|
|
|
| |
KabarIndonesia - Adalah sesuatu yang sangat logis untuk menilai bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sedang gagap menyikapi terbukanya pintu kebebasan. Bebas untuk berpendapat, bebas untuk beribadah, dan sederet pohon prima kebebasan yang lain ternyata gagap dipahami masyarakat Indonesia secara selengkapnya....
|
|
BERITA LAINNYA
Cuaca 05 Sep 2010 23:59 WIB
|
|
KESEHATAN
Cegah Penuaan Dini dengan Gaya Hidup Sehat
Oleh : Natalia Trijaji | 29-Jul-2010, 01:25:49 WIB
|
KabarIndonesia - Setiap orang pasti mengalami penuaan. Ini proses alami yang tak bisa dihindari dan tak perlu ditakuti. Namun tiap orang tentu ingin panjang umur, awet muda dan hidup sehat. Namun tak mudah mewujudkan keinginan itu. Kita bisa saja panjang umur namun sakit-sakitan atau masih muda tapi kulit sudah kerut-merut.
Ada yang menerima keadaan tersebut dengan pasrah, namun ada pula yang menolaknya dan berupaya keras untuk menghambatnya dengan bermacam cara. Penuaan dini bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan kita bisa tetap sehat pada usia tua.
Topik ini dibahas dalam talkshow bertajuk The Way to Look Healthier, Younger & Sexier dengan pembicara dr. Jopy Wikana dan dr. Fanny R. Imannudin di Surabaya, baru-baru ini.
Dr. Jopy mengatakan, tiap orang mengalami proses penuaan. Namun kita tentu tak ingin mengalami penuaan dini, yaitu tua sebelum waktunya atau tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Kalau bisa, kita ingin tampak lebih muda dari usia secara fisik maupun psikologis.
Ia menekankan, tua bukan berarti membuat kita merasa sedih, loyo, kulit kerut-merut semua dan sakit-sakitan. Sebaliknya, kita bisa tetap sehat, bugar dan tidak pikun. Untuk itu, kita harus memperhatikan perawatan kesehatan.
“Jangan tunggu sakit, baru berobat. Ini terlambat. Lakukan pencegahan sejak dini dengan meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia harapan hidup,” ujarnya.
Menurut dr. Jopy, penuaan disebabkan oleh penurunan hormon yang dimulai pada usia 30 tahun. Namun sekarang ini ada perubahan paradigma yang menganggap penuaan sebagai penyakit yang bisa diperlambat.
Dr. Fanny mengatakan, penuaan dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar. Dari dalam adalah makanan dan minuman yang kita konsumsi, sedangkan dari luar diantaranya paparan sinar matahari dan polusi.
“Apa yang kita konsumsi mempengaruhi kesehatan. Asupan nutrisi dan kalori yang berlebihan akan menimbulkan obesitas. Karena itu kita harus menjaga pola makan yang baik dan rutin berolahraga,” ujar dokter yang muda dan cantik ini.
Dr. Fanny menambahkan, ada anggapan yang menyebutkan jika makan sedikit dan banyak olahraga akan menurunkan berat badan. Sebaliknya makan banyak terutama yang berlemak akan membuat gemuk. Begitu pula jika berdiet rendah karbohidrat akan membuat tetap langsing. Namun ada faktor lain yang berpengaruh yaitu genetik, ketakseimbangan hormon, stres dan kurang tidur.
“Anggapan itu tak sepenuhnya benar. Ada faktor-faktor lain yang berpengaruh. Dalam berdiet juga harus tepat. Konsultasikan dengan ahli gizi agar mencapai hasil yang diharapkan. Juga diimbangi olahraga,” ujarnya.
Dr. Fanny menekankan, untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam gaya hidup sehari-hari dan memperbanyak kebiasaan baik serta berpikir dan bertindak positif agar awet muda, panjang umur dan tetap sehat. (*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Letusan kali ini adalah letusan susulan terkuat yang terjadi kemarin pagi (3/9/2010) sekitar pukul 04.40 sampai 04.50 WIB dan merupakan letusan terkuat sejak 29 Agustus lalu.
Gunung Sinabung meletus sekitar pukul pukul 04.38 WIB hingga 04.51 WIB. Gunung tersebut menyemburkan asap selengkapnya.... |
|
|
|
|
|