KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniUrgensi Mengemballikan Pelajaran PMP di Sekolah oleh : Adolf Roben Lanapu
17-Feb-2019, 21:19 WIB


 
  KabarIndonesia - Dalam satu dekade ini terjadi perubahan besar pada lingkungan budaya di masyarakat, yang dipengaruhi oleh perkembangan pesat teknologi informasi dan persaingan industri elektronik. Murah dan mudahnya memiliki gadget canggih seperti smartphone berperan merubah perilaku masyarakat yang awalnya lebih
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA








 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Diam Dalam Rasa 18 Feb 2019 13:56 WIB

Hujan Lakukan Padaku 16 Feb 2019 12:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mengkaji Kebangkitan Raksasa Tidur (1): Kemajuan China yang Mencengangkan

 
INTERNASIONAL

Mengkaji Kebangkitan Raksasa Tidur (1): Kemajuan China yang Mencengangkan
Oleh : Tonny Djayalaksana | 01-Feb-2019, 19:10:25 WIB

KabarIndonesia - Sadarkah kita? Mencermati perkembangan peradaban manusia di abad 21 sekarang yang sangat luar biasa, Tuhan/Allah sebagai kecerdasan semesta tanpa batas, di setiap detik/jam/hari/bulan/tahun, sedang mempertontonkan kedigdayaan-Nya yang super dahsyat.  

  Bagaimana tidak. Beberapa abad yang lalu, Amerika Serikat sebagai negara Super Power, bersama sekutu-sekutunya seperti Inggris, Jerman, Perancis, dan lainnya, yang notabene sudah menguasai perekonomian dunia selama berabad-abad, saat ini secara lambat laun sudah mulai menurun keperkasaannya. 

Cepat atau lambat kekuatannya sudah mulai beralih ke beberapa negara Asia, diantaranya China, Jepang, Korea, India, dan seterusnya.   Melihat perkembangan ekonomi dan teknologi China yang sangat spektakuler saat ini, sungguh di luar perkiraan semua penduduk dunia.   

Bagaimana China hanya dalam kurun waktu kurang dari 45 tahun sudah bisa mengimbangi hegemoni kejayaan Amerika yang notabene sudah lebih dari satu abad memimpin dunia?   Pengalaman saya ketika awal masuk ke ibu kota Republik Rakyat Tiongkok, Kota Beijing, mendarat pas di waktu malam.  

Saya melihat, Kota Beijing yang masih gelap gulita, jauh berbeda dengan ketika mendarat di bandara Soekarno-Hatta yang terkesan terang benderang.   

Ironisnya, setelah 25 tahun kemudian saya kembali ke Beijing, keadaannya sudah berbanding terbalik. Bandara Beijing kini terkesan terang benderang. Sebaliknya bandara Soekarno-Hatta justru malah terkesan remang-remang. Konon hal itu dikarenakan selama 25 tahun ini, negara kita tidak ada pembangunan untuk menambah daya listrik.   

Belum lagi di sektor yang lain. Saya pernah punya pengalaman, setiap mau datang ke Beijing, sudah pasti para pejabat daerah yang saya kenal selalu menitip dibelikan, televisi berwarna ukuran 20 inch ke atas atau video player. 

Pasalnya, pada saat itu barang-barang tersebut termasuk barang mewah. Mengingat pada saat itu umumnya masyarakat yang sudah punya televisi gambarnya masih hitam putih, belum berwarna dan ukurannya pun relatif kecil.     

 Sekitar tahun 1989, saya pernah ekspor motor Honda model Win-100 buatan Federal Motor dari Astra Grup, sebanyak 100 kontainer ukuran 40 feet.  Setelah 100 kontainer terus berlanjut ke berapa kontainer lagi. Sayangnya seterusnya saya tidak tahu karena tidak mengikuti lagi. Pada saat itu transaksi yang selanjutnya, pembeli langsung berhubungan dengan produsen.   

Saat mengingat peristiwa itu, saya benar-benar merasa miris. Kenapa? Entah berapa jumlah total yang diekspor oleh Federal Motor ke China, yang jelas setelah 10 tahun kemudian, keadaan berbalik 180 derajat.  Sekarang malah giliran China yang mengekspor secara besar-besaran ke Indonesia.      

Komoditinya bukan hanya sepeda motor, namun termasuk beberapa produk elektronik lainnya seperti tv, lemari es, mesin cuci, video player, ac dan sebagainya. Sungguh menakjubkan, perjalanan ekonomi China begitu pesat dan di luar dugaan semua penduduk dunia.   

Pernah suatu saat, saya diberi kesempatan yang sangat langka oleh semesta. Yaitu mendampingi Om Wiliam Suryajaya almarhum, yang merupakan seorang pengusaha papan atas, seorang konglomerat dan juga pendiri Astra grup. Saat itu, beliau untuk pertama kali berkunjung ke kota Beijing. 

Pada suatu kesempatan saya bertanya kepada beliau mengenai peluang bisnis dengan China yang mempunyai jumlah penduduk terbesar di dunia. Sebagai pangsa pasar yang sangat potensial, kira-kira komoditi apa yang paling cocok untuk pasar China?     

Pada waktu itu beliau mengatakan, kalau saja sepeda-sepeda yang setiap harinya digunakan sebagai kendaraan utama penduduk kota Beijing bisa diganti dengan motor, maka akan bisa mendapatkan pasar yang luar biasa besarnya. Karena memang pada saat itu, kendaraan sepeda yang digunakan penduduk kota Beijing jumlahnya sudah mencapai jutaan.  

Sebuah peluang yang sangat menggiurkan tentunya, dan pada saat itu belum ada yang bisa memprediksi atau membayangkan kemajuan ekonomi China ke depannya akan bergerak maju secepat seperti kita saksikan saat ini.   

China dengan julukan negara Tirai Bambu yang tadinya sangat tertutup terhadap investor asing, sejak tahun 1979 berkat kepemimpinan Deng Xiao Ping, mulai mereformasi kebijakan ekonomi dan politik luar negerinya, dengan berbagai kemudahan dan pemberian insentif yang cukup tinggi.  

Mereka mengundang para investor dari seluruh dunia untuk menanamkan modalnya demi kemajuan ekonomi negaranya, yang pada saat itu ketinggalan jauh dari negara-negara yang sudah maju.   

Saya salah satu pelaku pada saat itu, sehingga sedikit banyak mengetahui awalnya raksasa China bangun dari tidur panjangnya, untuk menjadi salah satu negara baru yang mempunyai kekuatan ekonomi sekelas negara-negara maju dunia.    

Kebijakan ekonomi yang dimulai sejak tahun 1979 oleh Deng Xiao Ping tersebut, sungguh membawa dampak yang sangat besar bagi kemajuan ekonomi China. Hampir tidak ada satu negara di dunia ini yang tidak menanamkan modalnya di China, karena penduduk China yang padat. Hal ini menjadikan daya tarik China sebagai pangsa pasar yang sangat potensial.  

Keberhasilan China dalam mereformasi kebijakan ekonomi dan politik luar negerinya, tentu tidak luput juga dengan kebijakan ekonomi dan politik dalam negerinya.  Setelah Deng Xiao Ping memimpin China, terasa sekali perubahan yang sangat drastis, dimana sebelumnya dalam negeri China terjadi kekacauan yang melumpuhkan seluruh sendi kehidupan masyarakatnya.    

Kondisi China seperti itu disebabkan oleh peristiwa Revolusi Kebudayaan yang telah memakan waktu 10 tahun (1966-1976).   Akibat kebijakan Deng Xiao Ping tersebut lambat laun tapi pasti, ekonomi China menuju ke arah maju.  Saat itu Deng Xiao Ping memimpin China dengan menggunakan "tangan besi". Dulunya birokrasi berbelit-belit, penuh dengan KKN. Setiap anak pejabat atau kerabat pejabat partai komunis, sudah bisa dipastikan akan ikut menjadi pejabat juga, terlepas yang bersangkutan itu punya keterampilan atau tidak.    Karenanya, pada saat itu PNS di China terkenal dengan julukan "Mangkok Besi".  

Sebuah mangkok tempat nasi yang terbuat dari besi, sekalipun jatuh tidak akan pecah.  Itu artinya, setiap PNS akan mendapatkan gaji buta dengan segala tunjangannya, baik itu dia berprestasi atau tidak. Disamping KKN, korupsi di segala lini juga sangat merajarela.   

Deng Xiao Ping pun melakukan perombakan birokrasi secara besar-besara.  Sistem yang tadinya penuh dengan KKN, selanjutnya menjadi selektif. Calon PNS  tidak lagi mengacu kepada siapa, anak siapa atau kerabat siapa. Yang lebih diutamakan adalah pada skil/keterampilan dari calon PNS tersebut.   

Deng Xiao Ping pada saat itu memberi arahan kebijakannya dengan slogannya yang terkenal  seperti ini : "Tidak peduli warna kucing itu putih, hitam, belang, yang penting bisa menangkap tikus".  

Begitu juga untuk pemberantasan korupsi. Ia tidak pandang bulu. Program itu berlanjut terus sampai saat in. Bahkan setiap ganti pimpinan kecenderungannya makin tegas. China tidak segan-segan memberlakukan hukuman mati untuk para koruptor.    

Salah satu kebijakan paling populer adalah ketika China dipimpin oleh presiden Chiang Zhe Min dan Perdana Menterinya yang bernama Zhu Rong Jie. Ketegasannya dalam memberantas korupsi terkenal dengan statemen sebagai berikut: "Berikan saya 100 peti mati, 99 akan saya kirim untuk para koruptor, satu buat saya sendiri kalau saya juga melakukan hal itu."  

China memang terkenal memiliki kebudayan yang tua dan bernilai tinggi. Sejak zaman dahulu banyak melahirkan filsuf-filsuf terkenal seperti Lao Tze, Kong Hu Chu, dan yang lainnya. Sejak lama mereka sudah memiliki dasar akhlak yang baik.  

Mereka sangat menghormati para leluhur-leluhurnya. Hal tersebut sudah merupakan salah satu bagian dari kebudayaan bangsa China. Hal itu juga merupakan modal untuk bisa cepat maju bagi bangsa dan negaranya. (bersambung)   

Penulis: TONNY DJAYALAKSANA - MUALAF ZAMAN NOW

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Marc Marques Juara Dunia MotoGP 09 Feb 2019 02:01 WIB


 

 
 

 
 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia