 persen. Pada pekan-pekan akhir Desember terdapat momen perayaan Natal serta Tahun Baru 2018.

Mengacu pada pernyataan Kepala BPS, Suhariyanto, secara tahunan memang permintaan masyarakat diperkirakan mencapai puncaknya pada Desember dan tren itu selalu berulang setiap tahunnya. Akan tetapi, kondisi pada tahun ini agak sedikit berbeda dari biasanya. Hal itu karena sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilnya harga pangan yang selama ini menyumbang besar inflasi terus dilakukan.

Memang, untuk prediksi sepanjang Desember barangkali kita bisa bercermin dari capaian November yang inflasinya jauh lebih rendah dari periode yang sama tiga tahun lalu. Meskipun demikian, BPS memprediksi bahwa kemungkinan sepanjang Desember 2017, tekanan inflasi masih dirasakan dari beberapa komoditas bahan pangan, seperti cabai merah dan beras. Dua komoditas ini sumbangannya terhadap inflasi cukup besar, namun terus dikendalikan. Perkiraan inflasi Desember dan keseluruhan 2017, BPS menilai masih di kisaran target pemerintah bahkan lebih rendah yaitu 3 persen dan di bawah 4 persen.

Benar, ada kecenderungan kenaikan harga menjelang Hari Raya Natal dan Tahun 2018. Komoditas yang diberikan prioritas adalah beras, gula dan minyak goreng. Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, pemerintah berkomitmen untuk menjaga pasokan dan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal. Satuan Petugas (Satgas) Pangan kembali dikerahkan guna meneruskan klaim sukses Lebaran lalu.

Memang, spekulasi penahanan pasokan bahan pokok kerap terjadi menjelang Hari Raya Natal,  sehingga menyebabkan kelangkaan. Akan tetapi, peningkatan kebutuhan bahan pokok saat Natal biasanya tidak setajam Lebaran. Meski begitu, Satgas Pangan tetap memantau stok dan harga bahan pokok, terutama di wilayah timur Indonesia. Rencana aksi monitor distribusi stok pasokan dan harga mulai 1 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018. Lokasi utama pengawasan ada di Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Sulawesi Utara, Papua Barat, Maluku, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara. Lokasi lain yang menjadi fokus adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa timur, dan Bali. Langkah yang dilakukan oleh Satgas Pangan adalah edukasi, pencegahan, dan penegakkan hukum.

Sebagian masyarakat memang akan lebih banyak melakukan aktivitas pembelanjaan (pengeluaran) untuk sejumlah kebutuhan di akhir tahun, terutama menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018. Misalnya, seperti pembelanjaan kebutuhan pokok, makanan jadi, pakaian, aksesoris, perhiasan, transportasi, dan pembelanjaan lain-lain yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi. Kebiasaan semacam ini sudah menjadi gaya hidup konsumerisme pada umumnya masyarakat di Indonesia.

Inflasi menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 boleh dikatakan merupakan fenomena perekonomian. Hal ini karena lonjakan inflasi tidak selalu terjadi di setiap bulannya, melainkan hanya terjadi menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, selain di bulan Ramadan dan Lebaran. Lonjakan inflasi bukan bersumber dari pasokan barang-barang kebutuhan pokok, melainkan didorong oleh semakin tingginya ekspektasi atas tingkat kesejahteraan.

Hari-hari ini setelah suku bunga acuan Amerika Serikat dipastikan naik, fokus utama pasar akan mengarah pada kelanjutan kebijakan reformasi pajak di negeri Paman Sam itu. Kurs rupiah pun berpotensi melemah terhadap dolar AS selama momen tersebut berlangsung. Saat ini mayoritas pelaku pasar optimistis kebijakan tersebut akan resmi diberlakukan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Presiden Donald Trump dalam konferensi pers sebelum agenda Federal Open Market Commitee berlangsung. Trump menyatakan, baik senat maupun parlemen hampir mencapai kata sepakat terkait RUU reformasi pajak AS.

Dari dalam negeri, setelah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, belum ada lagi agenda atau rilis data ekonomi yang bisa menunjang pergerakan rupiah di pasar selama pekan depan.  Kemungkinan rupiah akan mengalami pelemahan sepanjang pekan depan di level Rp 13.520-Rp 13.620 per dolar AS. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS terjadi akibat penantian pasar terhadap keputusan The Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga acuan AS.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buka Puasa Bersama di Aula Katedral Jakartaoleh : Rohmah S
01-Jun-2018, 01:15 WIB


 
  Buka Puasa Bersama di Aula Katedral Jakarta Sebagai wujud dari aksi untuk menguatkan toleransi, persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan, mengusung tema "Gereja Katedral dan Kerja Bakti Demi Negeri" menggelar Buka Puasa Bersama yang diadakan bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2018.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Peradaban Barat dan Timur 22 Mei 2018 13:51 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia