KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Beda Hemat dan Pelit

 
EKONOMI

Beda Hemat dan Pelit
Oleh : Setyo Sudirman | 15-Aug-2017, 02:01:09 WIB

KabarIndonesia - Kita tentu pernah dikata-katai "pelit" dari teman, sahabat dan kenalan kita. Entah mengapa, banyak dari kita terlalu gampang menuduh teman, sahabat dan kenalan dengan kata-kata ini, padahal kita tak tahu persis kondisi keuangannya. Antara pelit dan hemat, kita tak pernah peduli.

Jadinya tak heran, kata pelit itu lebih gampang nyosor dari mulut kita untuk mereaksi seseorang yang tak mau mentraktir, tak mau berbagi hingga tak mau memberi tanpa melihat konteks dan kondisi riilnya.

Pelit jelas kosa kata negatif yang bila diucapkan bisa menyakitkan lawan bicara. Kata pelit berkonotasi negatif dengan merujuk pada kata kikir alias tidak suka memberikan sesuatu pada orang lain.

Uniknya, dalam pergaulan sehari-hari, kata pelit ini bisa menjadi semacam senjata yang digunakan untuk mendesak atau "memaksa" seseorang agar mau mentraktir, membeli atau memberikan sesuatu.

Orang yang kikir biasanya tidak disukai yang lain. Ketika hendak membantu yang lain, ia banyak berpikir karena takut uangnya berkurang. Saat bencana pun, orang yang tergolong kikir tak mau mau memberi bantuan. Kalau pun ikut memberi bantuan, nominalnya sangat kecil. Bisa saja ia beralasan ogah membantau sesama yang sedang terkena bencana karena merasa belum kaya. Begitulah gambaran orang kikir.

Berbeda dengan orang yang kikir, mereka yang hemat itu menggunakan uang dengan cermat dan hati-hati supaya tidak lekas habis. Pada praktek pergaulan dan kehidupan sehari-hari, orang yang hemat tak jarang juga jadi sasaran tembak kata-kata pelit. Hebat dan kikir itu campur-aduk.

Orang yang hemat itu biasanya memiliki perencanaan dan pengelolaan uang yang baik. Ia mampu mengelola keuangannya dengan bijak tatkala harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bayar tagihan bulanan, menabung hingga investasi.

Menjadi hemat dengan dituding kikir tentu lebih baik daripada menjadi tidak kikir alias royal, tapi ternyata keuangannya acak-kadul. Nah, menjadi hemat di era digital seperti saat ini tidak lah sulit. Banyak platform modern yang memudahkan kita untuk mengalokasikan dana-dana yang kita miliki seperti Platform IPOTPAY.

Fintech ini memberikan kemudahan untuk bayar, beli dan transfer uang dengan jadwal yang rapi sekaligus memberikan imbal hasil sebesar 7-9 % pertahun untuk dana yang tersimpan di dalamnya. Hemat dengan platform modern membuat keuangan pribadi terkelola dengan baik. (*)

Sumber Foto
: furkoni.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia