KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Maret 2017 oleh : Redaksi-kabarindonesia
29-Mar-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Eliyah Acantha Manapa Sampetoding atau sering dipanggil Antha, lahir di Ujung Pandang (Kota Makassar), Sulawesi Selatan, 19 November 1991. Antha berdarah Toraja.
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Indofood dan PepsiCo Lalai Cermati Eksploitasi Buruh di Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia?

 
EKONOMI

Indofood dan PepsiCo Lalai Cermati Eksploitasi Buruh di Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia?
Oleh : Wahyu Ari Wicaksono | 13-Jun-2016, 02:25:23 WIB

KabarIndonesia - Pengerusakan hutan hujan, perampasan tanah rakyat dan masyarakat adat, juga emisi Gas Rumah Kaca (GRK) besar- besaran akibat pengeringan dan pembakaran lahan gambut demi diproduksinya Conflict Palm Oil (Minyak Sawit yang Bermasalah), terus menjadi sorotan utama dunia internasional dalam beberapa tahun belakangan ini.   Namun, kondisi kerja dan kehidupan buruh perkebunan kelapa sawit hampir tidak pernah dikaji atau pun didiskusikan secara mendalam. Karena buruh tinggal di daerah yang terisolir secara geografis dengan mobilitas sosial maupun ekonomi yang sangat terbatas, kisah mereka terkubur di dalam perkebunan kelapa sawit yang terletak di wilayah terpencil di mana mereka hidup dan bekerja.  

Akan tetapi, belakangan ini semakin banyak laporan dari masyarakat sipil, peneliti independen dan wartawan investigasi yang menguak tabir persoalan yang dihadapi buruh kelapa sawit. Laporan-laporan tersebut menyoroti pola pelanggaran hak-hak buruh yang berat di perkebunan kelapa sawit di berbagai belahan dunia. Minyak Sawit yang Bermasalah adalah minyak sawit yang diproduksi secara illegal atau berkaitan dengan pelanggaran hak buruh atau hak asasi manusia, pengrusakan hutan hujan secara terus menerus, maupun ekspansi di lahan gambut yang kaya karbon.   Sejumlah masalah yang timbul sehubungan dengan Minyak Sawit yang Bermasalah mendorong banyak perusahaan dalam rantai pasok minyak sawit untuk mengadopsi kebijakan minyak sawit yang bertanggung jawab.  Kebijakan ini berisi komitmen perusahaan untuk memproduksi dan menyuplai minyak sawit yang tidak berkaitan dengan pelanggaran hak-hak buruh, deforestasi, ekspansi di lahan gambut yang kaya karbon, maupun pelanggaran hak asasi manusia (HAM).  

PepsiCo, sebagai perusahaan makanan ringan dengan distribusi terluas di seluruh dunia dan pembeli minyak sawit utama, merupakan salah satu perusahaan yang baru- baru ini mengadopsi kebijakan tersebut.  Setelah mendapat banyak tekanan dari konsumen dan masyarakat sipil, pada bulan September 2015 PepsiCo mengadopsi revisi kebijakan minyak sawit yang menjabarkan praktik-praktik produksi minyak sawit bertanggung jawab bagi para pemasoknya.  Khususnya terkait persoalan hak buruh, dinyatakan bahwa pemasok minyak sawit PepsiCo wajib berpegang teguh pada Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, mematuhi hukum yang berlaku, melarang praktik kerja paksa, kerja wajib atau penggunaan buruh anak, mengikuti praktik rekrutmen yang etis, menghormati kebebasan berserikat, [dan] mengakui hak semua buruh termasuk buruh temporer, buruh migran dan buruk kontrak.  

Meskipun kebijakan tersebut menekankan penghormatan terhadap hak-hak buruh dan perlindungan terhadap hutan juga lahan gambut Ber-Stok Karbon Tinggi (SKT), sayangnya kebijakan PepsiCo tersebut masih memiliki celah, yaitu tidak mengharuskan joint venture partner-nya (Mitra Bisnis), Indofood – salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia, perusahaan makanan terbesar di Indonesia, dan produsen tunggal produk PepsiCo di Indonesia
–untuk mengikuti persyaratan yang sama dalam penggunaan minyak kelapa sawit pada pembuatan produk- produk PepsiCo.   

Kelalaian ini berarti minyak sawit yang diproduksi dan disuplai oleh Indofood untuk membuat produk PepsiCo di Indonesia tidak diharuskan untuk mematuhi standar perlindungan terhadap lingkungan dan sosial yang sama seperti produk yang diproduksi langsung oleh PepsiCo.   

Untuk memahami dampak dari pengecualian ini terhadap buruh kelapa sawit, sebuah tim dari sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) Internasional Rainforest Action Network (RAN), bekerjasama dengan Organisasi Penguatan dan Pengembangan Usaha-usaha Kerakyatan (OPPUK) serta International Labor Rights Forum (ILRF) telah melakukan investigasi tentang kondisi kehidupan dan kerja buruh di 2 (dua) perkebunan kelapa sawit yang dimiliki dan dikelola oleh mitra bisnis PepsiCo yaitu Indofood, di bawah anak perusahaan perkebunannya PT. PP London Sumatra Tbk (Lonsum), yang berlokasi di pulau Sumatera, Indonesia. 

Investigasi dilakukan pada bulan September dan Oktober 2015 menghasilkan temuan bahwa Indofood dan PepsiCo memiliki peran terselubung terhadap eksploitasi buruh di Indonesia.  Mereka menemukan masih adanya anak yang dipekerjakan sebagai buruh, upah dibawah upah minimum yang ditetapkan pemerintah, minimnya perlindungan kesehatan bagi buruh, terutama buruh bagian perawatan yang bekerja dengan menggunakan pestisida berbahaya seperti paraquat, ketergantungan jangka panjang pada buruh temporer untuk mengerjakan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan produksi, kehadiran serikat yang didukung oleh perusahaan yang menghalangi kegiatan serikat buruh independen, serta pelanggaran lainnya menyangkut sektor ketenagakerjaan.   

Namun ketika dikonfirmasi oleh tim peneliti mengenai hasil temuan tersebut, Indofood maupun PepsiCo menolak tuduhan tersebut, walaupun tim peneliti telah mengajukan data yang disertai foto-foto dilapangan yang cukup nyata. (*)         Sumber Foto: Laporan Riset Investigasi RAN, OPPUK dan ILRF
   
Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini!  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

 
Presiden Kagumi Dalihan Natolu 28 Mar 2017 12:23 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia