KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (2):	 Wujud Kecerdasan Spiritual

 
INTERNASIONAL

Pelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (2): Wujud Kecerdasan Spiritual
Oleh : Tonny Djayalaksana | 06-Okt-2019, 14:45:06 WIB

KabarIndonesia - Sebenarnya dalam setiap ajaran-ajaran yang dibawa oleh setiap Utusan pada zamannya, anjuran untuk meningkatkan kecerdasan spiritual itu selalu ada. Namun ajaran asli itu terkikis seiring terbentuknya kelompok-kelompok tertentu. Akibatnya, sudah tentu kelompoknya itu yang harus dibela. Seorang yang beragama selalu membela agamanya. Tetapi bagaimana seseorang itu membela agamanya, akan sangat tergantung dari bagaimana kecerdasan spiritualnya.

Setiap spirit (jiwa) memiliki spiritual. Hal itu sudah menjadi sistem yang kita bawa secara otomatis di dalam setiap diri manusia. Itu karena setiap manusia memiliki jiwa (software sistem operasi manusia). Namun, seberapa cerdas sistem itu tidak sebanding dengan seberapa cerdas seseorang beragama. Karena kenyataannya tidak memerlukan agama untuk memiliki kecerdasan spiritual. Spiritual adalah hubungan seseorang dalam memaknai Tuhan di dalam dirinya.     

Setiap manusia memiliki sistem spiritual yang butuh ditingkatkan kecerdasannya. Kecerdasan spiritual adalah tentang menTuhankan Tuhan. Menemukan Tuhan, menyatu dan menerima bimbinganNYA. Kecerdasan  spiritual bukan tentang bagaimana agama manusia membentuk agama.     Setiap agama mendefinisikan Tuhan sebagai SANG PENCIPTA. 

SANG PEMBUAT yang menciptakan, membuat dan mengatur manusia dan seluruh alam semesta raya ini. Namun definisi ini ternyata masih merupakan definisi yang kasar. Ada definisi yang halus dari Tuhan. Jadi sebelum mengaku ber-Tuhan, kita harus mampu menjawab definisi Tuhan itu apa?        

Tuhan itu definitif... Tuhan itu adalah yang disembah dan dipuja. Sesuatu yang ditakuti. Sesuatu yang diprioritaskan, dan sesuatu yang mampu membuat kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai.        

Petanyaannya sekarang, siapakah Tuhan mereka yang mengaku beragama?  

Itulah kenapa setiap pemeluk agama harus meningkatkan kecerdasan spiritual di dalam dirinya. Sebab kecerdasan beragama tidak serta merta membangun kecerdasan spiritual. Banyak ajaran murni tentang kecerdasan spiritual dari para Utusan, yang bahkan tidak diterapkan dan diajarkan secara baik dalam kehidupan beragama.       

Sebagai contoh nyata: buktinya setiap yang beragama percaya bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Tuhan yang mereka  yakini, Tuhan yang mereka imani, Tuhan yang mereka Tuhankan. Namun ternyata dalam prakteknya ini adalah kebohongan besar.       

Mohon jangan tersinggung! Bukankah memang bohong besar kita percaya Tuhan itu hanya satu. Tapi kita masih mengolok-olok makhluk Tuhan yang lainnya? Lalu dimanakah iman kita tentang ke'satu'an itu? Mungkin dia bukan saudara satu agama kita, tapi bukankah dia masih saudara satu Tuhan kita?     

Lalu mana yang lebih tinggi derajatnya? Tuhan atau agama? Dan siapa yang kita Tuhankan? Agama atau Tuhan?   

Kecerdasan spiritual adalah menTuhankan Tuhan. Bukan menTuhankan agama orang yang cerdas spiritualnya. Tahu dia harus mentaati Tuhannya, dan tahu persis porsi dia dalam membela kelompoknya (agamanya). Karena setiap orang yang memiliki kecerdasan spiritual akan mengetahui bahwa Tuhan tidak membutuhkan pembelaan dari makhlukNYA. Jadi satu-satunya hal yang bisa dia lakukan untuk membela Tuhan adalah dengan memuliakan makhluk Tuhan itu sendiri.       

Mereka yang memilik kecerdasan spiritual tidak akan menghina ciptaanNYA yang lain. Paasalnya, kalau mereka melakukannya, itu berarti mereka sedang mengganggu ciptaanNYA juga. Inilah wujud kecerdasan spiritual. Apapun agama Anda, apapun label Anda, apapun warna bendera Anda. Kita adalah spirit yang diciptakan dan dibuat oleh ‘SATU' yang sama.    

Petanyaan pentingnya sekarang. Siapa yang kita sembah dan puja...? Tuhan atau Agama? Siapa yang kita sayangi....? Tuhan atau Agama?    

Sahabat-sahabatku... Pahamilah jawaban ini agar kecerdasan spiritual kita meningkat. Karena memang sudah waktunya kita meningkatkan kecerdasan spiritual kita bersama.   (Bersambung)   

 Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia