|
|
|
| |
KabarIndonesia - Adalah sesuatu yang sangat logis untuk menilai bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sedang gagap menyikapi terbukanya pintu kebebasan. Bebas untuk berpendapat, bebas untuk beribadah, dan sederet pohon prima kebebasan yang lain ternyata gagap dipahami masyarakat Indonesia secara selengkapnya....
|
|
BERITA LAINNYA
Cuaca 05 Sep 2010 23:59 WIB
|
|

EKONOMI
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Agropolitan
Oleh : James P Pardede | 20-Jul-2010, 13:01:34 WIB
|
KabarIndonesia - Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pernah membanggakan program Agropolitan dan Agromarinepolitan yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat di pedesaan ternyata masih jalan di tempat. Program ini dulunya banyak menuai kritik dari berbagai kalangan.
Namun demikian, ditengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini program agropolitan perlu dibangkitkan kembali dan dijalankan dengan sungguh-sungguh. Karena, dengan menjadikan desa sebagai sentra pengembangan perekonomian dan pengembangan sektor pertanian akan memberi imbas positif bagi masyarakat.
Demikian disampaikan Anggota Komisi B DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar Richard Eddy M Lingga, SE di Medan, Selasa (20/7).
Program pengembangan kawasan agropolitan, lanjut Richard adalah pembangunan ekonomi berbasis pertanian di kawasan agribisnis, yang dirancang dan dilaksanakan dengan jalan mensinergikan berbagai potensi yang ada untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi, yang digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.
“Masalahnya sekarang adalah, koordinasi dan aplikasi program tersebut dilapangan sering tersendat. Ini akibat dari otonomi daerah dan gencarnya pemekaran di Sumatera Utara,” paparnya.
Padahal, tegas Richard ada sembilan kabupaten/kota yang masuk dalam pengembangan kawasan agropolitan. Seperti Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Samosir, Toba Samosir, Taput, Simalungun, Pematang Siantar dan Humbang Hasundutan.
Masing-masing daerah ini memiliki komoditas unggulan yang bisa dikembangkan dengan maksimal dan member kontribusi besar dalam meningkatkan perekonomian rakyat.
“Kita sangat mengharapkan adanya keseriusan dari semua pihak (stake holder) dalam menjalankan program ini demi untuk kepentingan rakyat banyak dan kesejahteraan rakyat banyak juga. Program ini pada pelaksanaannya di lapangan memberdayakan masyarakat untuk lebih profesional dalam menjalankan usaha taninya,” tandasnya.
Ada banyak bantuan yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam program ini. Seperti pemberian bantuan bibit, alsintan, ternak, penyuluhan, pasar dan penguatan modal.
Imbas dari program ini pun bisa menjadikan masyarakat mengenal beragam teknologi yang bisa digunakan mendukung kehidupan mereka sehari-hari. Seperti pemanfaatan kotoran ternak menjadi kompos dan biogas, jerami padi menjadi makanan ternak serta teknologi sederhana lainnya yang bisa diserap oleh masyarakat. (*)
Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Letusan kali ini adalah letusan susulan terkuat yang terjadi kemarin pagi (3/9/2010) sekitar pukul 04.40 sampai 04.50 WIB dan merupakan letusan terkuat sejak 29 Agustus lalu.
Gunung Sinabung meletus sekitar pukul pukul 04.38 WIB hingga 04.51 WIB. Gunung tersebut menyemburkan asap selengkapnya.... |
|
|
|
|
|