|
|
|
| |
KabarIndonesia - Tayangan televisi kian tidak ramah anak. Nyaris tidak ada tayangan yang mendidik seperti mengajari anak agar hormat kepada orang tua dan guru, rajin menabung dan hidup berhemat, suka bekerja keras atau hidup berprihatin.
Yang ada adalah selengkapnya....
|
|
|

IPTEK
Keprofesionalan, Syarat Mutlak PLTN
Oleh : Zuingli Santo Bandaso | 27-Jul-2010, 01:41:03 WIB
|
KabarIndonesia - Pada saat kita mendengar kata Nuklir, hal pertama yang akan terlintas dalam pikiran kita adalah suatu penemuan besar yang menakutkan yang berhasil meluluhlantakkan kota Hiroshima dan Kyoto di zaman perang dunia kedua beberapa dekade silam.
Bagi orang awam, pengetahuan tentang pemanfaatan energi Nuklir sebagai sumber penghasil energi listrik yang sangat potensial masih sangat minim. Oleh karena itu muncul kelompok masyarakat yang memiliki ketakutan yang sangat besar akan teknologi ini dan di lain pihak muncul juga kelompok masyarakat yang memiliki keberanian dan optimisme yang cukup besar akan penggunaan Nuklir ini sebagai penghasil energi listrik.
Tulisan ini ditujukan untuk mencoba melihat dan menggabungkan secara berimbang dan bijaksana pandangan dari kedua kelompok masyarakat ini tentang dampak penggunaan energi nuklir, khususnya sebagai sumber energi listrik yang merupakan salah satu penggerak aktifitas manusia di bumi ini sehingga diharapkan mampu memunculkan win-win solution yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Sumber Energi Konvensional Penghasil Energi Listrik
Sejak ditemukannya lampu pijar oleh Thomas Alfa Edison dan penemuan Teknologi mesin uap oleh James Watt, Energi listrik mulai dikenal. Sumber Energi Konvensional yang mula-mula digunakan untuk menghasilkan listrik berasal dari aliran air dan hembusan angin yang menyimpan Energi Potensial yang cukup besar untuk dikonversi menjadi Energi Kinetik untuk menggerakkan turbin air maupun kincir angin yang selanjutnya memutar Generator listrik yang menghasilkan Energi listrik.
Namun sayangnya karena diakibatkan kondisi geografis di setiap wilayah di belahan dunia yang berbeda-beda, sumber energi konvensional ini tidak tersedia secara merata, bahkan tidak ditemui. Sebagai alternatif lain digunakanlah minyak bumi dan batu bara sebagai sumber energi penghasil listrik lain yang lebih fleksibel di semua tempat di dunia ini karena hanya membutuhkan instalasi turbin uap yang dapat dibangun di lokasi manapun untuk dapat menghasilkan energi listrik. Sumber energi dari batu bara dan minyak bumi dapat dibeli dari negara lain yang memiliki cadangan minyak bumi dan batu bara yang cukup banyak untuk dipergunakan oleh negara yang secara geologis tidak memiliki cadangan bahan bakar fosil tersebut.
Tingkat kebutuhan akan energi listrik dari tahun ke tahun semakin tinggi seiring dengan pertambahan penduduk dunia dan semakin majunya teknologi. Saat ini total konsumsi listrik yang digunakan di seluruh wilayah di belahan bumi ini sekitar 1517 GW. Dengan kapasitas listrik sebesar ini, tenaga air dan tenaga angin ternyata tidak mampu menghasilkan energi listrik yang cukup banyak sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan listrik tiap tahunnya. Akhirnya penggunaan minyak bumi dan batu bara menjadi titik berat penghasil sumber Energi listrik yang lebih banyak dibanding dari sumber energi yang berasal dari tenaga air dan angin.
Namun seiring dengan penggunaan batu bara dan minyak bumi, tingkat pencemaran udara semakin tinggi akibat hasil emisi gas karbon ke udara yang sudah melampaui ambang batas. Timbullah pemanasan global sebagai hasil efek rumah kaca yang ditimbulkan. Lapisan Ozon pelindung bumi dari radiasi matahari dan benda luar angkasa lainnya mulai rusak yang memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan mahluk hidup yang ada di bumi.
Sumber Energi Pasca Konvensional Penghasil Energi Listrik
Isu pemanasan global sebagai dampak pencemaran udara oleh emisi gas sisa pembakaran bahan bakar fosil mulai menggugah para peneliti dari berbagai dunia untuk menemukan sumber energi lain di luar sumber energi yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil yang lebih aman terhadap lingkungan.
Akhirnya ditemukanlah sumber energi yang berasal dari gelombang air laut, lalu energi surya yang berasal dari panas matahari, kemudian disusul oleh pengembangan bahan bakar biodiesel.
Namun sumber energi gelombang air laut dan panas matahari ternyata belum bisa memenuhi tingkat pertumbuhan akan energi listrik beberapa tahun ke depan karena kapasitas yang dihasilkan jauh lebih kecil dari bahan bakar fosil. Pengembangan Biodiesel sebagai bahan bakar merupakan alternatif yang cukup baik karena mampu menghasilkan kapasitas listrik yang hampir sama dengan bahan bakar fosil. Namun bahan bakar ini pun memiliki dampak negatif bagi lingkungan khususnya emisi gas karbon.
Sumber Energi Nuklir Penghasil Listrik
Sejak Albert Einstein menemukan kekuatan luar biasa yang terkandung dalam inti atom yang terdiri dari proton neutron, pengembangan teknologi nuklir pun mulai dilakukan oleh para ahli dari berbagai negara. Reaksi fisi dari partikel Uranium U-235 yang ditumbuk oleh sebuah neutron menghasilkan reaksi berantai yang terus-menerus yang akhirnya menghasilkan energi yang cukup besar. Pemanfaatan energi reaksi fisi yang terkendali dalam reaktor nuklir inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk memanaskan air dalam ketel yang akhirnya menjadi uap superheated untuk memutar turbin uap dan kemudian diubah menjadi energi listrik oleh kerja generator yang terkopel dengan poros turbin.
Sampai saat ini sekitar 16% listrik dunia berasal dari 439 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang menghasilkan daya 371 GW yang sebagian besar berada di Amerika serikat, Perancis, Rusia dan beberapa negara maju lainnya. Pengembangan pembangkit listrik bertenaga nuklir di negara berkembang masih dapat dihitung dengan jari. Hal ini disebabkan oleh masalah anggaran dan keterbelakangan teknologi dan Sumber Daya Manusia.
Sumber Energi yang Aman dan Produktif
Tidak ada satu pun teknologi yang benar-benar aman di dunia ini. Listrik yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang memanfaatkan bahan bakar fosil berakibat pada pencemaran gas karbon yang menghasilkan efek rumah kaca, akhirnya akan merusak lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya. Demikian pula dengan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit yang bertenaga nuklir.
Walaupun nuklir tidak menghasilkan polusi udara yang berbahaya, namun limbah radioaktif yang dihasilkan benar-benar sangat berbahaya dan perlu penanganan yang tidak main-main. Selain itu kecelakaan yang terjadi dalam instalasi reaktor nuklir memiliki dampak yang sangat luar biasa berbahayanya dibanding kecelakaan yang terjadi pada instalasi pembangkit listrik lainnya.
Walaupun demikian, jika dihitung-hitung secara matematis, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir merupakan pembangkit yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan energi listrik yang cukup besar dibanding dengan pembangkit listrik lainnya. Hal ini tentu saja akan menurunkan harga listrik per/KWh yang akhirnya berdampak pada peningkatan perekonomian suatu negara apalagi di negara berkembang seperti Indonesia yang saat ini mengalami krisis energi listrik yang cukup berat.
Apakah Energi Nuklir merupakan Solusi yang tepat?
Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa tidak ada satu pun teknologi yang benar-benar aman. Semuanya tergantung dari kesiapan penggunanya. Demikian pula dengan nuklir untuk dimanfaatkan sebagai penghasil energi listrik. Pembangunan suatu PLTN benar benar memerlukan perencanaan yang teliti dan penuh perhitungan, baik dari segi dana, kesiapan Sumber Daya Manusia yang cukup memadai, pemilihan kawasan tempat pembangunan yang aman serta kesiapan mental politik yang baik dari pemerintah setempat.
PLTN benar-benar luar biasa manfaatnya ketika kesiapan pemerintah lokal telah ada. Namun jangan sekali kali membangun PLTN jika kesiapan pemerintah lokal benar-benar belum 100%, karena 99,999% pun belum merupakan angka yang aman. Beberapa contoh ketidaksiapan itu berikut dengan akibatnya telah terjadi di beberapa negara dan ironisnya terjadi pada negara-negara berkembang seperti yang terjadi di Brazil, Meksiko dan Filipina. Kerugian yang begitu besar telah dirasakan oleh negara-negara tersebut akibat kurang matangnya perencanaan pembangunan PLTN yang biayanya tidak sedikit. Pemilihan lokasi PLTN yang tidak tepat oleh pemerintah Filipina yang mendirikan lokasi PLTN di kawasan gunung api yang kembali aktif mengakibatkan ditutupnya pembangunan PLTN yang telah menghabiskan uang negara dan menambah utang luar negeri yang membebani perekonomian rakyat.
Sumber daya Manusia yang benar-benar siap pun sangat penting. Kecelakaan yang terjadi di Chernobyl disebabkan kurangnya "budaya keselamatan" di pabrik, cacat desain pada reaktor RBMK dan pelanggaran prosedur. Demikian pula sisi kelam yang sama terjadi pada kecelakaan yang terjadi di beberapa reaktor nuklir lain di dunia.
Bagaimana dengan Pengembangan PLTN di Indonesia?
Pertumbuhan akan kebutuhan listrik di negara kita ini sekitar 7% per tahunnya, sedangkan selama ini kebutuhan listrik kita terutama mengandalkan bahan bakar fosil yang semakin hari semakin tipis persediaannya. Karena pengaruh tingginya harga minyak bumi dunia berimbas pada kenaikan tarif dasar listrik yang mempengaruhi jalannya roda perindustrian negari kita, mengakibatkan mahalnya harga listrik per Kwh-nya dan semakin terpuruknya perekonomian bangsa kita.
Sebenarnya potensi Indonesia untuk menghasilkan energi listrik dari sumber selain bahan bakar fosil sangat banyak. Pemanfaatan gas alam, aliran sungai, angin dan gelombang air laut merupakan sumber yang melimpah di negeri ini, namun sayangnya kesadaran pengembangannya masih sangat kurang dan kalaupun itu ada, hal yang sering menjadi permasalahan yaitu masalah perawatan instalasi pembangkit yang belum betul-betul terlaksana dengan baik.
Energi nuklir sama dengan energi lainnya yang mampu membangkitkan listrik. Sama-sama aman jika dirancang dan dijaga dengan pemeliharaan yang sangat baik. Walaupun demikian dibanding dengan sumber energi yang lain, energi nuklir mampu menghasilkan lebih banyak energi listrik. Konsekuensi yang harus diingat, yaitu pembangunan suatu lokasi PLTN benar-benar perlu perencanaan yang sangat matang. Kita tidak ingin seperti Filipina yang merugi jutaan dollar US akibat pemilihan lokasi yang tidak tepat karena kita tahu suatu PLTN bukanlah barang murah, namun begitu mahal dalam penginvestasiannya.
Jadi apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam perencanaan penggunaan Energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia yang aman dan mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi perekonomian di Indonesi dengan tidak melupakan kebersihan lingkungan dari pencemaran bahan yang berbahaya adalah sebagai berikut:
1. Pengalokasian anggaran yang benar-benar efektif dan efisien serta berkelanjutan dalam perencanaan pembangunan serta pemeliharaan pengoperasian instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Kesalahan dalam pengalokasian anggaran ini akan berdampak pada kualitas dan waktu pengoperasian instalasi pembangkit. Kita tidak ingin suatu instalasi yang mahal tidak beroperasi seperti yang terjadi pada monorail yang dibangun oleh pemerinta daerah DKI Jakarta saat ini.
2. Perencanaan lokasi yang benar-benar aman untuk pembangunan PLTN. Kita tahu bahwa negara kita merupakan kawasan yang memiliki aktifitas gunung berapi yang sangat tinggi. Survey terhadap patahan tanah, sejarah geologis suatu lapisan perut bumi benar-benar harus diteliti oleh ahli geologis sebelum penentuan lokasi pembangunan. Kita tidak ingin suatu kawasan PLTN dididirikan di kawasan yang rawan gempa dan memiliki aktifitas gunung berapi yang tinggi.
3. Penyiapan Sumber Daya Manusia yang handal. Sumber Daya Manusia yang berkualitas khususnya dalam penangan nuklir sebagai sumber energi listrik mutlak diperlukan. Tidak selamanya kita harus mengandalkan tenaga asing yang akan mengambil alih dan mendikte kita dalam masalah nuklir. Karena kita tahu dengan suatu penguasaan teknologi berarti semakin murahnya investasi yang harus dikeluarkan oleh negara kita. Bercerminlah pada Iran dengan pengembangan teknologi nuklirnya secara mandiri.
4. Perencanaan desain reaktor nuklir dan segala instalasi yang benar-benar aman dan pelaksanaan standar operasi yang sangat ketat. Hal ini sangat begitu penting untuk mencegah terjadinya kecelakan nuklir yang selama ini terjadi, terutama diakibatkan oleh keteledoran pekerja dan belum ketatnya standar keselamatan yang digunakan dalam pengoperasian suatu reaktor nuklir.
5. Perencanaan penambangan, pengelolaan serta transportasi bahan uranium dari daerah tambang ke tempat reaktor nuklir sebagai sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan energi nuklir dengan aman tanpa membawa dampak yang berbahaya bagi lingkungan dan daerah yang dilaluinya karena uranium merupakan bahan yang memiliki aktifitas radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan.
6. Penanganan limbah radioaktif hasil dari PLTN yang betul-betul aman dan bertanggung jawab. Kita tahu bahaya dari limbah radioaktif ini akan tersimpan beribu-ribu tahun di lokasi tempat pembuangannya.
7. Yang terakhir dan merupakan inti dari keenam hal yang tertera di atas, yaitu jawaban yang harus jujur dari lubuk hati pemerintah kita, apakah negara kita saat ini benar-benar telah siap untuk memanfaatkan dan mengembangkan energi nuklir sebagai sumber energi listrik tanpa merugikan bangsa rakyat dan negara, serta bumi di mana kita hidup.
Pengembangan energi nuklir sebagai sumber energi listrik di Indonesia memang sangat dibutuhkan. Namun pengembangan ini tidak boleh main-main. Benar-benar budaya korup untuk memanfaatkan proyek yang luar biasa ini harus dibuang jauh-jauh. Sosioalisasi kepada masyarakat harus dilakukan sedini mungkin sehingga masyarakat dapat menilai dengan sendiri apakah nuklir memang tidak bermanfaat ataukah malah sebaliknya. Intinya pengembangan PLTN yes, asalkan dilakukan dengan sangat profesional. (*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
TERBALIK: Sebuah mobil APV BA 805 SR terbalik di kawasan Rimbo datar, Padang( 8/9). Diduga kuat kejadian naas itu terjadi gara-gara sopir mengantuk saat berkendara. Tidak ada korban jiwa dari kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut, tiga orang selengkapnya.... |
|
|
|
|
|