KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 
 
EKONOMI

Fintech Bertumbuh Pesat di Indonesia
Oleh : Sigit Darmawan | 03-Feb-2018, 14:13:55 WIB

KabarIndonesia - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) dan Fintech Australia turut ambil bagian dalam  Indonesia-Australia Digital Forum yang diselenggarakan tanggal 31 Januari sampai 1 Februari 2018 di Jakarta, sebagai kegiatan besar tekfin untuk membangun hubungan Indonesia-Australia lebih jauh. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Indonesia untuk membuka area kerjasama baru dan membangun momentum bagi terhubungnya jejaring komersial Australia dengan ekosistem ekonomi digital Indonesia yang dinamis dan bertumbuh pesat.

Para pelaku usaha tekfin serta pejabat regulator memaparkan pandangan serta analisa mereka mengenai perkembangan industri tekfin, evolusi ekosistem tekfin Indonesia dan Australia, serta harapan terhadap kolaborasi eksosistem tekfin di masa depan. Turut hadir dalam acara tersebut adalah  Simon Cant (Founding Partner of FinTech Australia), Dr. Iskandar Simorangkir, SE, MA  (Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI),  Fitri Hadi (Direktur Inovasi Keuangan Digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  Karaniya Dharmasaputra  (Sekretaris Umum, Asosiasi Fintech Indonesia), serta  M. Ajisatria Suleiman  (Direktur Eksekutif Kebijakan Publik, Asosiasi Fintech Indonesia).   

Sumber daya manusia merupakan salah satu tantangan dalam industri fintech, mengingat industri fintech di Indonesia masih baru. Pada awal masuknya industri fintech di Indonesia (sekitar tahun 2010 - 2011), Perusahaan fintech sering menghadapi kesulitan untuk mencari talen yang berpengalaman dan berpotensi. Salah satu strategi yang dilakukan adalah mempekerjakan generasi milenial yang belum berpengalaman namun memiliki keinginan tinggi untuk belajar mengenai teknologi digital. Di sisi lain pekerja fintech Australia memiliki pengalaman dan keahlian yang lebih tinggi, namun pekerja Indonesia juga tidak kalah berpotensi karena mereka merupakan pekerja keras, dan lebih mudah bekerja sama.

Untuk mencapai sumber daya yang lebih berdaya, mengubah sistem Pendidikan bukanlah cara yang mudah. Strategi yang dilakukan oleh industri adalah menyasar pada pusat data institusi pendidikan tinggi, dimana mahasiswa dapat memperoleh pengajaran yang lebih aplikatif. Cara lain adalah dengan memberikan sertifikasi, atau membuka kelas-kelas yang terbuka bagi komunitas. Australia saat ini memiliki industri fintech yang telah berkembang lebih mapan, efektif dan berpengalaman. Namun, di satu sisi, pertumbuhan industri fintech di Indonesia tidak kalah berkembang, dimana perusahaan start-up sangat aktif dalam mencari pendanaan.   

Dalam berbagai diskusi, terungkap bawah orang-orang Indonesia yang berada di Australia tidak sabar untuk kembali ke Indonesia karena terdapat begitu banyak kesempatan. Meskipun dari sisi regulasi belum ada kepastian, Karena regulator ingin mengetahui apa yang terjadi sebelum memberikan izin atau membuat peraturan. Oleh karena itu, startup butuh untuk melaporkan kegiatan dan perkembangan mereka. 

Sementara itu, dari sisi investor, banyak uang yang mengalir di dan ke Indonesia. Banyak venture capital yang ingin berinvestasi. Akan tetapi, ini bukan hanya soal uang. Startup tekfin ingin nilai lebih yang dapat diberikan oleh investor. Mereka mencari investor yang tepat yang dapat memberikan kesempatan-kesempatan, seperti mengambil bagian dalam pasar yang sedang tumbuh.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia