KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniUrgensi Mengemballikan Pelajaran PMP di Sekolah oleh : Adolf Roben Lanapu
17-Feb-2019, 21:19 WIB


 
  KabarIndonesia - Dalam satu dekade ini terjadi perubahan besar pada lingkungan budaya di masyarakat, yang dipengaruhi oleh perkembangan pesat teknologi informasi dan persaingan industri elektronik. Murah dan mudahnya memiliki gadget canggih seperti smartphone berperan merubah perilaku masyarakat yang awalnya lebih
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
KPK "Banding" Vonis JB Kotjo 15 Feb 2019 11:05 WIB

 
Hujan Lakukan Padaku 16 Feb 2019 12:08 WIB

Lika Liku Cinta 16 Feb 2019 05:24 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Edukasi Keuangan Juga Tanggungjawab Pelaku Fintech

 
EKONOMI

Edukasi Keuangan Juga Tanggungjawab Pelaku Fintech
Oleh : Setyo Sudirman | 17-Jul-2018, 16:36:02 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Selain prinsip perlindungan konsumen, literasi keuangan masyarakat Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016, saat ini indeks literasi keuangan sebesar 29,7%, meningkat dari yang sebelumnya sebesar 21,8% pada tahun 2013. Meski angka ini terbilang kecil, diharapkan dapat terus meningkat ke depannya.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, Sondang Martha Samosir menegaskan isu tersebut baru dapat ditangani apabila seluruh aspek masyarakat mampu bekerja sama dengan baik. Tugas untuk mengedukasi masyarakat di bidang keuangan tidak hanya menjadi tanggung jawab OJK sebagai regulator tetapi juga para pelaku industri, termasuk pelaku fintech ini yang telah memberi kemudahan dalam berbagai urusan keuangan masyarakat.

"Masyarakat perlu tahu produk dan layanan yang legal dan diawasi oleh regulator sehingga mereka bisa terhindar dari penipuan atau kejahatan keuangan," tegasnya di acara Indonesia Fintech Fair 2018 yang berlangsung di Center Atrium Mal Taman Anggrek, Jakarta 13-15 Juli 2018.

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran mengapresiasi adanya produk dan layanan fintech yang menggabungkan antara jasa keuangan dengan teknologi, sehingga mendorong terjadinya perubahan dari model bisnis konvensional menjadi lebih moderat.

"Apabila dulu transaksi pembayaran harus dilakukan dengan bertatap muka dan membawa uang cash, saat ini dapat dilakukan dimana saja secara cashless dan dalam waktu yang cepat. Tentunya hal ini sejalan dengan upaya mendorong keuangan inklusif. Produk dan layanan fintech juga semakin berkembang dan variatif sehingga memberikan opsi kepada masyarakat, tinggal bagaimana para pelaku berupaya untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko, serta perlindungan konsumen, sehingga memberikan benefit bagi masyarakat luas," ujar Kepala Grup Teknologi Finansial, Kerjasama dan Komunikasi Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Erwin Haryono.

Salah satu peserta Indonesia Fintech Fair 2018 adalah platform IPOTPAY. IPOTPAY adalah platform keuangan yang memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan pembayaran (kartu kredit, BPJS Kesehatan, PLN, dan belanja di e-commerce), pembelian (tiket, pulsa, token PLN), top-up e-wallet (GoPay, GrabPay, T-Cash, Mandiri e-Cash, OVO, PayPro), gratis biaya transfer ke semua bank tanpa limit dan penarikan uang tunai via ATM.

Dana 'idle' yang ada di IPOTPAY ditempatkan pada reksadana pasar uang (money market fund) secara otomatis untuk mendapatkan imbal hasil (return) maksimal 10% per tahun. Tingkat return ini jauh lebih tinggi dari bunga tabungan di bank yang hanya di bawah 1% per tahun.

Brand Manager IPOTPAY, Mattheus Raharja menegaskan selama acara Fintech Fair 2018 ini, IPOTPAY menerima lebih dari 120 pendaftaran akun baru.
"Kita merupakan salah satu yang terdepan dalam inovasi, dalam IPOTPAY ini tidak ada biaya administrasi, tidak ada pajak bunga, dan return up to 10 persen per tahun yang didapatkan harian."(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Marc Marques Juara Dunia MotoGP 09 Feb 2019 02:01 WIB


 

 
 

 
 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia