|
|
|
| |
KabarIndonesia - Tayangan televisi kian tidak ramah anak. Nyaris tidak ada tayangan yang mendidik seperti mengajari anak agar hormat kepada orang tua dan guru, rajin menabung dan hidup berhemat, suka bekerja keras atau hidup berprihatin.
Yang ada adalah selengkapnya....
|
|
|

NASIONAL
Abu Jibril Tuntut Penyelesaian Teroris
Oleh : Hendri Wahyu Wijaya | 26-Jul-2010, 23:06:14 WIB
|
KabarIndonesia - Ustad Abu Jibril Abdurrahman menagih janji Mabes Polri yang akan memfasilitas dirinya bertemu Presiden RI. Hal ini diungkapkan saat Ayahanda terpidana kasus teroris Muhammad Jibril alias Muhammad Ricky Ardhan ini usai memberikan tauziyah di Masjid Darul Muttaqien Josari, Jetis, Kabupaten Ponorogo Minggu malam (25/7).
Abu Jibril menyatakan bahwa keinginannya bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah untuk membahas masalah teroris. ''Saya sudah menemui MUI, Komnas HAM, Kompolnas, DPR RI, Mabes Polri. Mereka semua menyanggupi untuk membahas masalah teroris. Namun belum ada respon. Karena itu, kami menuntut pihak Mabes Polri segera memfasilitasi kami umat Islam dan MMI untuk dipertemukan dengan Bapak Presiden RI, pemerintah dan seluruh ulamah untuk duduk bersama, mendiskusikan dan menyelesaikan masalah kasus teroris,'' kata Abu Jibril.
Dalam pembahasan soal teroris itu, Abu Jibril mengaku ingin mendiskusikan tentang definisi iihad, mujahid, teroris, terorisme. Serta ciri-ciri atau syarat-syaratnya orang yang dinyatakan teroris. ''Agar supaya masalah teroris ini cepat selesai dan umat Islam tidak menjadi korban,'' tambahnya.
Dalam pengajian bertema “Jelang Ramadhan 1432 H” yang diselenggarakan oleh Tamir Masjid Darul Muttaqien bekerjasama dengan LPD Mujahiddin Ponorogo tersebut mantan aktivis Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini antara lain menyebut bahwa permasalahan bangsa ini hanya diselesaikan dengan Syariat Islam.
Karena itu, Abu Jibril meminta para pejabat yang dilantik oleh rakyat, jangan sampai dalam menjalani hidup dan tugasnya diatur diluar Syariat Islam. ''Meski umat Islam saat ini bisa ditentang, difitnah dan dibunuh, namun Rosull dan Allah tidak bisa ditentang,'' ujarnya.
Terkait masalah taqwa, umat Islam dihimbau bertaqwa seperti dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, meminta umat Islam tidak terpengaruh ajaran sesat sekarang ini dikembangkan kelompok kafir, seperti halnya sekulerisme, pluralisme, liberalisme, kapitalis, sosialis dan komunis. Namun umat Islam harus tetap berjalan sesuai syariat Islam. Abu Jibril juga menyebut banyak fitnah mengenai Jihad. ''Bahkan ketika kita berjihad akhirnya juga dituduh teroris dan dimusuhi,'' katanya.
Dia menyayangkan sikap pemerintah yang gampang mencap seseorang umat Islam sebagai teroris. Padahal, Indonesia itu negara hukum yang segala sesuatu diatur berdasarkan hukum. Apalagi pemerintah dan Densus 88 hanya mendeifinisikan teroris dengan enam ciri (pakai celana pendek, berjanggut, songkok putih, jubah, cadar, bicara syariat khilafah) dan selanjutnya menyatakan perang melawan teroris. Akibatnya, membuat jamaah takut ke masjid, bahkan ada 541 orang dinyatakan teroris ditangkap, 13 orang yang dinyatakan teroris ditembak mati (April - Mei) ditambah penangkapan dan penembakan di Ace NAD 106 orang.
''Anehnya, jika orang Islam dituduh teroris, tapi kalau OPM tidak dituduh teroris, hanya separatisme. Untungnya belum ada Pemerintah Indonesia yang menetapkan Abu Jibril (Saya) sebagai teroris. Makanya, kalau Abu Jibril Teroris (saya), pasti ditangkap lebih dulu,'' ungkap Abu Jibril.
Terkait dengan tuduhan terhadap anaknya (Muhammad Jibril, red) terlibat dalam pendanaan aksi teroris dan sudah divonis selama 5 tahun penjara,ustad yang tinggal di kompleks Witana Harja Blok C 137, Pamulang, Tangerang, Banten ini menyatakan tidak tidak ada bukti kuat yang mengarah kepada tindakan teroris.
Sehingga pihaknya akan melakukan upaya banding atas vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut.
Diketahui, majelis Hakim PN Jakarta Selatan menytakan bahwa Muhammad Jibril Telah terbukti secara sah dan meyakinkan memberikan bantuan atau kemudahan dengan menyembunyikan informasi terorisme dan membuat akta palsu. Kasus yang mengantar Jibril ke kursi terdakwa sendiri terkait dengan serangan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton ini 17 Juli 2009. (*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
TERBALIK: Sebuah mobil APV BA 805 SR terbalik di kawasan Rimbo datar, Padang( 8/9). Diduga kuat kejadian naas itu terjadi gara-gara sopir mengantuk saat berkendara. Tidak ada korban jiwa dari kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut, tiga orang selengkapnya.... |
|
|
|
|
|