KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Komisi IX: Tersentil Susu Kental Manis, BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat

 
EKONOMI

Komisi IX: Tersentil Susu Kental Manis, BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat
Oleh : Rohmah S | 09-Jul-2018, 10:55:09 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Mengawasi ribuan produk obat, kosmetik dan makanan yang beredar di seluruh Indonesia bukanlah perkara mudah.

Ditambah lagi dengan masuknya produk-produk melalui sistem online membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus mengoptimalkan peran masyarakat dalam hal pengawasan.

Dibutuhkan sistem yang mempermudah pelaporan apabila masyarakat menemukan kejanggalan pada produk makanan, obat maupun kosmetik yang dikonsumsi.  Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI Yusuf Macan Effendi di Jakarta (7/7).

Menurutnya, masyarakat memiliki fungsi ketahanan yang bisa dioptimalkan oleh BPOM. Oleh karena itu BPOM harus sering melakukan sosialisasi tentang keberadaannya kepada publik. 

"Sejauh ini yang mengenal BPOM adalah pelaku industri. Masyarakat belum sepenuhnya terpapar informasi tentang fungsi BPOM sebagai lembaga yang mengawas dan membina terkait obat, kosmetik dan makanan."  

Menurut politisi Partai Demokrat ini, peran BPOM dalam mengawasi produk-produk yang sudah beredar (post market) sudah sangat optimal.   

"Kita sering mendengar BPOM melakukan penggerebekan, penyitaan produk ilegal, pengungkapan pabrik obat palsu, dan sebagainya. Pada tahapan ini peran BPOM sudah bagus. Yang perlu dioptimalkan lagi perannya adalah tahap pre market yang menyangkut penelitian bahan baku dan pengajuan izin edar, termasuk kajian kelayakannya."  

Terkait Susu Kental Manis (SKM) yang menjadi sorotan publik, anggota dewan yang akrab dipanggil Dede Yusuf ini menegaskan bahwa iklan-iklan telah salah memposisikan SKM sebagai makanan pengganti susu bayi.  

"Waktu kami rapat, kami sudah minta untuk diberi petunjuk dalam bentuk label bahwa ini bukan untuk balita. BPOM sendiri pun mengeluarkan edaran untuk mengedukasi publik bahwa SKM bukan untuk bayi enam bulan."  

Sementara itu, menurut Syarief Darmawan, dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan  Kementerian Kesehatan Jakarta II, definisi susu kental manis yang tepat adalah didasarkan pada rumusan dari Codex Alimentarious Commission, yaitu produk susu berupa cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan air dari campuran susu dan gula sehingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.  

"Codex merupakan lembaga di bawah FAO yang acuannya sudah menjadi standart di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan ketentuan Codex, susu kental manis bisa juga merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula. Dan gula yang ditambahkan harus dapat mencegah kerusakan produknya. Produk kemudian dipasteurisasi dan dikemas secara kedap atau hermetis."  

Menurutnya, peraturan Codex tentang standart kandungan protein dalam susu kental manis tidak kurang dari 6.5 persen (plain) sudah terimplementasi dalan Peraturan Kepala BPOM No 21 Tahun 2016.  

"Jadi BPOM sendiri sudah mengikuti definisi internasional tentang SKM. Hanya dalam kasus ini, persoalannya bukanlah tentang SKM itu sendiri, melainkan iklan yang salah menginformasikan bahwa susu kental manis sebagai produk susu yang bisa dikonsumsi untuk anak-anak di bawah tiga tahun. Padahal sebagai bahan makanan tambahan yaitu pemanis." 

BPOM, tambahnya, harus lebih banyak turun ke lapangan untuk mengedukasi produsen dan konsumen, khususnya di tingkat provinsi-provinsi. Sejauh ini BPOM sudah cukup baik dalam hal penanganan kasus produk yang merugikan masyarakat.  

"Porsi edukasi lapangannya yang perlu ditambah lagi intensitasnya," tutupnya. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buat Bit Untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia