KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB


 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 

Pelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku

 
INTERNASIONAL

Pelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku
Oleh : Tonny Djayalaksana | 09-Okt-2019, 05:21:04 WIB

KabarIndonesia - Melalui perenungan diri, saya berharap akan bisa lebih menghayati agama dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-hari. Saya memastikan diri bahwa menjadi Mualaf merupakan suratan dari jalan hidup saya, dan setelah menjadi mualaf saya merasakan perubahan 180 derajat. Ketika dulu hidup penuh kebebasan, tiba-tiba seperti ada rem "disk break". Kehidupan saya jauh lebih teratur, dan takut melanggar aturan-aturan dan hal-hal yang dilarang agama. Alhamdulillah, saya menjadi rajin mengerjakan apa yang diperintahkan oleh agama.

Kelak, sebagai mualaf saya akan mengutamakan kepada pelayanan. Berusaha untuk terus berbuat baik untuk kepentingan alam semesta ini. Saya sungguh sadar bahwa kehadiran saya di alam semesta ini hanya untuk menebar kedamaian dan kasih sayang bagi penghuni semesta ini dengan satu tujuan mewujudkan eksistensi Sang Maha Segala Maha, yakni Allah SWT.     

Pada 15 hari terakhir bulan Ramadhan tahun 2018, menjelang waktu Shalat Subuh sekitar pukul 03.00 dini hari setelah selesai Shalat Tahajud, antara tidur dan setengah tidur saya tiba-tiba mendapatkan suara sangat halus seperti ada orang yang mengajak saya dialog.        

Selesai mendapatkan pengalaman tersebut, saya hanya bisa duduk termenung, badan lemas dan air mata hangat mengalir terus. Saat itu, saya punya niat dan ingin menulis, tapi rasanya tangan saya tidak mampu untuk digerakan hingga sampai waktu Shalat Subuh tiba.         

Setelah mendapatkan pengalaman pada malam itu, saya lebih bisa merasakan kehadiran Sang Maha Hidup dan kesadaran saya lebih meningkat. Hingga pada beberapa hari berikutnya setelah mendapatkan pengalaman spritual tersebut, saya tergerak hati memanfaatkan waktu untuk menuliskan semua kejadian yang dirasakan, baik itu pandangan mata mapun dialog dengannya.       

Setelah mendapatkan pengalaman dan kesaksian nyata, saya tergerak untuk menulis buku "Aku bersaksi Allah Maha Nyata" dalam kurun waktu 11 hari. Awalnya ketika saya menjalankan aktivitas sehari-hari, saya merasakan sesuatu di dalam tubuh dan jiwa ada getaran-getaran Ilahi. Sungguh seumur hidup saya, saya baru merasakan seperti ini.       

Allah telah memberi kebebasan kepada seluruh makhluk termasuk manusia beserta entitas lainnya untuk hidup di semesta ini. Namun sejatinya yang disebut dengan kebebasan tersebut, telah lebih dulu dibatasi oleh dimensi bernama "ruang dan waktu". Jadi, sebebas-bebasnya semua aktivitas yang dilakukan oleh setiap makhluk termasuk manusia beserta entitas lainnya, tetap dalam kontrol Tuhan/Allah melalui "ruang dan waktu" tadi. Tidak mungkin kebablasan.            

Demikian juga semua aturan main yang dibuat oleh manusia yang ada di belahan dunia ini. Tidak mungkin ada yang sempurna, karena semuanya dibatasi oleh "ruang dan waktu". Adapun sesuatu yang serba sempurna itu hanyalah milik Tuhan/Allah. Sang Keberadaan sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas semata.       

Sesungguhnya semua manusia di muka bumi ini, tahu persis keindahan-keindahan yang diciptakan Allah, melalui tangan manusia yang Dia kehendaki. Sayangnya sedikit sekali yang bisa menyadarinya. Mungkin karena di dalam benaknya sudah terpatri pemahaman, bahwa kehidupan yang abadi itu "nanti" di akhirat, dan sumber segala kebahagian dan kenikmatan itu adanya juga "nanti" di surga.       

Hal ini membuat mereka-mereka itu tidak sadar, sesungguhnya pada saat ini juga mereka itu sedang menyaksikan sekaligus menikmati karya-karya Allah yang tidak terhitung ragam modelnya. Dan semua ini adalah realita, sesuai dengan satu-satunya kehendak Allah menciptakan alam semesta ini, yaitu hanya dengan satu tujuan: AKU INGIN DIKENAL.   LA ILLAHA ILLA ANA = TIDAK ADA TUHAN KECUALI AKU. (*)

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com         

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia