KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
KAMI MASIH PUNYA RASA MALU 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
DESAINER SANG PEMUJA SETAN! 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
INTERNASIONAL

WHO Peringatkan Dunia Virus Corona Tidak Akan Hilang
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 15-Mei-2020, 15:03:04 WIB

KabarIndonesia - Bagai petir di siang bolong, menggelegar di bumi dengan adanya berita yang tak disangka-sangka tentang pandemi Virus corona (covid-19). Disaat Virus corona telah memicu kekhawatiran dan rasa takut banyak orang, pun tidak tahu sampai kapan akan berakhir.

Dan sampai saat ini vaksin Covid-19 ini belum ditemukan dan masih diteliti banyak ahli. Malah dikatakan organisasi kesehatan dunia WHO sebut virus corona tidak akan hilang sama seperti HIV.

Hal ini diberitakan Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO melalui Direktur Kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan pada konferensi pers virtual di Jenewa, Rabu (13/5/2020) kemarin.

Seperti dilansir BBC.com, Dr Ryan memperingatkan agar siapa pun tidak mencoba memprediksi kapan virus akan hilang. Dia juga menambahkan, jika vaksin ditemukan, pengendalian virus tetap akan membutuhkan upaya besar-besaran.

"Penting untuk dipahami bahwa virus ini dapat menjadi virus endemi lain dan mungkin tidak akan pernah hilang," kata Dr Ryan.

Dr Ryan dari WHO juga menambah bahwa virus corona layaknya HIV yang belum hilang sampai saat ini. Sehingga, dia tidak mempercayai siapa pun yang dapat memprediksi kapan penyakit ini akan hilang. Saat ini, ada lebih dari 100 vaksin potensial yang sedang dalam pengembangan.

Dr Ryan mencatat, ada penyakit lain, seperti campak, yang masih belum hilang, padahal ada vaksin untuk penyakit tersebut. Lebih lanjut dikatakannya bahwa Alissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan adanya kemungkinan untuk mengendalikan virus melalui berbagai upaya. "Semua ada di tangan kita, semua orang, dan kita semua harus berkontribusi untuk menghentikan pandemi ini," ujar Dr Tedros.

Ahli epidemiologi WHO, Maria van Kerkhove, juga menyampaikan hal yang sama. "Kita perlu memiliki pola pikir bahwa perlu waktu untuk keluar dari pandemi ini," ucapnya.

Muncul banyak pernyataan tajam WHO ketika beberapa negara mulai secara bertahap melonggarkan lockdown. Selain itu, dilema para pemimpin negara untuk kembali membuka perekonomian juga disorot WHO.

Dr Tedros memperingatkan, tidak ada cara yang pasti untuk mengurangi pembatasan tanpa memicu gelombang infeksi kedua. "Banyak negara ingin keluar dari langkah-langkah yang berbeda," kata ketua WHO itu. "Namun, rekomendasi kami adalah negara mana pun harus tetap waspada pada tingkat setinggi mungkin," lanjutnya.

Senada pernyataan itu Dr Ryan mengatakan: "Ada beberapa pemikiran ajaib bahwa lockdown bekerja dengan sempurna dan mengakhiri lockdown akan sangat bagus. Dan keduanya penuh dengan bahaya,"

Dikabarkan, virus corona telah menjangkiti 212 negara dan menginfeksi 4.429.884 penduduk dunia. Wabah mematikan ini juga telah membunuh 298.174 orang di berbagai negara.

Sementara itu, pakar penyakit menular ternama di Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci, memperingatkan bahwa prototipe vaksin virus corona dapat membuat kondisi pasien Covid-19 menjadi lebih parah. Fauci menyampaikan peringatan itu saat memberikan kabar terbaru tentang upaya mengembangkan vaksin pada sidang Senat AS online, Selasa (12/5/2020).

"Saya harus memperingatkan bahwa ada juga kemungkinan konsekuensi negatif, dimana vaksin tertentu benar-benar dapat meningkatkan efek negatif dari infeksi," kata Fauci. Ia kemudian menjelaskan, dalam beberapa kasus, orang yang divaksinasi terhadap suatu kondisi dapat berakhir dengan tertular virus.

Mereka pikir, mereka telah terlindungi. Padahal sebaliknya, mereka dapat sakit parah dengan menderita penyakit Covid-19. "Ada sejumlah vaksin, ketika vaksin menginduksi respons sub-optimal dan saat orang tersebut terpapar, mereka memiliki patogenesis yang ditingkatkan penyakit," ujarnya.

Namun demikian, Fauci mengatakan, contoh seperti itu sangat jarang dan hanya terjadi pada dua vaksin sebelumnya yang dikembangkan untuk virus lain. Ia juga menekankan, masalah yang paling penting mengenai vaksin adalah kemanjurannya.

Vaksin yang berhasil memiliki kemampuan untuk memberikan hasil yang diinginkan, yakni pencegahan infeksi virus corona. "Kemanjuran adalah mengenai seberapa bertahankah efektivitasnya," ucap Fauci mengakhiri penjelasannya. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
Agama Nano Nato 30 Mei 2020 00:58 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia