KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kadin Aceh dan Tantangannya Dibawah Pimpinan Makmur Budiman

 
EKONOMI

Kadin Aceh dan Tantangannya Dibawah Pimpinan Makmur Budiman
Oleh : Bang Rachmad | 08-Jul-2019, 09:50:41 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Kadin Aceh baru saja menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Kadin Aceh di Kyriad Muraya Hotel Aceh, sekaligus telah terpilih ketua umum Kadin Aceh yaitu Makmur Budiman.

Dalam pembukaan acara Musprov  VI Kadin Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh,18 Juni 2019, tercetus banyak hal yang menjadi tantangan Kadin Aceh ke depan, antara lain:

1. Lapangan golf yang berada dibawah pemerintah Aceh belum terkelola dengan baik, perlu investor untuk membangun kembali industri golf Aceh, agar para pengolf nasional dan pengolf Internasional bisa bermain golf di Aceh.

2. Industri Unggas Ayam, saat ini telur yang ada di Aceh didatangkan dari provinsi tetangga dengan omset sebesar Rp 1 Trilyun per tahun. Bila dikelola dengan baik, ayam petelur di kabupaten Aceh Besar maka minimal Rp 3 Milyar bisa diserap masyarakat Aceh.

3. Industri hotel di Sabang, saat ini belum ada hotel di Sabang yang bisa menampung tamu dengan jumlah diatas 500 kamar. Sektor perhotelan di Sabang harus dikembangkan untuk menampung tamu yang berwisata ke Sabang.

4. Kadin Aceh agar mencetak saudagar baru, khususnya saudagar yang akan bergerak di sektor industri dan perdagangan yang berwawasan nasional, regional dan global.
Nantinya mereka yang akan melakukan investasi membangun sentra industri yang mengolah komoditas unggulan Aceh serta bisa menjadi mitra terpercaya dari investor nasional atau asing yang menanamkan modal di Aceh.

Untuk menggenjot perdagangan dan menambah kontribusi sektor industri pengolahan, pemerintah Aceh telah membangun kawasan-kawasan yang dapat menjadi peruntukan investasi seperti Kawasan pelabuhan bebas dan Perdagangan bebas Sabang, Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe, Kawasan Industri Aceh Ladong dan Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo.

Selain itu, tantangan bagi  Ketua umum Kadin Aceh yang baru yaitu:Pertama, program konsolidasi organisasi guna memperkuat keberadaan Kadin Aceh serta meningkatkan kapasitas anggota Kadin. Terjadinya sinergi antar dunia usaha, pemerintah dan perguruan tinggi, dalam membangun perekonomian di Aceh. Investor akan investasi di daerah Aceh jika ada tiga faktor yang mempengaruhi, pertama membuka akses mobilisasi orang dan barang.
Kedua, pelabuhan yang dilengkapi sarana pendukung memadai dan ketiga, bandar udara berkelas nasional atau regional. Kadin Aceh agar dapat bekerja cepat dan fokus pada pengembangan sektor perdagangan dan industri. Untuk investasi besar saat ini, jangan hanya jadi wacana calon investor saja. Ada investasi masuk tapi belum ada yang terealisasi.

Serta tantangan yang lain adalah membentuk delegasi perdagangan/perwakilan Kadin Aceh di Thailand, Malaysia, Andaman, dan Nicobar supaya mempermudah monitoring perdangangan. Dan tantangan terakhir adalah membuka semua sarana komunikasi lintas sektoral agar segala hambatan dapat teratasi.

Tanda-tanda kebangkitan sektor ekonomi di Aceh dapat terlihat dengan banyaknya para pebisnis dan rekanan Kadin Aceh hadir dalam acara pembukaan Musprov VI Kadin Aceh hingga lebih 500 orang, gedung Anjong Mon Mata penuh sesak hingga tamu penuh di halaman luar gedung.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia