KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (9), kita telah melihat kepintaran Presiden Jokowi dalam membalikkan keadaan dari semula dianggap penakut dan pengecut, tiba-tiba membalikkan keadaan dengan secara berani bergabung
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

Mengkaji Kebangkitan Raksasa Tidur (3): Tak Ada Satu Makhluk Pun Yang Benar-Benar Tahu

 
INTERNASIONAL

Mengkaji Kebangkitan Raksasa Tidur (3): Tak Ada Satu Makhluk Pun Yang Benar-Benar Tahu
Oleh : Tonny Djayalaksana | 03-Feb-2019, 16:17:23 WIB

KabarIndonesia - Pada bagian dua dari tulisan saya yang berjudul "Mengkaji Kebangkitan Raksasa Tidur", saya telah memaparkan bagaimana terobosan-terobosan teknologi spektakuler yang telah dilakukan bangsa China mampu memberikan manfaat bagi manusia dari berbagai golongan.

Lalu, saya sempat miris dan tidak habis pikir, ketika di sini masih ada orang yang mengatakan, biarkan saja mereka lebih maju dari kita, tapi di akhirat nanti mereka semuanya akan masuk neraka, karena mereka-mereka itu adalah termasuk orang kafir.     Bukankah salah satu sifat Allah itu adalah Maha Pengasih?  Jadi, Allah memang mengasihi semua golongan manusia.  

Tapi sifat Maha Penyayangnya hanya untuk manusia-manusia yang disayang saja, yaitu manusia yang beriman dan taat pada perintah serta menjauhi larangan-Nya, khususnya bagi pemeluk agama Islam.   
Menurut saya, pemahaman seperti itu lebih kepada pembenaran untuk menutupi kelemahan dirinya atas ketidakmampuannya untuk bersaing secara sehat.    

Mari kita berpikir secara sadar.  Orang-orang yang diberi kelebihan intuisi oleh semesta, lalu mereka bisa menciptakan produk barang-barang yang bermanfaat dan bisa digunakan oleh banyak penduduk di muka bumi ini, termasuk oleh orang-orang yang merasa bahwa dirinya berhak masuk surga.  

Padahal orang-orang tersebut sudah berjasa ikut memfasilitasi dirinya sehingga dia mendapatkan ilmu yang menurutnya bisa membawanya masuk surga.  Sedangkan orang-orang yang sudah berjasa ikut memfasilitasnya, semua masuk ke neraka, hanya dikarenakan berbeda keyakinan.  Masuk akalkah?   

Ambil saja beberapa contoh, seperti Michael Faraday, orang Inggris sebagai penemu listrik. Thomas Alva Edison orang Amerika sebagai penemu lampu. Antonio Santi Giuseppe Meucci orang Italy sebagai penemu telpon. Karl Benz orang Jerman sebagai pencipta mobil berbahan bakar bensin. Cai Lun orang China sebagai penemu kertas, dan seterusnya banyak lagi.     Penemu tinta cetak, mesin cetak, TV, AC, komputer, smartphone atau lainnya, yang pada umumnya mereka bukan orang-orang Muslim.  

Lalu mereka semua itu masuk neraka, padahal kalau saja kita mau bicara Pahala, sudah tidak terhitung, karena semua produk barang-barang hasil dari ciptaan mereka itu sampai saat ini dan mungkin sampai akhir zaman nanti masih digunakan penduduk bumi ini. Kalau kita bicara amal jariah sulit untuk menghitungnya. Bukankah Tuhan/Allah itu Maha Adil, Maha Bijaksana...?    

Tidak sedikit juga orang yang memiliki pemahaman seperti ini, yang dinilai orang itu baik, belum tentu dimata Allah juga baik, tetapi kalau Tuhan/Allah yang menilai itu baik, pasti orang juga akan menilai baik.   Sepintas pemahaman seperti itu bisa kita nilai benar, tapi setelah saya cermati, ternyata baru sampai sebatas pembenaran, belum bisa dinilai benar. Apa sebabnya belum benar? 

Pertama apa yang dijadikan sebagai penilaian Allah itu ternyata masih sebatas hasil dari penafsiran orang per orang. Kalau menurut saya,  lebih tepat bila dikatakan bahwa hal itu baru menurut tafsir orang-orang yang menafsirkan Al Quran dan hadits. Kalaulah yang disebut "menurut Allah" itu penjelasannya adalah seperti tadi, tentu tidak bisa dijadikan rujukan sebagai sebuah kebenaran bahwa kata-kata tersebut memang langsung dari Allah.    

Seperti sudah saya tulis di beberapa artikel saya, untuk mengetahui sebuah kebenaran, harus menyaksikan dan mengalami sendiri, baru akan bisa memahami.   Jadi menurut pemahaman saya, kalimat yang dikatakan oleh banyak orang, bahwa "yang dinilai manusia itu benar, belum tentu Allah menilainya benar" kurang tepat.  

Saya lebih memilih kalimat "yang benar telah disaksikan dan dialami manusia itu, sudah pasti Allah  menilainya juga benar". Karena dalam kehidupan ini yang tahu hakekatnya benar atau salah, hanya dirinya sendiri dan Allah yang Maha Mengetahui. Selain dari itu, tidak ada satu makhluk pun yang benar-benar tahu.    
Semua peristiwa yang terjadi di alam semesta ini, kalau betul-betul dicermati semuanya mengandung pelajaran untuk semua manusia yang menghendaki mengenal diri sejatinya.  Dan akan mengetahui tujuan Allah menghadirkannya di semesta ini untuk apa.    

Kita kembali kepada persoalan kenapa negara China makin maju, sebaliknya negara Amerika cenderung stagnan? Seperti sudah saya tulis bahwa di semesta ini mengandung hukum sebab-akibat, atau tabur-tuai.   Peristiwa ini semua tidak terlepas dengan kebijakan ekonomi dan politik negara Amerika sendiri. Karena sudah merasa sebagai penguasa, kepada negara-negara berkembang mereka sering memberlakukan kebijakan-kebijakan politik dan ekonomi yang tidak adil

Ini merupakan energi yang negatif bagi negara-negara yang melakukannya, sehingga di kemudian hari mereka akan menanggung akibatnya, atau menuai apa yang ditanamnya untuk dirinya sendiri. Semua kejadian seperti ini sudah banyak sekali contoh-contohnya dan Allah tidak mungkin salah janji.   

Contoh hukum semesta sebab-akibat atau tabur-tuai, yang gamblang dan saya saksikan sendiri, adalah peristiwa ketika jatuhnya pemerintahan Orde Lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno yang diawali peristiwa G-30 S PKI. Ditambah keadaan ekonomi dalam negeri yang memburuk dengan tingginya inflasi, demo mahasiswa secara besar-besaran, dan terjadi korban penembakan, seorang mahasiswa UI bernama Arif Rahman Hakim yang bisa dikatakan sebagai tumbal. 

Akibatnya, Presiden Soekarno ketika itu menjadi musuh bersamanya mayoritas rakyat Indonesia. Kemudian beliau didatangi 4 Jendral di Istana Bogor untuk menanda tangani Surat Perintah Sebelas Maret, yang terkenal dengan sebutan (Supersemar), yang sampai sekarang, redaksi Supersemar itu masih menjadi polemik yang tidak berkesudahan.  Apa yang terjadi sebenarnya masih diselimuti misteri, hanya diri para pelaku sendiri dan Allah saja yang tahu.     

Akibat dari semua kejadian tersebut, Presiden Soekarno terpaksa harus menyerahkan jabatannya, hidup dalam kesepian dan dalam keadaan sakit parah, hingga akhirnya tidak sempat diadili karena terburu meninggal dunia. Ironisnya, sampai saat ini sejarah tidak bisa membuktikan apakah beliau ini bersalah atau tidak?   

Begitu juga ketika awal jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Kejadiannya sama persis dengan kejatuhannya Orde Lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno. Diawali situasi ekonomi yang kian hari kian memburuk. Tingginya inflasi yang dibarengi dengan rendahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika, terjadi devaluasi mata uang asing yang sangat besar, demo mahasiswa secara besar-besaran, ditambah terjadinya penembakan mahasiswa Trisakti dan Jaya Baya sehingga menimbulkan korban beberapa mahasiswa di kedua Universitas tadi.      

Peristiwa penembakan tersebut juga menjadi tumbal bagi kejatuhan Presiden Soeharto. Menjadikan Presiden Soeharto dianggap musuh bersama oleh mayoritas rakyat Indonesia, ditambah lagi semua Menteri Kabinetnya, yang dipimpin oleh Bapak Akbar Tanjung, mengancam untuk mundur jika Presiden Soeharto tetap ingin mempertahankan kekuasaannya. 

Maka secara terpaksa juga akhirnya Presiden Soeharto menyerahkan jabatannya. Dan di akhir kehidupannya beliau juga merasa kesepian hingga akhir hayatnya. Begitu juga sejarah belum bisa membuktikan apakah Presiden Soeharto itu bersalah apa tidak? Karena alasan sakit parah yang mendera, beliau belum sempat diadili hingga meninggal dunia.   

Saat Presiden Soeharto lengser, jabatannya secara otomatis diganti oleh wakilnya yaitu Wakil Presiden BJ. Habibie. Yang melantik Habibie menjadi Presiden  pada waktu itu adalah Akbar Tanjung, karena beliau sebagai Ketua DPR. Ironisnya lagi, menjelang selesainya periode pemerintahan Presiden Habibie, pertanggung jawaban beliau selama menjabat Presiden ditolak oleh Akbar Tanjung, sebagai Ketua DPR. (Jadi yang melantik Akbar Tanjung, sekaligus yang menghentikan juga Akbar Tanjung).  Dan saat itu sedang diadakan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan anggota DPR yang baru, yang akhirnya dimenangkan oleh partai PDIP, dengan Ibu Megawati sebagai Ketua Umum.  
 
Sesuai undang-undang pemilu yang berlaku saat itu, yang berhak mencalonkan Presiden adalah partai pemenang pemilu yang mencalonkan Megawati Soekarno Putri. Namun, dikarenakan mayorintas penduduk Indonesia beragama Islam, maka partai-partai, ormas dan komunitas Islam tidak setuju. Alasannya menurut ajaran Islam, wanita tidak dibenarkan untuk menjadi pemimpin sebuah negara.  untuk mengimbangi kekuatan partai PDIP, lalu dibentuklah Poros Tengah dengan koalisi seluruh partai Islam yang digagas oleh Amien Rais.

Dari Poros Tengah inilah akhirnya disetujui secara aklamasi bahwa calon Presidennya adalah Kyai Haji Abdulrahman Wahid, yang terkenal dengan sebutan (Gus Dur). Lalu setelah diadakan voting, akhirnya terpilihlah Gus Dur sebagai calon Presiden dari Poros Tengah yang keluar sebagai pemenang mengalahkan Megawati sebagai calon presiden dari poros PDIP.    
Akhirnya Gus Dur dilantik menjadi Presiden RI yang ke 3, dan Megawati Soekarno Putri menjadi Wakil Presidennya. Karena yang terpilih duduk sebagai ketua MPR saat itu adalah Amien Rais, maka beliaulah yang melantiknya.   Setelah pemerintahan berjalan kurang lebih dua tahun, Presiden Gus Dur disinyalir terlibat Bulog Gate yang pada saat itu tersangkanya adalah Sapuan sebagai pejabat Bulog.  Akibatnya Presiden Gus Dur di impeachment dan yang menggagas impeachment ini juga Bapak Amien Rais.  

Presiden Gus Dur yang terindikasi terlibat dalam Bulog Gate tersebut, berhasil dipaksa untuk mundur dari jabatannya.  Selanjutnya menurut UUD jabatan tersebut harus jatuh kepada Wakil Presiden. Maka atas dasar UUD tersebutlah, Megawati Soekarno Putri dilantik oleh Bapak Amin Rais menjadi Presiden RI yang ke Empat untuk melanjutkan sisa jabatan Presiden sebelumnya yang dilengserkan di tengah jalan. 
   
Untuk menghapus dalil yang dipakai ketika mengganjal Megawati Soekarno Putri yang harusnya menjadi Presiden RI yang ketiga, maka Amien Rais beserta para penggagas dalil terdahulu sibuk mencarikan dalil baru yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Akhirnya ditemukan ayat yang menyatakan ternyata yang tidak boleh dipimpin oleh wanita itu adalah struktur keorganisasian dalam agama Islam. Untuk menjadi kepala negara tidak ada masalah. Bagi saya sebagai mualaf, tentunya hal ini membuat merasa tidak nyaman. Pasalnya ternyata ayat-ayat Al Quran itu kompromistis, tergantung situasi dan kebutuhan. (bersambung)           

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia