KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalForum Promoter 2018 POLRI: Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 (1) oleh : Rohmah S
23-Mei-2018, 12:15 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara.

Pangan memiliki peran dan fungsi vital bagi bangsa dan Negara Indonesia.
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Laju 10 Kilometer 22 Mei 2018 14:44 WIB

Ranting Putih 22 Mei 2018 14:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Beda Hemat dan Pelit

 
EKONOMI

Beda Hemat dan Pelit
Oleh : Setyo Sudirman | 15-Aug-2017, 02:01:09 WIB

KabarIndonesia - Kita tentu pernah dikata-katai "pelit" dari teman, sahabat dan kenalan kita. Entah mengapa, banyak dari kita terlalu gampang menuduh teman, sahabat dan kenalan dengan kata-kata ini, padahal kita tak tahu persis kondisi keuangannya. Antara pelit dan hemat, kita tak pernah peduli.

Jadinya tak heran, kata pelit itu lebih gampang nyosor dari mulut kita untuk mereaksi seseorang yang tak mau mentraktir, tak mau berbagi hingga tak mau memberi tanpa melihat konteks dan kondisi riilnya.

Pelit jelas kosa kata negatif yang bila diucapkan bisa menyakitkan lawan bicara. Kata pelit berkonotasi negatif dengan merujuk pada kata kikir alias tidak suka memberikan sesuatu pada orang lain.

Uniknya, dalam pergaulan sehari-hari, kata pelit ini bisa menjadi semacam senjata yang digunakan untuk mendesak atau "memaksa" seseorang agar mau mentraktir, membeli atau memberikan sesuatu.

Orang yang kikir biasanya tidak disukai yang lain. Ketika hendak membantu yang lain, ia banyak berpikir karena takut uangnya berkurang. Saat bencana pun, orang yang tergolong kikir tak mau mau memberi bantuan. Kalau pun ikut memberi bantuan, nominalnya sangat kecil. Bisa saja ia beralasan ogah membantau sesama yang sedang terkena bencana karena merasa belum kaya. Begitulah gambaran orang kikir.

Berbeda dengan orang yang kikir, mereka yang hemat itu menggunakan uang dengan cermat dan hati-hati supaya tidak lekas habis. Pada praktek pergaulan dan kehidupan sehari-hari, orang yang hemat tak jarang juga jadi sasaran tembak kata-kata pelit. Hebat dan kikir itu campur-aduk.

Orang yang hemat itu biasanya memiliki perencanaan dan pengelolaan uang yang baik. Ia mampu mengelola keuangannya dengan bijak tatkala harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bayar tagihan bulanan, menabung hingga investasi.

Menjadi hemat dengan dituding kikir tentu lebih baik daripada menjadi tidak kikir alias royal, tapi ternyata keuangannya acak-kadul. Nah, menjadi hemat di era digital seperti saat ini tidak lah sulit. Banyak platform modern yang memudahkan kita untuk mengalokasikan dana-dana yang kita miliki seperti Platform IPOTPAY.

Fintech ini memberikan kemudahan untuk bayar, beli dan transfer uang dengan jadwal yang rapi sekaligus memberikan imbal hasil sebesar 7-9 % pertahun untuk dana yang tersimpan di dalamnya. Hemat dengan platform modern membuat keuangan pribadi terkelola dengan baik. (*)

Sumber Foto
: furkoni.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Rayakan Ramadhan, Shopee Ajak Pengguna Berbelanja dan Beramal di Bulan Suci Rezki Yanuar, Brand Manager Shopee Indonesia memaparkan kampanye Ramadhan Shopee dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2018.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Peradaban Barat dan Timur 22 Mei 2018 13:51 WIB


 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 
Tempat Sampah Pintar 17 Mei 2018 22:48 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia