KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
EKONOMI

Kelompok Tani Panen Besar Jadikan Samosir Swasembada Beras
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 18-Mei-2018, 11:33:53 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Bupati dan Wakil Bupati Samosir melakukan panen padi bersama kelompok tani berkarya kecamatan Palipi, Jumat (11/05). Demikian dikabarkan Humas Pemkab Samosir dalam relisnya kepada media di Samosir.

Dikabarkan pada panenan ini, turut hadir dan ambil bagian anggota DPRD Samosir Viktor Simbolon, jajaran pemkab diantaranya Asisten II Saul Situmorang, Kadis Pertanian Erkanus Simbolon, Kadis Ketapang, Sekretaris Kominfo, Kadis Koperindag, Kadis Satpol PP, Kepala BPS, Danramil Palipi, Camat Palipi serta kabag Humas dan kerjasama.

Pada kesempatan itu, ketua kelompok tani Berkarya Sudiwanto Sitohang mengatakan bahwa kelompok tani Berkarya berhasil mengembangkan padi jenis baru dengan umur 100 hari, diatas lahan 12 rante. Kelompok Berkarya memetik hasil panen sebesar 8, 1 ton gabah kering panen.

Sudiwanto menyebut bahwa dalam pengembangan pertanian, kelompok tani yang dipimpinnya masih menghadapi kendala terutama modal kerja dan alsintan. Seraya mengucapkan terimakasih, dia menyampaikan keluh kesah yang dihadapi kelompoknya kepada Bupati Samosir dan Wakil Bupati Samosir. "Kami menginginkan adanya keringanan biaya traktor dalam pengolahan lahan dan butuh mesin pemanen padi (Combine Harvester). Karena, sewaktu panen sangat kewalahan untuk mencari tenaga kerja." sebut Sudiwanto.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon langsung menanggapi dan menyatakan akan memenuhi permintaan tersebut. Bupati berjanji pada tahun 2018 akan memberikan bantuan 'Combine Harvester' (mesin pemanen padi). Mengenai keringanan biaya traktor, Rapidin sangat mendukung dan pasti mewujudkannya.

Selanjutnya Rapidin Simbolon menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung kelompok tani yang rajin dan bekerja keras. "Pengembangan pertanian saat ini menjadi perhatian pemkab Samosir," kata Bupati Samosir. Dia meminta para Camat dan Kepala Desa untuk memberi perhatian serius pada pengembangan pertanian sesuai visi misi pemerintah daerah.

Informasi yang disampaikan Bupati Samosir melalui jaringan WA kepada media, bahwa ada dua kelompok tani yang baru melakukan panen besar yakni Kelompok tani Dosroha yang berada di desa Palipi dan poktan Berkarya Sigaol Simbolon Kec Palipi.

"Mereka sdh mandiri dan mampu membeli alat-al pertanian utk kebutuhan mereka sendiri luar biasa.dan sbg wujud suka cita mereka, dgn tulus iklas mereka memberikan "boras sipir ni tondi' (red: tepung tawar) utk Pemkab Samosir. Kami terharu utk ini semua. ternyata petani itu hatinya sangat mulia, mari kita dukung Petani" sebut Rapidin di akhir WAnya.

Bupati Samosir juga menyatakan bahwa pada bulan Mei 2018 ini Samosir telah mencapai swasembada beras, hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan panen besar kelompok tani pada musim panen yang sedang ramai.

"SAMOSIR SWASEMBADA BERASS, itulah yg kami capai sekarang ini..bulan Mei sekarang ini adalah puncak kebahagiaan dari petani kami. Mereka euforia berpesta mengucap syukur kepada Tuhan yg Maha Kuasa atas panen yg melimpah, mereka juga tdk lupa berterimakasih," kata Rapidin mengapresiasi kinerja petani.
Sementara itu sebagaimana pernah diberitakan berbagai media bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Samosir mencatat produksi beras pada 2017 mengalami kenaikan 0,2% dibanding 2016, dari 37.818 ton menjadi 37.885 ton. Hal ini diakui Kepala Dinas Pertanian Samosir, Erkanus Simbolon, Kamis (22/3/2018) dengan menyebutkan pada 2016 luas tanam padi 4.776,6 hektar dengan luas panen 8.231 hektar. Sedangkan pada 2017 luas tanam padi 9.627,6 hektar dengan luas panen 7.661,2 hektar.

Dikatakannya, meski kabupaten Samosir surplus beras, tetapi masih tetap mendatangkan beras miskin (raskin). Hal itu dikarenakan, para petani padi yang berhasil di Samosir, menjual hasil padi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan membeli raskin yang harganya jauh lebih murah.

"Kita surplus akan beras, tapi masih beli raskin. Ini dikarenakan, petani berhasil tetap menerima raskin, dan hasil panen dijual untuk kebutuhan rumah tangga. Dan sebenarnya, beras Samosir, banyak yang diekspor keluar daerah, tetapi diperdagangkan kembali ke Samosir setelah dikemas," katanya.

Menanggapi dikatakannya Samosir surplus dan swasembada beras, seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebut identitasnya, pernah duduk sebagai legislator di Samosir menyatakan bahwa secara realitas dan jujur, Samosir belum mencapai swasembada beras.

"Saya melihat bahwa hasil panenan atau produksi padi petani masih bergerak normal seperti tahun sebelumnya bahkan tahun 2015 sampai 2016 petani kita di Samosir mengalami gagal panen akibat musim kemarau-paceklik, ditambah lagi luas lahan sawah belum bertambah," sebutnya.

Dia mengutip pengertian daerah swasembada yakni daerah yang sudah dapat mencukupi kebutuhannya sendiri, tidak bergantung kepada daerah lain dalam jangka waktu tertentu. Bahkan akhir-akhir ini di tingkat Nasional, swasembada dinilai tak tercapai karena beberapa kali importasi masih jadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Di akhir perbincangan dengan jurnalis media ini, mantan anggota DPRD Samosir ini berharap pihak Pemerintah Daerah di sektor pertanian, agar sungguh-sungguh melakukan kajian yang mendalam atas berbagai permasalahan pertanian dan pangan di Samosir ini.

"Kesimpulan atau pernyataan yang disampaikan pada publik hendaknya disertai data-data sehingga menumbuhkan tingkat kepercayaan masyarakat dan bukti kesungguhan pemerintah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat." harapnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia